Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
193


__ADS_3

Sekarang sudah jam sepuluh malam Alin dan Devan berkeliling di The Dubay Fountain, karena sudah sangat lelah akhirnya Alin minta balik ke hotel. Untung mereka sudah pesan hotel didekat tempat wisata tersebut sehingga mereka tidak begitu jauh perginya. Sebenarnya bukan cuman Alin yang merasa lelah tapi yang mengikuti Alin juga sudah merasa lelah semua.


"Mas kita pulang yuk, Alin sudah capek banget kaki sudah pengel kali mas, nanti besok baru kita lanjut jalan lagi atau besok istirahat saja dulu nanti baru jalan lagi, soalnya Alin merasa lelah mas sudah seharian kita jalan-jalan." ujar Alin kapok juga ternyata.


"Hehehe mas pikir sayang belum cape, mas rencana mau ngajak sayang ke suatu tempat yang lebih seru dan indah dari pada ini, kalau sayang mau kita berangkat sekarang kesana biar kita tidak perlu istirahat, besok pagi pulang dulu baru istirahat" ujar Devan ngejek istri cantiknya itu yang gila jalan-jalan, pengantin baru masa datang bulan madu bukannya romantis di kamar justru habiskan waktu jalan-jalan.


Alin paham maksud Devan, Alin tahu hanya karena mengikuti keinginan dia semua rasa lelah, tetlihat dari wajah lelah semua orang yang ikut sama Alin, karena Alin merasa bersalah makanya Alin juga minta maaf.


"Maaf mas, Alin sudah tidak kuat kita pulang yuk...sepertinya besok kita tidak perlu jalan-jalan dulu deh mas Alin sangat cape sekali. Maafin Alin ya mas karena mas dan yang lain mengimuti keinginan Alin sampai lelah begini, pokonya besok kita istirahat full"ujar Alin.


"Serius besok istirahat full? ingat janji adalah utang tidak bisa ingkari janji itu, pokoknya besok kita jangan kemana-mana di kamar hotel saja." ujar Devan lupa jima mereka bukan nginap di hotel mereka melainkan hotel sewa hehehe.


"Hehehe...mas bagaimana kita seharian di hotel sedangkan kita tidak nginap di hotel papa, kita nginap hanya satu malam di hotel ini terus besok kita harus keluar, tapi tidak masalah kalau kita keluar dari sini kita langsung pulang ke hotel papa saja, jadi tidak perlu kemana-mana" ujar Alin.


"Oke baiklah kalau begitu mas juga tadi lupa" ujar Devan.


Karena Devan kasian dengan istrinya yang sudah kelelahan, akhirnya Devan langsung mengendong Alin dan membawah masuk kedalam mobil. Devan paling takut kalau Alin sampai kenapa-kenapa Devan diserang oleh emak-emaknya


"Sekretaris Dimas kita langsung pulang saja ke hotel jangan kemana-mana lagi nona muda sudah lelah" ujar Devan.


Sekretaris Dimas dan pengawal Boby masuk kedalam mobil dan langsung menghidupkan mobil, sekretaris Dimas menjalankan mobil keluar dari area air terjun. Padahal di area air terjun masih banyak sekali pengunjung karena ada live musik juga, jadi covok sekali dengan kehidupan anak muda zaman sekarang.

__ADS_1


Mobil menelusuri jalanan malam berlombah dengan beberapa kendaraan yang lalu lalang, angin malam sepoi-sepoi mulai menusuk-nusuk di pori-pori membuat para penumpang di mobil mulai ngantuk, untung hotel tidak bergitu jauh dari kawasan itu sehingga tidak lama kemudian mobil berbelok masuk ke parkiran hotel, sekretaris Dimas langsung cek in dan mereka masuk kedalam kamar hotel masing-masing.


Setelah sampai di kamar Alin langsung membuang diri di atas tempat tidur. Sambil merengangkan otot-ototnya.


"Humm enak kali badan ini di atas kasur rasanya nyaman sekali sehatisn jalan-jalan membuatku pengen cepat tidur." ujar Alin.


"Sayang mandi dulu jangan langsung tidur begitu, kita baru dari luar jadi banyak virus entah virus apa yang lengket di pakian yang kita pakai, tadi kita bertemu dengan banyak orang ada juga yang tidak sengaja menabrak kita, jadi mandi terus ganti pakian, tuh ada pakian ganti di paper bag itu." unar Devan.


Karena Alin tidak kunjung bagun, Devan inisiatif untuk mengendong Alin di bawah ke kamar mandi untuk di mandikan.


