
Sedangkan Saras yang sedang duduk termenung didalam ruang sempit itu terkejut saat di panggil oleh seorang sipir.
"Bu Saras ada kunjungan untuk anda" Saras antara senang atau sedih senang karena Saras yakin yang dstang it adalah Jhovan, teryata Jhovan masih mau datang memenuhi permintaannya walaupn Saras tahu Jhovan datang dengan terpaksa dan sedih karena Saras sudah tidak punya hubungan lagi dengan Jhovan.
"Oh baik bu." Ujar Saras langsung bangkit dari duduknya dan mendekati pintu penjara langsung di buka oleh bu sipir dan membawah Saras menemui jhovan, saat Saras mendekat Jhovan menatap Saras dari ujung kaki sampai ujung rambut, Jhovan begitu terkejut melihat perubahan yang terjadi pada diri Saras Jhovan tidak menyangka Saras jadi begini.
"Mas, kenapa milihat Saras kayak gitu, Saras sudah sangat jelek ya, maklum lah mas kalau didalam penjara mana ada perawatan, ya seperti ini lah kondisiku mas sangat prihatin tapi saras sudah menikmati "
"Ras kamu apa kabar kenapa kondisi kamu sangat prihatin begini, kamu kok gemuk sekali dulu badan kamu yang sangat cantik itu kemana,"
"Kabarku ya seperti yang mas lihat saat ini sangat memprihantikan mas, akhirnya mas datang juga Saras pikir mas tidak mau datang" ujar Saras tenang.
"Bagaimana aku tidak datang, sedangkan kamu bikin penasaran, sekarang aku sudah datang apa yang ingin kamu bicarakan" tanya Jhovan
"Baiklah mas, sebenarnya Saras tidak ingin hubungi mas lagi karena kita tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, oh, ya mas sudah menikah"?
__ADS_1
"Belum lah memang mau nikah sama siapa ngaur saja kalau bicara" ujar Jhovan
"Ya siapa tahu mas sudah kembali dengan mbak Alin kita tidak tahu, mas sebenarnya ada yang mau Saras bicarakan sama kamu mas, sebenarnya waktu kita tunangan itu Saras sudah hamil mas tapi Saras tidak mau beritahu mas, jadi sekarang perut Saras sudah memasuki lima bulan mas, Saras tahu kita tidak mungkin bersama karena bisa jadi mas sudah punya pasangan, tapi anak ini darah danging kamu mas tolong rawat dia bawah dia kerumah setelah Saras melahirkan mas, bawah dan rawat dia ya jangan buat dia kekurangan kasih sayang dari papanya."
"A...apa...kamu gila ya Saras sejak kapan kamu hamil kok tidak bilang sama aku waktu itu, kalau kamu itu lagi hamil kenapa justru kamu diam sih, jadi kamu sembunyikan ini dari aku selama ini Sar, kenapa kamu lalukan itu"?
Jhovan benar-benar terkejut dengan pengakuan Saras karena selama ini Saras tidak perna cerita apapun apalagi soal hamil, sampai dia di tangkap dan disidang Saras tidak bicara apa-apa dan sekarang baru Saras bicara.
"Mas boleh kamu membenci Saras karena kesalahan Saras tapi tolong jangan benci anak yang ada didalam kandunganku karena anak ini ada atas dasar kemuan kita berdua, dia tidak berdosa mas tolong jaga dia setalah Saras selesai melahirkan datang jemput dia jika suatu saat kamu sudah mendapatkan pengantiku semoga dia mau merawat dan menyayangi anak ini mas"
Jhovan terharu dengan perkataan Saras banyak perubahan terjadi dalam diri, Saras dari penampilan hingga sifatnya yang dulu suka memaksa untuk Jhovan menikahinya, sekarang justru lebih tenang dan bahkan Saras Iklas jika Jhovan menikah dengan wanita lain asal menyayangi anaknya nanti.
