Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
196


__ADS_3

BukkÄ·kkkk.....!


"Hey......apa-apa sih kamu!


main peluk aja kamu tidak punya malu ya? siapa yang mengundang kamu kesini untuk menganggu ketenangan aku dan istriku, tidak ada bukan? aku ini sudah punya istri jadi yang berhak menyentuh aku adalah istriku karena aku tidak sudi di sentuh oleh wanita lain apalagi kamu. Kamu tidak punya mata kalau istri ku ada disini awas deh ganggu orang makan aja jadi hilang selera aku." ujar Devan mendorong Oliv sehingga Oliv hampir sedikit jatuh, untung seorang pengawal yang berdiri disitu menahan tubuh Oliv karena pengawal itu masih ingat jelas kalau Oliv lagi hamil.


"Dev, kamu kok kasar banget sih sama aku, kamu lupa aku ini calon istri kamu loh, aku lagi hamil anak kamu Dev...kamu kok tega banget sih sama aku Dev padahal aku sudah jauh-jauh datang kesini hanya untuk ketemu kamu. Karena anak kita meminta aku untuk datang kesini, kamu tahu tidak Dev sakit banget hatiku kamu memperlakukan aku seperti ini, padahal dulu bubungan kita baik-baik saja tapi setelah kamu mengenal perempuan ini kamu sangan berubah dan tidak menghargai aku sama sekali sebagai calon istri kamu


Dulu kamu sayang menyayangiku bahkan kamu berjanji akan menikahiku, tidak ada wanita lain yang akan mengantikan posisiku di hati kamu, tapi mana janji kamu Dev, kamu mengingkari semua janji-janji manis kamu itu, saat perempuan ini datang dan mengodahmu justru kamu ikut tergodah dengannya sampai melupakan aku sebagai calon mu. Sekarang kamu lebih memilih pergi dengan perempuan ini diam-diam dari pada mengajak aku calon istrimu yang sekarang lagi mengandung anakmu" ujar Oliv pura-pura sedih.


"Siapa yang kamu maksud calon suami kamu, aku? Kamu tidak salah orang ya Liv? Sadar Liv sadar!.....aku ini bukan siapa-siapa kamu, calon suami kamu itu bukan saya tapi James ayah dari bayi yang kamu kandung saat ini, bagaimana kamu calon istriku sedangkan aku aja sudah punya istri dan kita saja tidak punya hubungan sama sekali, kamu sepertinya kurang waras deh, kamu tidak melihat disini istriku. Kamu itu hanya terobsesi sama aku Liv bukan cinta sama aku, kasian tuh bayi yang ada didalam kandungan kamu dia sangat membutuhkan ayahnya.


Dan omong kosong apa yang kamu ucapakan tadi, sejak kapan aku berjanji akan mencintai dan bahkan mau menikahimu, perasaan dulu hubungan kita tidak sejauh itu deh kita hanya teman kulia duluaku tidak perna mencintaimu karena dari dulu aku sudah mencintai istriku sejak masih sekolah SMP jadi pulanglah dan temui James karena James pria yang baik dan dia akan bertanggung jawab dengan bayi yang ada dalam kandungan kamu " ujar Devan


"Cukup Dev! Cukup.....Jangan bicara begitu lagi aku muak mendengarnya . Pria bajingan itu tidak pantas jadi ayah dari anak ku, kamu bisa tidak Dev, sekali saja kamu berbuat baik sama aku, dulu sikap kamu sangat baik dan lembut kepadaku. Tapi kenapa sekarang kamu berubah jadi Devan yang kasar dan tidak punya hati, dan kamu perempuan jahat kamu yang sudah menghasut Devan untuk berbuat jahat sama aku kan, kamu yang tanggung akibatnya


Kamu jahat, kamu sudah puas menghancurkan hudupku karena Devan meninggalkan aku dan lebih memilih kamu, kamu perempuan licik..kamu perempuan jahat tidak punya hati" teriak Oliv


Oliv langsung menyerang Alin untuk menampar Alin tapi Alin dengan gesit menagkap tangan Oliv dan mengelintirkan membuat Oliv mengaduh kesakitan. Tidak sampai disitu Alin juga membalas Oliv dengan memberikan satu tamparan keras tepat di pipi Oliv membuat pipinya merah merona.


"Bajingan lepaskan tanganku bisa patah nanti perempuan sinting. Lepaskan atau kamu tahu akibatnya Dev....lihat sifat asli jahat wanita yang kamu pilih, yang katanya baik dan lembut apakah seperti ini hehehe....dikapnya tidak terpuji sangat rendahan sekali" Ujar Oliv.


