
setelah selesai acara Akhirnya semua tamu undangan menikmati semua hidangan yang sudah di sediakan oleh keluarga kedua belah pihak ada, sedangkan devan alin, yora dan leo mereka masih berdiri di tempat.
Tak lama pak Roi dan sang istri datang menghampiri mereka dengan senyum mengembang karena mereka merasa ini suatu kehormatan bagi mereka, karena devan turut hadir di acara spesial mereka.
"Malam Tuan muda devan dan nona alin terimakasih sudah mau hadir di acara ini." ujar pak roy sopan
"Malam juga tuan Roi, dan sama-sama selamat karena sebentar lagi tuan dan nyonya sudah mendapatkan menantu idaman" ujar devan membuat orang tua jhovan senyum aja.
"Selamat tante om atas tunangan jhovan dan saras, semoga mereka bahagia" ucap alin mengulas senyum
"Makasih nona alin." ujar mereka kompak
"Silakan mencicipi semua hidangan yang ada, tuan muda devan dan nona alin." ujar bu anita di sambut senyum oleh keempat sejoli itu.
Namun tak lama pak donal dengan bu ratna beserta saras, jhovan gak ada karena lagi sibut bercerita dengan taman-teman bisnis.
Mereka menghampiri keempat sejoli itu, dengan senyum mengembang di bibir mereka "Malam nak devan dan nak alin, dan teman nya makasih sudah datang ini suatu kehormatan untuk kami". ujar bu ratna dengan senyum
"Sama-sama" ujar devan sekilas kalau alin diam seribu bahasa gak ada ucapan sama sekali dari mulutnya, dan memasang wajaj tak bersahabat.
"Nak alin apa kamu gak ucapin selamat untuk adek kamu saras? atas pertunangan mereka, atau karena kamu sakit hati nak karena jhovan lebih memilih saras di banding kan milih kamu" ujar bu ratna .
"Maaf nyonya ratna saya dari kecil hidup sebatang kara, setelah mama tercinta saya meninggal jadi maksud nyonya adek saya yang mana ya, dan saya sakit hati karena tunangan saya di ambil"?
"Hahahaha ternyata nyonya ratna suka bercanda ya, apa nyonya gak lihat kalau calon suami saya jauh lebih sempur dari pada itu, bahkan sangkin sempurna nya saya tahu ada yang mengincar nya bahkan merencanakan siasat murahan."
Pak donal yang mendengar penuturan alin pucat pasih. Namun berbedah dengan saras sontak ia gandeng tangan devan refleks devan mendorong saras hampir sedikit jatuh untuk segera di tangkap oleh pak donal.
"Nona saras tolong jaga sopan anda, jangan sembarangan menentu saya, karena saya sangat phobia dengan perempuan kalau bukan calon saya. Oh ya saya perna kan berjanji akan kasih nona saras hadia kan ini nanti hadia istimewa ini sampai seumur hidup takan kamu lupakan."
__ADS_1
Tiba-tiba MC kembali berbicara kalau, kata nya malam ini ada tontonan special untuk pasangan baru tunangan.
Karena para tamu undangan belum ada satu pun yang pulang, akhirnya mereka semua kembali melihat ke depan tiba-tiba ada layar lebar di depan menanyangkan sebuah video yang sangat menjijikan.
Di dalam video itu terlihat jelas wajah jhovan dan saras di sebuah Apartement. Sontak semua tamu undangan yang tadi memuji jhovan dan saras, sekarang berbalik tamu undangan mencibir dan mereka menatap jhovan dan saras dengan penuh jijik dan intimidasi .
Stoooooppp, hentikan itu.... teriak saras dan jhovan bersamaan karena sekarang mereka berdua sangat panik dan ketakutan.Sedangkan baik pak donal dan pak roy beserta istri mereka benar-benar syok tak menyangka kalau anak mereka ternyata sudah mencoreng nama baik mereka melihat tanyangan malam ini.
Sedangkan baik jhovan mau pun saras sudah ketakutan, pak donal sudah gak tahan emosi nya ia maju kedepan dan
Pakkkk pakkkkk!!!
