
Oliv benar-benar syok mendengar perkataan Indri...sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Oliv tidak menyangka perbuatannya merugikan banyak orang tapi tiba-tiba Oliv menyalakan Bara dan Indri, hal itu membuat Indri marah karena menurut Indri Oliv tidak tahu diri dan egois.
"A....apa lo bilang In...nyokap gua sakit dan masuk rumah sakit kapan In? Kok bisa nyokap masuk rumah sakit lo berdua ceirta ane-ane apa ke nyokap sampai begitu jawab dan kenapa lo berdua baru bilang sekarang kenapa nggak dari tadi keterlaluan lo ya katanya sahabat tapi bisa-bisanya lo memperlakukan gua begini" teriak Oliv.
"Hahaha....apa lo bilang? kenapa gua dan Bara tidak memberitahu lo? Dan memangnya hp lo aktif dan apa peduli lo kalau gua dan Bara beritahu lo, kenapa lo kanget karena nyokap lo masuk rumah sakit? Atau lo mau tahu kenapa nyokap lo masuk rumah sakit hehehe....lucunya ada ya seorang anak tidak tahu orang tua nya lagi sakarat di rumah sakit dan datang hanya menyalakan orang lain tapi nggak intropeksi diri. he Liv, seharusnya gua yang nanya ama lo, selama ini lo anggap kita berdua ini apa.
Perna nggak lo jujur sama kita, gua dan Bara tidak seburuk yang lo pikirkan dari tadi kita menunggu lo disini dengam cemas tapi kita tidak beritahu bokap lo, justru bokap dan nyokap lo tahu sikap busuk lo dari media paham lo jadi jangan asal nuduh ya, nyokap lo pingsan setelah melihat berita tentang kebodohan lo di media seosial, orang tua siapa yang tidak syok melahat kelakuan buruk anaknya, jadi lo jangan seenaknya nyalahin kita berdua." ujar Indri.
"Terus kenapa dari tadi lo berdua nggak beritahu gua setelah gua sampai disini tapi justru lo berdua diam aja, katanya sahabat tapi sikap lo berdua tidak menunjukan sebagai sahabat yang baik, apa sebenci itu lo berdua sama gua" bentak Oliv.
"Jangan ngerasin suara lo seoalah-olah lo yang paling benar Liv, dari tadi sore lo pergi apa lo pamit pada kita berdua kalau lo mau pergi kemana? nggak Liv...waktu lo keluar dari hotel gua udah disini tapi lo hanya bilang mau keluar sebentar tapi nggak bilang mau kemana, jujur gua ama Bara juga terkejut saat melihat berita itu, sekarang lo hamil nggak tahu anak siapa dan nyokap lo sakit di rumah sakit, jadi lo bisa nggak pulang ke sana untuk minta maaf secara langsung.
__ADS_1
Kalau lo mau gua bisa boking tiket buat lo pakek uang gua sendiri nggak apa-apa gua Iklas, dan lo bisa pulang besok tapi kalau lo nggak bisa lakuin itu mendingan berhenti sok kaget dan syok karena itu basi, sekarang gua lepas tangan Liv gua capek bicara panjang lebar ama lo yang nggak mau mendengar nasihat siapapun, serah lo deh gua nggak ambil pusing kalau lo butuh sesuatu boleh lo bilang ama gua, mau gimana pun gua dan Bara tetap sahabat lo jadi kalau lo butuh sesuatu yang penting yang bisa kami bantu ya jelas kami bantu tapi untuk hal lain maaf gua nggak bisa nggak tahu ya Bara mungkin bisa." Ujar Indri
Oliv terdiam sejenak menyimak perkataan Indri apakah dia pulang atau tetap disini, kalau dia pulang pasti papi maminya tidak akan ijinkan dia kembali lagi, dan usahanya untuk menjadi nyonya Devan gagal apa lagi dia sudah terlanjur sia-sia semua padahal dia sudah terlanjur menangung malu.