"Hahaha....buat apa Saras harus cemburu mas sedangkan kita juga sudah tidak ada hubungan, Saras juga masih lama di penjara jika Saras dapat remisi juga palingan satu tahun atau dua tahu, memangnya mas mau menunggu Saras sampai keluar tidak mungkin kan, apalagi om dan tante juga tidak mau menerima Saras lagi jadi untuk apa Saras harus cemburu, Saras iklas kamu menikah dengan wanita yang kamu mau mas tapi jangan sampai dia tidak menyayangi anak ini lagia belum lahir juga tolong pulang dan beritahu om dan tante terus bagaimana beritahu Saras ya."
"Jodoh itu di tangan Tuhan Ras jadi biarpun kita sudah putus tapi kalau kamu jodohku kita tetap bersama, begitu juga kamu lagian sekarang aku belum memikirkan untuk menikah dulu, kalau memang itu anakku aku bertanggung jawab Ras kamu tenang saja aku akan merawat dia dengan baik kamu jaga kondisi kamu ya biar anak kita sehat, nanti aku sering kesini antar susu untukmu biar kamu makin sehat. Kamu tenang saja aku tidak akan lepas tanggung jawab"
__ADS_1
Saras, terharu dengan perkataan Jhovan karena jarang seorang pria yang sudah memutuskan hubungan dengan wanita tersebut, bisa kembali perhatian dan mau bertanggung jawab penuh.
Saras sampai menitikan air mata biarpun dulu Jhovan cuek dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pertenungan mereka, tapi saat Jhovan tahu Saras hamil hatinya kembali luluh dan mau bertanggung jawab bahkan Jhovan kembali memberikan perhatian kepada Saras.
"Makasih banyak ya mas, sudah mau bertanggung jawab untuk menjaga anak kita nantinya, tapi Saras tidak berharap lebih mas, jika memang Tuhan tidak takdirkan kita bersama tidak masalah yang penting mas bisa menjanga anak kita"
"Kamu sudah banyak beruba Ras tidak kayak dulu terlihat sombong dan angkuh, sekarang kamu lebih terkesan sudah iklas menerima semua yang terjadi dalam hidupmu"
"Ya mas, setelah didalam tahanan Saras menyadari kalau ternyata sifat Saras yang dulu dan apa yang ibu ajarkan kepada Saraa semua itu yang menghancurkan hidupku, mas boleh Saras minta sesuatu"?
"Apa itu Ras, jika aku bisa bantu aku akan lalukan tapi kalau tidak bisa aku mungkin mengabulkan permintaanmu"
"Saras pengen minta maaf sama ayah dan mbak Alin, Saraa tahu tidak semuda itu mereka mau memaafkam Saras apalagi mbak Alin peebuatan Saras sudah sangat fatal tapi sekarang Saras sudah menebus semuanya, setelah sidang putusan jangankan mbak Alin, ayah saja tidak perna menjenguk Saras apakah mas tahu kabar dari ayah"
Jhovan menghela napas dengan kasar, karena Jhovan tahu pak Donal sakit parah dan bahkan saat ini pak Donal masih di rumah sakit, Jhovan tahu dari ayahnya entah dari mana ayahnya tahu kalau pak Donal sakit.
__ADS_1
"Ras sebenarnya bukannya om Donal tidak mau menjenguk kamu tapi om Donal sakit parah, bahkan saat ini om Donal masih dirawat di rumah sakit, karena waktu kalian di tangkap dan pas sidang itu sebenatnya om Donal sudah sakit tapi om Donal tidak mau beritahu siapapun, setelah putusan dari pengadilan aku sempat datang berkunjung kesana mendapati om Donal sakit. Tapi kamu tidak perlu kuatir sepertinyacAlin sudah berbaik dengan om Donal sehingga saat ini Alin yang merawat om Donal "
"Jadi selama ini ayah sakit ya Tuhan pantas saja tidak perna datang menjenguk Saras tapi biarpun ayah tidak sakit pasti ayah juga tidak mau datang" gumam Saras dalam hati"