Tamparan bolak-balik dari pak donal seketika membuat saras kaget dan tersungkur ke lantai, dengan badan gementar dan ketakutan, pak Donal berbalik dan menoleh ke sang istri yang berdiri mematung di belakang pak Donal dengan wajah begitu pucat pasi.
Urus anak kamu yang menjijikkan ini, itu kan yang kamu ajarkan, bu ratna yang mendengar perkataan pak donal rasa nya sakit banget hati nya, ia berpikir sekarang aja pak donal belum tahu siapa saras, bagaimana kalau samapai sang suami tahu.
Ia melihat sang anak yang tersungkur di lantai bu ratna berusaha menenangkan anak nya, sebenarnya bu ratna juga sudah emosi tapi ia tahan karena saraa sudah di hajar sama pak donal jadi nanto sampai rumah aja pikir nya.
" Iya aku juga loh gak percaya padahal orang tua mereka bisa di bilang terpandang tapi ternyata anak-anak nya berz**na" jawab sih B
"Murah sekali perempuam itu" lanjut sih C
"Padahal belum juga ada ikatan loh, jangan-jangan perempuan nya yang ganjeng" jawab sih B
"Eh kalian tahu gak aku loh perna dengar rumor tentang perempuam ini, sih saras kan nama nya, kalau ternyata tunangan nya ini adalah mantan tunangan dari kaka tirinya, jadi dia merebutnya trus kaka tiri nya itu di fitnah akhirnya di usir dari rumah." ujar sih C
"Ah masa sih kok aku baru dengar" tanya sih A
"Iya itu benar aku juga dengar dari papi aku." jawab si B
__ADS_1
Cibiran dan cacian terlontar dari mulut para undangan, membuat keluarga pak roydengan pak donal malu.
"Ya ampun ternyata seperti ini ya kelakuan anak nya jeng ratna, saya pikir dia gadis baik-baik loh padahal gadis ganjeng." ujar teman bu ratna
"Hmmm apa lagi saya jeng kaget tahu gak percaya padahal selama ini kelihat gadis yang alin ya jeng". ucap teman yang lain
Pak roy datang menghap jhovan dan.
Buuuuukkk bukkkkkkkkk!!!
Tinju melayang di pipi dan bibir jhovan sampai berdarah, "Anak kurang aja kamu bikin malu papa aja". ujar pak roy
"Pak sudah bisa mati anak kita" ujar bu anita menahan suami nya
Sedangkan dari tadi baik devan maupun alin dan yang lain menyaksikan pertunjukan itu dengan senyum. "Ini baru permulaan kehancuran kalian" ujar alin
Alin melepaskan gegaran tangan nya dari devan dan berjalan ke depan ia menghampiri, pak donal dan berbisik di telinganya" Tuan donal, ternyata seperti ini kelakuan putry anda yang anda selama ini bangga-banggain ya, gak nyangka serendah itu, semoga bahagia ya tuan.
pak Donal yang mendengar itu membeku gak bisa berkata-kata sedangkan alin sudah berlalu dan mendatangi daras dan ratna yang masih duduk di bawa.
Senyum sinis di wajah ia duduk mensejejerkan tubuh nya dengan daras dan ratna dan mendekatkan wajah nya ke mereka.
"Hay nona Saras dan nyonya ratna bagaimana rasa kado istimewa yang saya berikan, mantap kan, ingat ini belum seberapa dan ini juga baru permulaan.
Jangan main-main dengan saya, dan untuk anda nyonya ratna nanti bagian anda akan menyusul mungkin lebih menyakitkan dari pada ini.
Setelah berkata demikian alin bergegas pergi ia gak peduli panggilan dari ratna dan daras.
Alin menghampiri ketiga orang yang berdiri mematung di tempat dari tadi setelah alin sampai ia langsung mengajak mereka pergi" Yul kita pergi." ujar alin
__ADS_1
Namun langkah davin terhenti saat di tahan oleh seseorang