In, lo dengan Bara kenapa sih marah-marah terus ama gua, lagian gua nggak salah dong nanya kenapa lo berdua nggak ngabarin gua atau ngomong dari tadi kalau nyokap gua masuk rumah sakit itu kenapa lo berdua ngegas begitu heran deh, terserah lo berdua mau bilang apa gua nggak peduli tapi gua juga nggak bisa pulang, gua udah terlanjur lakuin ini semua jadi gua harus tuntaskan"
"Serah lo deh Liv mulai sekarang lo urus diri lo sendiri aja, gua nggak peduli mau lo cungkir balik juga itu urusan lo maaf jika gua kasar ama lo karena gua sayang ama lo, parcuma ngomong ama lo juga nggak masuk di otak lo gua cape Liv...capek" ujar Indri langsung bangkit dari duduknya dan gegas masuk kedalam kamar dan istirahat. Memang benar kata Indri cape kalau bicara sama Oliv nggak nyambung
"Liv maaf ya jika lo nggak mau berubah silahkan itu urusan lo gua nggak maksa lo, tapi lo harus ingat Liv suatu saat nanti jika terjadi apa-apa sama lo gua nggak mau ikut campur dengan urusan lo. Papi mami lo semenjak lo satang kesini mereka udah percayain lo ke kita berdua untuk menjaga dan menasihati lo, tapi parcuma lo nggak perna mau mendengar jadi semua,sudah terlambat lo udah begini sedangkan nggak yang mau tanggung jawab, justru pria yang tulus mencintai lo, tapi lo mengejar suami orang berhenti dengan kegila,an itu." Ujar Bara langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Oliv menyusul Indri.
"Lihat saja kamu perempuan licik semua ini gara-gara kamu akan aku hancurkan hidupmu nanti ya, Bar, In maafin gua ya, gua tahu lo berdua marah bukan karena membenci gua tapi lo berdua sayang ama gua, pih, Mih. Maafin Oliv yang sudah membuat papi dan mami kecewa Oliv tahu Oliv salah tapi semua sudah terlanjur jadi Oliv nggak bisa berhenti begitu aja sehat ya mih maafin Oliv" gumam Oliv dalam hati sambil terisak.
__ADS_1
Sedangkan Bara dan Indri walaupun marah tapi tetap saja mereka kuatir sama kondisi Oliv.
********
Keesokan harinya di sebuah kamar hotel milik pengantin sudah jam delapan tapi kedua pengantin belum bergerak dari tempat tidur masih setia berpelukan efek semalam mereka lembur berusaha menjadi Devan junio paling.
Sekarang di meja makan semua keluarga sudah berkumpul tapi kedua pasuntri belum unjuk muka padahal mau sarapan bersama.
"Mari kita sarapan bersama jangan saling pandang saya tahu apa yang ada di pikiran kalian semua, jangan kalian menunggu kedua anak ku karena mereka pasti semalam lembur untuk mencari cucu untuk ku semoga cucu ku cepat launcing, sudah tidak sabar." Ujar bu Asta langsung di sambut tawa oleh semua.
"Loh kok launcing si bik, memangnya barang jadi launcing, palingan kakak Devan dan kakak ipar cape karena acara semalam lagian namanya juga pengantin baru jadi biarkan saja mereka istirahat dulu, nanti kalau sudah lapar bangun juga mereka" ujar Nena.
__ADS_1
Semua orang saling pandang karena perkataan Nena, tapi bu Neska tidak tahu mau bilang apa sehingga dia diam saja, sambil tersenyum.
"Ya sudah kita duluan saja biarkan nanti aku menyuruh pelayan mengantarkan makanan ke kamar mereka, kalau sudah bangun benar kata Nena mungkin mereka lagi kecapean karena lembur semalam jangan nganggu mereka dulu biarkan mereka istirahat." ujar bu Neska.