Alin hanya pasra saja tidak memberontak sama sekali, Alin dan Devan mandi tapi sebelum nandi ada tuntutan dari pengantin baru itu sehingga mereka berdua bercinta sekali dulu di kamar mandi baru mandi.


"Hmm sayang mas merasa sengat setelah mendapatkan vitamin dari kamu makasih ya semoga setelah kita pulang sudah ada Devan junior."Ujar Devan.


Setelah selesai ganti baju dan keringkan rambut Alin naik keatas tempat tidur dan membaringkat tubuhnya yang lelah, begitu juga Devan ikut berbaring di samping Alin sambil memeluk Alin dan mengecup kening Alin.


"Good night sayang" ujar Devan.


"Good night mas" balas Alin.


Tidak lama kemudia kedua pasuntri itu nyenyak tidur.

__ADS_1


******


Mata hari pagi sudah mulai malu-malu menunjukkan wujubnya, semua makluk hidup di bumi mulai beraktifitas namun berbedah dengan sepasang pasuntri ini masih setia dengsn tidur mereka, sampai sarapan pagi dilewatkan. Sekretaris Dimas dan pengawal Boby justru uring-uringan karena kedua bosnya brlum bangun.


"Bro bagaimana ini Tuan dan nona muda belum bangun sehingga belum sarapan pagi kalau Tuan dan nona muda sakit bagaimana" tanya pengawal Boby.


"Biarkan saja bro sebentar kalau lapar pasti bangun tidak mungkin kita bangunkan mereka bukan? Boleh sih hanya saja saya takut Tuan dan Nona muda ternganggu oleh karena kita banguni jadi biarkan saja mereka tidur lagian kita cek out jam dua belas juga kalau lewat dari situ tinggal bayar hehehe takut amat." jelas sekretaris Dimas


"Hmm benar juga sih ya sudah kita ngopi yuk disini saja sambil menjaga ada tuh meja dan kursi " ujar pengawal Baby akhirnya mereka berdua pesan kopi dan mereka ngopi sedangkan pengawal yang lain semua turun kebawah menjaga dibawah.


Jam sepuluh tepat Alin mengeliat Alin membuka matanya dan hendak bangun tapi ada tangan kekar yang memeluknya dengan erat, mungkin takut di tinggal pergi oleh istri cantiknya, dengan pelan Alin memindahkan tangan kekar itu dan sudah siap mau bangun tapi kembali tangan Devan menarik lembali Alin kedalam pelukannya.


"Sayang kamu mau kemana teman mas tidur ini masih pagu loh, jadi tidur lagi jangan kemana-mana nanti jam sepuluh baru bangun" ujar Devan terpaksa Alin kembali tidur di samping Devan Alin juga tidak tahu jika sekarang sudah jam sepuluh, Devan bilang jam sepuluh baru bangun tunggu jam dua belas aja bangun sekalian cek out.


Mereka kembali tidak dan jam sebelas baik Alin maupun Devan merasakan perut mereka seperti teriris-iris karena lapar, gimana tidak lapar udah jam sebelas. Alin langsung bangun dan gegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri di susul oleh Devan setelah selesai mandi barulah mereka melihat jam ternyata sudah setengah dua belas.


Mereka berdua terkejut tidak menyangkah jika mereka bangun sudah jam sebelas.


"Astaga....mas sudah setengah sebelas pantas aja Alin sudah sangat lapar, yuk kita turun ke bawah aja mas sekalian makan di restoran setelah itu kita langsung pulang, nanti sampai di hotel baru kita lanjut tidur lagi ini saja sudah makan siang loh bukan sarapan pagi lagi, berarti tadi Alin bangun itu sudah jam sepuluh mas" ujar Alin.


"Iya sayang sepertinya begitu, kita turun biar makan dulu," ujar Dev, lagian sekretaris Dimas juga sudah pesan makanan untuk mereka jadi tinggal makan saja, sekretaris Dimaa tahu kalau Tuan dan Nona nya segerah turun dan makan.

__ADS_1


Alin dan Devan keluar dari kamar hotel dan turun kebawah di ikuti sekretaris Dimas dan pengawal Boby, mereka langsung menujuh ke restoran.


Setelah duduk tidak lama kemudian makanan di hidangkan di atas meja, Alin yang sudah kelaparan tidak menunggu lagi, langsung mengisi makanan di satu piring mereka berdua makan Devan selalu menyuapi Alin saat makan bersama, Alin senang di perlakukan manja oleh Devan.


__ADS_2