
Setelah puas dengan suasana angin malam di tepi danau, sekarang devan dan alin kembali masuk kedalam mobil dan melaju memecahkan keramaian jalan raya, sekarang tujuan utama mereka pergi cari makan di restoran terdekat, karena baik alin maupun devan sudah merasakan lapar yang luar biasa karena tadi mereka hanya mengisi perut dengan roti, dan setelah selesai makan baru devan antar pulang alin ke apertemennya.
Mereka cari makan di restoran terdekat karena sekarang sudah jam sembilan jadi devan gak mau pergi jauh-jauh. Tak lama mereka sampai di restoran dan mobil segera membelok masuk kedalam area parkir, alin langsung keluar daru mobil dan masuk kedalam restoran , alin langsung pesan nasi goreng special dua dan minuman, tak lama makanan pesanan mereka datang.
Karena kebetulan mereka berdua sudah sangat lapar jadi mereka gak bisa menunggu lama lagi, tapi kali ini devan inisiatif untuk nyuapin alin, ternyata seorang devan bisa romantis juga dengan calon istrinya,
Mereka selesai makan dan merasa mereka sudah kenyang, devan bagun dan membayar sedangkan alin sudah duluan keluar dan menunggu di mobil.
Setelah mereka selesai dari restoran devan langsung antar pulang alin ke apertemen, mobil devan membelok masuk kedalam parkiran apertemen dan keluar untuk membukakan pintu mobil untuk alin, lantas alin keluar dari mobil dan berdiri tepat di samping devan.
"Mas masih mau mampir gak, ini sudah malam apa sebaiknya mas gak usa pulang aja dan mas mau nginap disini tah banyak pakian mas disini juga kan, dimas dengan boby juga mas sudah menyuruh mereka pulang"? Tanya alin.
"Hmmm gimana ya sayang sebenarnya mas rencana mau pulang sih, cuman sudah malam juga, mendingan mas tidur disini aja gih, karena disini juga banyak pakian mas didalam jadi gapapa, yuk masuk biar mandi dan istirahat." ujar devan dan lantas tangan devan merangkul alin dari belakang dan segera mereka berjalan menuju ke lift, namun langkah mereka terhenti saat mereka melihat mobil leo juga baru masuk area parkir.
Itu tandanya leo dengan yora juga baru pulang , kalau dimas dan boby tadi devan sudah menyuruh mereka kembali ke penginapan mereka masing-masing.
Yora dan leo keluar dari mobil dan langsung menyapa kedua pasutry yang masih berdiri kaku di tempat. Sedangkan kedua orang yang baru datang hanya nyegir kuda melihat devan dan alin, kayak pencuri di tangkap basah oleh warga.
" Hay lin, dev kalian sudah lama disini"? Tanya yora.
__ADS_1
"Belum yor kamu juga baru nyampe, kalian berdua dari mana, kak leo dari mana? Kenapa alin gak diajak" tanya alin pura-pura cemberut.
"Maaf dek, bagaimana kak mau ajak kamu sedangkan sih bucin sudah duluan membawamu pergi, kalau nanti kak bawa kamu nanti di bilang kak culik lagi calon istrinya kan jadi bahaya hahah" ujar leo terkekeh,
Sedangkan devan pasang muka intimidasi.
"Yuk masuk sudah malam nih, nanti besok kita sibuk lagi dengan semua berkas yang bertumpuk di meja gak ada habisnya." ujar yora
Mereka berempat melangka kedalam lift dan naik ke lantai atas.
Ting tong!!
Alin langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, hampir dua puluh menit alin ada di dalam kamar mandi melakukan rutinitasnya, tak lama ia keluar dan yora langsung masuk kedalam mereka gantian, alin langsung ganti baju tidur dan langsung naik ke atas ranjang terus membaringkan tubuhnya yang terasa lelah.
