Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
140


__ADS_3

Oliv yang masih penasaran dengan James tiba-tiba dapat pesan dari James yang jelas pakek nomor baru.


(" Sayang kamu sudah pulang ya, ke hotel? hati-hati di jalan ya") padahal James sengaja wa kayak gitu biar tahu dimana keberadaan Oliv, apakah Oliv sudah pulang atau belum. Karena James rencana mau turun kebawah sekedar cari angin, tapi karena masih ada Oliv jadi James tidak berani turun.


Awalnya Oliv kesal karena ingat kembali kejadian waktu itu dengan James seketika senyum.


"Astaga kamu tahu aja Dev kalau aku lagi kesal, memang kamu yang terbaik aku pengen cepat ketemu sama kamu deh biar kamu cepat tinggalkan perempuan sinting itu. Kalau aku jadi nikah dengan Devan kan aku tidak perlu kerja lagi tinggal di rumah saja atm full siapa dulu dong nyonya Devan." Sih Oliv sudah halu tingkat dewa nanti pas jatuh sakit.


Oliv langsung kirim pesan pesan kepada James dengan begitu mesra.


("Mas, kamu tahu tidak aku kangen banget sama kamu, sekarang aku masih di restoran, aku belum pulang soalnya masih minum disini aku pulang ke hotel juga sendirian disana jadi malas,").


Setelah Oliv kirim pesan ke James yang sementara di kamar hotel senyum-senyum sendiri. Saat baca pesan dari Oliv.


"Aku akan membuat kamu hamil biar tidak bisa pergi dariku lihat saja nanti Liv, sepertinya kamu tidak perlu pulang deh ke hotel kamu biar kamu nginap lagi satu malam disini, aku mau bercinta sekali lagi denganmu malam ini, untung aku beli obat jadi bisa aku akalin agar Oliv bisa minum obat ini."


James sengaja menghubungi pihak restoran dan meminta seorang pelayan datang ke kamarnya, tanpa curiga pelayan itu datang dan James menyuruhnya masuk kekamarnya.


"Mas, kamu mau uang tidak? aku akan kasih uang tapi dengan syarat kamu harus lakukan sesuatu untukku" ujar James.

__ADS_1


"Apa itu pak, jangan macama-macam pak saya bisa di pecat nanti saya makan apa" ujar pelayan itu takut. Membuat James terkekeh.


"Hehehe...astaga mas takut amat sih, ini mah tidak berbahaya, mas hanya memasukan pil ini kedalam minuman gadis yang ada didalam restoran itu, ini fotonya nanti kalau mas berikan bilang saja ini minuman promo dari pihak hotel karena sudah nginap disini menjadi tamu vip semalam. Dan juga kamar hotel yang di tempati perempuan itu di kasih gratis satu malam bilang jadi dia boleh nginap lagi disini." pinta James.


Mas itu hanya melogo mendengar perkataan james.


"Memangnya perempuan itu siapa mas, kenapa. Bukan mas saja yang temui dia"?


"Dia itu calon istri saya mas, kalau tidak percaya ini foto-foto kami hanya saja dia kerja disini sedangkan saya kerja di luar kota, jadi dia tidak tahu kalau saya pulang kesini, saya mau membuat kejutan untuknya makanya saya mau dia kembali nginap di kamarnya yang semalam bantu ya mas." ujar James memohon.


"Ok baiklah mas kalau begitu saya akan bantu mas, tapi ini obat tidak berbahaya kan mas? karena kalau terjadi sesuatu saya yang akan bertanggung jawab terus taru didalam minuman apa mas"?


Pria itu langsung berlalu pergi meninggalkan James di kamar untuk menjalankan misinya, karena James gencar ingin memiliki Oliv seutuhnya.


("Sama dong sayang kalau kamu bosan kenapa tidak nginap saja di hotel itu sayang, siapa tahu malam mas ada waktu untuk datang kesana ketemu kamu, mas pengen bercinta sama kamu sayang")


Pasti Oliv Alasan kalau temannya sendirian di kamar hotel jadi dia harus balik, biar aku pake cara aku sendiri saja aku benar-benar belum puas bersenang-sebang dengannya.


James melanjutkan acara makannya tiba-tiba mendapatkan telpan dari seseorang, awalnya James tersenyum senang seketika, wajah Aris berubah menjadi kesal.

__ADS_1


"Aduh ngapain sih ini perempuam telpon aku mulu, kesal banget deh dengan manusia kayak gini aku aja tidak mau sama dia pakek jodohin segala memangnya ini saman Siti Nurbaya jadi pakek acara jodohi cuiiih...."


Walaupun James kesal tapi tetap angkat juga panggilan itu, karena James tahu sifat perempuam itu seperti apa.


"Hallo. Ada apa? Kenapa kamu telpon mulu" jawab James ketus.


"Hallo mas, kamu ada dimana sih kenapa dari kemarin aku cariin di rumah kamu tidak ada, ingat loh sebentar lagi kita akan segerah menikah jangan mempermalukan diri ku deh mas. Bukankah kita sudah persiapkan semua, sekarang bilang mas ada dimana biar aku nyusul kesana."


"Hahaah....kenapa?...kenapa kamu marah? Bukankah dari awal aku sudah bilang sama kamu bahwa sampai kapan pun aku tidak akan menerima perjodohan ini, aku sudah punya calon jadi aku tidak mungkin menyakitinya. Kamu saja yang ngotot mau menikah, aku mah oga. Ingat ya sampai kapan pun aku tidak akan mau menikahimu."


Mendengar perkataan James yang menurut perempuan itu sangat menyakitkan hatinya membuat perempuan itu kecewa , tapi karena perempuan itu sangat mencintai James jadi dia masih sabar menghadapi James.


"Mas, jangan membuat orang tua kita kecewa, aku tahu mas tidak mencintaiku tapi setelah kita menikah dan semakin berjalannya waktu pasti mas mencintaiku. Jadi jangan batalkan perjodoh ini mas aku malu dengan teman-teman dan teman bisnis ayah."


"Itu resiko kamu, dari awal perjodohan aku sudah menolak di depan banyak orang, itu disebabkan aku tidak mau dijodohkan tapi justru dengan pede nya kamu berkata kalau kita tetap menikah, kamu juga yang nenyebarkan undangan dan sibuk menyiapkan sendiri, aku sudah bilang aku sudah punya calon istri berapa kali aku harus bilang sama kamu bahkan kamu tahu calon istriku saat ini ada bersama aku di hotel dan dia sudah hamil anakku."


'Apa....kurang ajar kamu James aku tidak terimah di perlakukan seperti ini, aku akan cari perempuan itu dan berikan dia pelajaran berani sekali dia merebut calon suamiku, lagian bisa juga kok mas. Kamu menyuruh perempuan itu untuk mengugurkan kandungannya dan kamu tinggalkan."


"Astaga, ternyata seperti ini rupanya sifat Asli kamu ya untung dari awal aku sudah menolak, dengan perkataan kamu barusan semakin membuat aku tidak respeck sama kamu. Karena selain kamu suka memaksakan kehendak kamu juga ternyata perempuan bukan baik-baik, maaf ya aku tidak mau di nganggu jadi lebih baik tidak perlu hubungi aku lagi karena aku mau bercinta dengan calon istriku"

__ADS_1


James langsung matikan telpon dan membuat perempuan tersebut makin tersulut emosi.


__ADS_2