"Bukankah kamu yang menginginkan tangan kamu untuk aku patahkan nona Olivia! Aku dari kemarin diam menghadapi kamu karena aku tahu kamu itu lagi hamil entah siapa ayah dari anak ini, kasian ya seorang wanita cantik yang terhormat dan katanya berkelas tapi tidak bisa menjaga harga diri, sebenarnya aku tidak peduli mau kamu cungkir balik, mau kamu tidur dengan pria siapapun itu bukan urusan aku, karena itu hak kamu, tapi yang membuat aku harus ikut campur karena kamu selalu menganggu kehidupan rumah tanggah ku.


Jadi perempuan itu punya harga diri sedikit....kamu tidak malu kah? Kamu di tontong oleh banyak orang asing disini malu sedikit kita ini di negara orang bukan di negara kamu, memang ya perempuan yang suka menganggu hidup orang lain tidak punya urat malu. Berani-beraninya kamu nyusul suamiku ke sini jadi orang itu punya urat malu sedikit, untung kamu hamil dan aku masih punya perasaan kalau tidak hari ini tinggal bafas kamu aja yang tersisa, ingat hidup ku boleh di nganggu tapi jangan coba-coba menganggu suamiku apalagi rumah tanggahku, siapa pun dia aku tidak segan menghabisinya." Ujar Alin membuat semua orang yang menyaksikan pertengkaran itu menyoraki Oliv dan menghujatnya.


Sudah tahu rasa kan Liv...sahabat baik kamu Cinta dan Indri sudah berbaik hati menasihati kamu untuk tidak menysul ke dubay, kamu justru menantang dan bahkan kamu rela kehilangan sahabat baik kamu ketimbang mendengarkan mereka, bahkan kamu sudah tahu apa yang terjadi dengan ibu kamu tapi kamu saja tidak menyayangi ibu kamu yang sudah melahirkan dan membesarkan kamu, jadi kalau kamu mendapatkan perlakuan kasar dari Devan dan Alin itu adalah sebuah karma untuk mu karena sudah menjadi anak durhaka terhadap orang tua kamu sendiri.


"He....jaga mulut kamu ya, kalau aku tidak punya urat malu terus kamu punya? Kamu yang datang dan merebut Devan dari ku, aku dari kulia sudah teman sama Devan aku sudah kenal kedua orang tua Devan, tapi kamu apa! Kamu perempuan sinting yang entah dari mana tiba-tiba saja muncul dan merebut Devan dari aku sadar woy.....sadar.


"Kamu tadi bilang apa? aku malu di lihat banyak orang asing? memangnya kamu tidak merebut Devan dariku kamu bilang kamu perempuan baik-baik ngacah deh...aku akan tes DNA, kalau benaran Devan adalah ayah dari anakku kamu harus serahkan Devan kepadaku, ingat Devan kalau anak ini terbukti adalah anak kamu, kamu harus meninggalkan dia dan nikah sama aku." ujar Oliv tidak mau kalah.


Oliv teriakin Alin untuk sadar, memangnya apa yang harus Alin sadari sedangkan Alin tidak merampas Devan dari siapa pun apalagi dari Oliv, Oliv sama Devan itu hanya teman waktu masih kulia tapi bukan pacaran.


"Kenapa aku harus malu apa lagi ngaca, kamu tahu tidak aku ini istri sah suamiku, kamu mau lihat buktinya biar aku tunjukkan, tapi kamu jangan kepanasan ya" Alin membalikan badan dan menghadap Devan langsung mencium bibir Devan membuat semua orang histeris melihat aksi berani Alin di depan banyak orang apalagi para jomblo kasian mereka.


"Bagaiamana kamu sudah lihat bukan kalau aku ini adalah istri sah suamiku Devan, jadi lebih baik kamu pulang sana jangan nganggu hidup kami sudah hilang selera makan ku, yuk mas kita masuk saja dari pada disini di ganggu oleh iblis berwujud manusia. Kita datang kesini kan mau bulan madu sayang jadi kita bersenang-senang berdua aja di kamar lebih enak" ujar Alin sengaja membuat Oliv panas.

__ADS_1


Alin menarik tangan Devan dan berlalu pergi tapi Oliv justru mengejar mereka dan mengengam tangan Devan dengan erat dan memohon agar Devan pulang bersama dia, tapi justru Devan menepis tangan Oliv dengan kasar dan menyuruh pengawal mengusir Oliv dari restoran.


"Pengawal...seret dia pergi dari sini dan jangan perna membiarkan dia masuk kesini lagi saya muak melihat perempuan tidak tahu malu begini" ujar Devan tegas.


Pengawal menyeret paksa Oliv keluar dari restoran itu, walaupun Oliv sudah berteriak memanggil nama Devan tapi Devan sama sekali tidak menghiraukan Oliv. Devan justru mengandeng tangan Alin dan masuk kedalam kamar tadinya rencana mau nongkrong di restoran tidak jadi gara-gara Oliv.


