Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
97


__ADS_3

Setelah Oliv merasa cukup dengan semua belanjanya ia bergegas kekasir untuk membayar" Mbak semua total belanja enam puluh juta" ujar sih mbak kasir Oliv segerah menyerahkan kartu untuk membayar, setelah selesai Oliv merasa harus isi perutnya baru pulang ke hotel untuk menyusun strategih menjebak Devan karena kalau dengan cara lembut seperti tadi gak mampam untuk Devan pikirnya jadi mendingan dengan cara sedikit jahat agar Devan bisa terkecok.


Setelah Oliv selesai makan ia langsung segerah pulang ke hotel dan istirahat. Karena sudah sangat lelah.


*****


Dua minggu telah berlalu semenjak bu Ratna dan Saras ditangkap polisi, jadi tepat hari ini sidang keputusan keputusan digelar dipengadilan, hari ini yang hadir dipersidangan Devan, Alin, leo dan yang lain kalau bu Asta dan bu Neksa mereka sudah kembali ke kota A.


Satu minggu yang lalu karena nanti mereka akan mau mempersiapakan pernikahan Devan dan Alin satu bulan lagi sebenarnya Alin sih maunya nanti aja tapi Devab gak mau, Devan mau acara nikahnya segerah di laksanakan. Karena banyak godaan yang datang menghampiri Devan, jadi Devan gak mau hidup sendiri.


Akhirnya semua setuju dengan keputusan Devan, lagian menurut orang tua Devan dan bunda Neska memang lebih baik pernikahan Devan dengan Alin dipercepat saja, biar nanti Yora dengan Leo akan menyusul.


Sekarang didalam kamar apertemen Alin dan Yora lagi siap-siap hari ini Yora gak bisa ikut karena ada acara kantor, jadi ia gak bisa tinggal begitu saja. Setelah selesai mandi Alin duduk didepan cermin di meja riasnya dan mengoleskan sedikit make up ke wajahnya, memang Alin dari dulu gak suka make up yang menor, Alin lebih suka yang tipis dan natural tapi tetap cantik.


Setelah selesai menata rambut dan make upnua Alin bangkit dari duduknya dan gegas menuju ke lemarinya untuk mencari pakian uang cocok, kali ini pilihan Alin jatuh ke setelan bleazer warna hitam senada dengan Celananya. Dipadukan dengan tas warna hitam begitu juga dengan haihils yang dipakai Nadia, membuat Yora binggung.


"Lin lo gak pergi melayatkan ya, kenapa penampilan lo seram banget sih kayak mau pergi ke orang mati aja tahu gak. Biasanya kalau orang pergi ikut sidang identik dengan baju putih dan rok hitam, ini lo dari atas sampai bawah hitam semua, angker banget lo Lin" Yora memang terkekeh tapi juga bergidik ngeri melihat penampilan Alin, namun alin hanya nyegir kuda.

__ADS_1


"Yor memang gua senjaga kok pakai begini, hari ini gue memang berduka, tapi duka itu gue akan melepaskan dan kubur dalam-dalam agar setiao masa lalu akan gue lupakan, agap aja hari ini gue berduka atas meninggalnya bu Ratna Dan Saras."


"Astaga Lin sadar, mereka ibu bukan mati, tapi di penjara, sebentar lagi mereka akan juga keluar, lagian lo gak kasih sama bokap loh yang sekarang hidup sendiri"


"Kasian untuk apa Yor, dulu apa dia kasian ama gue, gak ada Yor! Jadi untuk apa gue harus kasihani orang seperti itu, ah biarlah gue malas bahas Yor, yuk mendingan kita sarapan lo juga mau cepat pergikan ya."


"Iya nih Lin! Gue harus cepat pergi ada yang harus gue kerjain, biasalah kerja di perusahasn asing, kita gak bisa main-main dalam bekerja kalau gak kita di tendang" ujar Yora terkekeh.


"Yor saran gue nih, mendingan lo keluar aja gih, dari perusahaan lo biar kerja di perusahaan gue aja masa bestie lo punya perusahaan mala lo kerja sama orang, apalagi kalau sudah jadi kak ipar gue gak bakal kemana-mana apalagi pergi jauh."


"Iya deh nanti gue pikirkan lagi, ini masih ngumpul uang dulu untuk acara nikahan, mas leo juga masih sibuk tuh pekerjaannya juga banyak."


Akhirnya Yora dan Alin sarapan pagi ini mereka hanya sarapan roti saja karena, mereka berdua sama-sama telat bangun. Jadi gak sempat masak untung belum menikah jadi gak dapat omelan dari para suami.


Setelah selesai makan Yora dan Alin bergegas turun kebawah, tapi ternyata dibawah sudah ada dua buah mobil menantikan mereka dengan sopir masing-masing, tapi beruntungnya sopir pada tanpan.


"Wah...Lin lo lihat tuh kedua sopir itu ganteng banget, lo mau yang mau kalau gue sih yang di sebelah kiri aja deh buat gue" ujar Yora terkekeh.

__ADS_1


"Hmmm gue mau yang kanan aja Yor sepertinya cocok banget buat gue haahha" ujar Alin nyegir kuda karena kedua pria tanpan itu menatap mereka berdua.


"Sayang yuk biar mas antar dulu kekantor baru mas lanjut ke pengadilan, dek kamu pergi duluan aja ya nanti kak nyusul, kak mau antar kak ipar kamu dulu." ujar Leo sembari membuka pintu mobil untuk Yora.


"Ok kak hati-hati jalan ya, dan jangan macam-macam dulu dengan ipar, belum sah soalnya, tunggu nanti kalau sudah halal baru bisa hahaha" ujar Alin kayak sok tahu aja


"Ya ampun kamu ya dek, sudah jam segini masih sempat-sempat jahilin kak kamu" ujar Leo langsung masuk kedalam mobil.


Sedangkan Devan masih berdiri menatapj calon istrinya dari atas sampai kebawah, Devan merasakan hal yang sama seperti yang dikatakan Yora. Kenapq hari ini penampilan Calon istrinya agak sedikit seram hahaha"


"Sayang, gak ada pakian lain lagi, kamu mau pergi melayat kemana, kok hitam semua begini hahah" ujar Devan membuat Alin terkekeh, melihat reaksi calon suaminya.


"Saya sengaja sayang, yuk kita pergi nanti terlambat saya mau menyaksikan hari ini, harimau betina itu dapat hukuman pidana berapa tahun sayang, awas aja kalau hukuman tak sesuai dengan perbuatanya."


"Ya sayang kamu tenang aja ya, serahkan semua pada pihak berwajib mereka tahu kok apa yang mereka lakukan, kita lihat saja dulu kalau tuntutan gak sesuai berulah kita bertindak, tapi kalau hukuman sesuia ya syukur."


Alin dan Devan melajukan mobilnya meninggalkan apertemen, karena Leo dengan Yora sudah duluan pergi, Leo buruh- buruh harus antar Yora dulu baru ke pengadilan, sepanjang perjalanan Alin hanya diam saja, memikirkan apakah ia bisa dan sanggup memaafkan sang ayah setelah bu Ratna dan Saras di penjara.

__ADS_1


Karena sampai sekarang hati Alin masih tertutup dari kata maaf untuk pak Donal, sebenarnya bukannya Alin gak mau memaafkan pak Donal namun, kalau mengingat kembali masa lalu rasanya sakit sekali, itu yang membuat Alin masih engan untuk memaafkan


__ADS_2