Tak lama yora juga keluar dari dalam kamar mandi dan sama seperti alin ia langsung ganti baju dan membaringkan tubuhnya tak lama kemudia mereka berdua tidur nyenyak, namun di alam bawa sadar alin seperti lagi jalan-jalan di tepi danau , tapi tepi danau itu ternyata terdapat sebuah taman yang indah, tebaran bunga bunga-bunga yang inda dan bermekar mememuhi taman itu, alin melihat banyak sekali kupu-kupu cantik beterbangan di sekitar taman alin terlihat sangat bahagia dan ia duduk di atas bangku yang sudah tersedia di taman itu.
Alin melihat sekelilingnya namun tak ada orang, tapi tiba-tiba ada seorang perempuan yang sangat cantik dan sangat alin kenal berdiri di samping alin dan tersenyum padanya. Wanita cantik itu menjulurkan tangannya dan ingin memeluk alin, alin juga terlihat tak bisa menahan rasa rindunya dan ingin cepat memeluk wanita paru baya itu, tapi masih terlihat seperti bidadari.
Alin memeluk sang ibu dengan bengitu bahagia, kebahagiaan terpancar dari wajah alin. Setelah puas alin dan ibunya mereka berdua duduk di bangku itu.
__ADS_1
Terlihat ibunya alin sangat menyayanginya ia selalu membelai rambut anaknya itu.
" Nak, kamu tahu gak ibu sangat bahagia, melihat kamu tumbuh menjadi anak gadis yang pemberani dan kuat, ibu harap kamu selalu bahagia, jika kamu sudah bahagia ibu pergi juga dengan tenang nak, ibu hanya pesan satu untuk kamu selalu menjaga dirimu."
"Bu, ibu tahu alin sangat merindukan ibu, setelah ibu pergi, hidup alin penuh dengan penderitaan bu, kenapa alin bisa mengalami hal itu, kenapa orang yang alin berharap ia melindungi alin, mala melukai hati alin bu, sekarang alin sangat membencinya sampai kapan pun alin tak akan mau memaafkannya bu." ujar alin dengan air mata yang tak henti mengalir
"Nak kamu harus tahu satu hal semua yang terjadi pada kita sudah di atur oleh Tuhan itu adalah takdir nak baik yang ibu alami baik yang kamu alami tapi kamu jangan membenci takdir itu, karena dengan cara seperti itu kita belajar agak kita harus menerima dalam kondisi apapun."
"Sama saja bu, alin bukan anak yang kuat, sudah banyak penderitaan yang mereka perbuat untuk alin jadi alin gak mau memaafkan mereka, terutama laki-laki tua itu, alin gak akan mengampuninya."
"Nak kamu harus belajar iklas karena jika kamu menyimpan dendam didalam hati kamu, hidup yang kamu jalani itu gak ada ketenangan, dan bagaimana Allah mau mengampuni kesalahan kita, sedangkan kita saja tidak mau mengampuni kesalahan orang, jadi ibu mohon maafkan lah ayah kamu nak, karena sebenarnya ayah kamu juga gak ingin hal itu terjadi"
Kali ini alin tak membalas lagi semua perkataan sang ibu yang ada ia hanya menangis sesunggukan, membuat sang ibu menyekah air mata sang anak dengan lembut sembari bekata" sekarang ibu sudah bisa tenang karena kamu sudah menemukan keluarga baru kamu, cintai lah laki-laki yang sekarang menjadi calon suami kamu, bunda kamu, dan kak angkat kamu leo, teman kamu yora dan calon mertua kamu. Tolong sampaikan terimahkasih ibu untuk leo yang sudah mau menolongmu. Pulanglah nak dan jaga dirimu baik-baik.
Setelah berkata demikian bu laras bagun dan berjalan menjauh, sedangkan alin yang gak mau ibunya pergi ia berusaha mengejar sambil teriak, tapi sayangnya seperti ada penghalang di antara mereka bu laras hanya melambaikan tangan dan menghilang, sedangkan alin yang tertinggal sendiri menangis dan memanggil manggil nama bu laras
"Ibu......ibu......jangan tinggalkan alin ibu...........
"Lin...alin... Alinn....bangun....yora yang berusaha membangunkan alin karena ia kanget alin berteriak, yora lantas menelpon devan dan leo mereka masuk ke dalam kamar mereka, tak lama alin sadar dengan air mata malih mengalir dengan keringat dingin.
__ADS_1