Setelah Devan dan Alin sampai di dalam kamar hotel mereka memelih istirahat saja karena besok Alin pengen jalan-jalan.


Setelah Oliv kembali ke hotel Oliv langsung menghamburkan barang-barang yang ada didalam kamarnya, namun tiba-tiba entah dari mana bingkai foto maminya terjatuh tepat di kaki Oliv dan pecah kacanya, membuat Oliv terkejut karena seingat Oliv dia tidak perna membawah bingkai foto maminya, memang waktu Oliv dari kota A sengaja membawah bingkai foto maminya biar nanti kalau rindu bisa lihat fotonya.


Tapi Oliv tinggalkan di kamar hotel Indri seingat Oliv tidak membawahnya kedua, kenapa ada dan bahkan sudah pecah hal itumembuat Oliv tiba-tiba takut terjadi sesuatu dengan maminya. Apalagi sekarang maminya masih sakit belum tahu sudah sembuh atau belum.


"Mami....kenapa ya tiba-tiba perasaan ku tidak enak sama mami," Oliv mengambil sisa fotonya itu dan memeluknya di dada nya" semoga ini hanya perasaan ku saja, mami pasti baik-baik saja tapi aku telpon papi dulu tanya kabar mami, nanti setelah pulang dari sini baru aku datang kesana lihat mereka."


Oliv mengambil hpnya dan segerah menghubungi nomor telpon maminya tapi sayangnya sudah tidak aktif, Oliv masih berusaha menghubungi lagi ke nomor telpon papinya namun masuk tapi di tolak dan setelah Oliv telpon lagi ternyata sudah tidak aktif.


Oliv dapat perlakukan begitu langsung frustasi, dia jauh-jauh datang dari kota A menyusul Devan ke Dubay, tapi bukannya mendapatkan sanjungan atau perhatian justru mendapaykan perlakuan kasar dari Devan dan Alin bahkan tidak ketinggalan pengawalnya.


"Aduh....kenapa sih nomor mami tidak aktif, papi juga tadi aktif mala di tolak sekarang justru tidak aktif sama sekali, ada apa sih aku telpon siapa lagi coba, ah lebih baik aku telpon Cinta saja deh Cinta kan dekat disana jadi pasti tahu lah"


Kamu tidak tahu Oliv kalau ibu kamu itu sudah meninggal jadi papi kamu dan Cinta bantu urus mami mu, Cinta dan keluarga dari James datang dan membantu membereskan rumah mami kamu, walaupun kamu jahat sama James tapi keluarga James tidak menyimpan dendam.


Cinta sampai rela tidak menjemput orang tuanya di bandara dan hanya sopir aja yang pergi jemput hanya karena membantu mengurus rumah bersama pak RT dan warga setempat.


Karena Cinta tidak kunjung balas akhirnya Oliv tertidur di ranjang karena sudah cape. Dalam tidur Oliv seperti di sebuah hutan belantara Oliv sangat ketakutan namun tiba-tiba sebuah tangan yang sangat lembut menyentuh bahu Oliv sembari berkata.


"Nak....kamu ngapain disini" ujar wanita itu dengan lembut, Oliv terkejut dan menoleh kebelakan ternyata disitu ada maminya dengan mengunakan gaun putih menatanya sedih.


"Mami"?ujar Oliv.


"Nak pulanglah bukan disini tempat mu, namun kamu harus ingat pesan mami, bertobatlah jangan mengejar apa yang tidak perlu kamu kejar dan jangan mengambil apa yang tidak perlu kamu ambil, mungki setelah ini ada banyak orang yang membencimu dan menghujatmu, tapi jika kamu bertobat kamu akan menjadi kesayangan banyak orang, jaga diri mu baik-baik mami pergi dulu satu hal lagi yang perlu kamu ingat James itu adalah pria baik-baik yang sangat mencintaimu.


Namun karena sikap kamu dia sudah .elupakkanmu dan memilih wanita lain yang menurutnya sangat baik semoga kamu tidak menyesal nak karena telah menyia-nyiakan prian sebaik nak James dan tolong jangan nganggu Devan lagi kalau tidak kamu mendapatkan masalaj besar..maaf ibu pergi"


Tanpa mendengar balasan dari Oliv maminya langsung menghilang, membuat Oliv berteriak ketekutan.


"Mami.....huss...husss! Astaga aku mimpih ternyata, kayak benar mimpi ku aja...sudah jam berapa ya, astaga sudah jam sebelas malam" gimam Oliv.

__ADS_1


*******


Kita kembali ke kota B, setelah kepergian Oliv sorenya sekitar jam lima Indri dan Bara di kejutkan dengan kabar dari papinya Oliv, bahwa maminya Oliv sudah meninggal di rumah sakit, karena meninggalnya sudah sore jadi tidak mungkin malam itu langsung di makamkan jadi rencana besok dari rumah sakit setelah di sholatkan langsung di makamkan, mendengar itu Indri merasa sangat terpukul karena Indri dan Barra kenal dekat dengan maminya Oliv.


Dreeetttt.....dreetttt.


"Bar...papinya Oliv telpon loh gua ngomong apa ya kalau om Kim tanya Oliv dimana?" Tanya Indri bingung karena kebetulan Indri lagi duduk berdua sama Bara.


"Ya sudah kalau lo nggak tahu mau ngomong apa sini biar gua yang ngomong sama om Kim, angkat aja siapa tahu penting sekalian kita tanya bagaiman kabar maminya Oliv sudah keluar dari rumah sakit belum." Ujar Barra.


Indri langsung angkat telpon dari om Kim, tapi tidak langsung berikan kepada Barra, namun Indri langsung bicara dengan pak Kim.


"Hallo om....maaf om sekarang Oliv tidak ada di sini Oliv ada pergi" ujar Indri karena pikir pak Kim menelpon Indri itu palingan menanyakan kabar Oliv.


"Hallo nak, saya telpon bukan mau menanyakan anak itu, saya sudah tidak punya anak lagi nak, anak saya sudah meninggal dan sekarang saya tidak punya anak pagi. Saya telpon karena saya hanya mau memberitahu kamu dan nak Barra kalau tante kalian sudah ninggal tadi jam lima dirumah sakit, namum sebelum istri saya meninggal dia berpesan untuk mengucapkan terimah kasih dan ada satu pesan yang ingin saya sampakan kepada kamu dan nak Barra tadi setelah selesai pemakaman nanti besok"


Deg.....!


Jantung Indri berdegup kencang saat mendengar berita meninggalnya ibunya Oliv, Indri saja sangat terpukul mendengar berita itu sedangkan Oliv sebagai anak kandung justru tidak tahu dimana rimbahnya. Indri diam beberapa saat dan setelah itu Indri menyekah air matanya dan kembali berbicara.


Dengan Tenang Indri bertanya sudah hubungi Oliv belum, Indri tidak peduli dengan perkataan pak Kim yang mengatakan kalau pak Kim tidak memiliki anak lagi, mau bagaimana pun Oliv adalah anal satu-satunya jadi harus dia harus tahu.


"Maaf om apakah om sudah menghubungi Oliv, apakah Oliv sudah tahu soal ini" Tanya Indri.


"Nak sudah saya bilang itu tidak penting untuk apa menghubunginya dia yang menyebabkan maminya meninggal jadi tidak perlu beritahu dia, sampai kapan pun saya tidak akan memaafkan anak itu." ujar Pak Kim


"Berarti besok baru di makamkan ya om, baiklah kalau begitu makasih informasihnya om" ujar Indri.


Indri langsung mengakhiri panggilannya tapi air matanya tidak berhenti mengalir, Indri kembali mengenang kebaikan maminya Oliv yang begitu lembut dan baik kepadanya. Namun sekarang justru saat dia meninggal putry satu-satunya tidak ada bersananya.


"In kamu kenapa sih setelah angkat telpon dari om Kim diam aja sambim menangis ceritakan dong" tanya Barra.


"Bar...lo tinggal aja ya disini gua harus berangkat sore ini juga ke kota A maminya Oliv sudah meninggal jadi besok baru di makamkan kasian om Kim Bar gua nggak tahu kenapa samit banget perasaan ini, gua mau ikut memakamkan tante Kim Bar kalau lo nggak mau ikut biar gua aja, lo jaga hotel. Gua sudah boking tike jadi setengah tujuh pesat berangkat ini sudah setengah enam kurang gua harus ke bandara." ujar Indri.


"Gua juga ikut biar kita sama-sama saja, Tante Kim dari dulu sangat baik sama kita jadi biar kita kesana saja untuk mengantarkan ke tempat peristirahatan yang terakhi." ujar Barra ternyata Indri juga sudah menghubungi James jika Indri dan Bara akan pergi ke kota A untuk mengikuti pemakaman maminya Oliv jadi James juga terkejut karena baru mendengar pada akhirnya James juga mau ikut karena kesempatan sekalian kenalin Indri ke keluarga besar James.


Indri dan Barra pakek pakian yang ada di badan saja mereka asal masukan beberapa potong pakian dan masukan kedalam koper dan berangkat ke bandara Indri sudah janjian dengan James bertemu dengan Indri di bandara, padahal Barra belum tahu jika James dan Indri sudah pacaran. Indri tidak peduli apa kata Barra nanti juga Barr mengerti siapa suruh tidak menjaga perasaan Indri.

__ADS_1


__ADS_2