Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
152


__ADS_3

Setelah Oliv selesai makan dia langsung masuk kedalam mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan restoran, membuat James menarik napas panjang tinggal sedikit lagi ketahuan kalau James tidak ngumpet di belakang kedua pasangan itu, mungkin hari ini hari paling sial untuk James karena dapat tangkap basah oleh Oliv tapi untung hari ini masih hari keberuntungan bagi James jadi tidak sampai ketahuan oleh Oliv.


"Syukur aku tidak ketahuan kalau aku ketahuan bisa ngawat, tapi kenapa setelah Oliv pergi aku kok merasa tidak iklas begitu ya pengen bawah dia kembali kesini untuk selalu dekat dengan aku di hotel ini tapi biarlah nanti kapan-kapan baru ketemu lagi" gumam James dalam hati


Oliv dalam perjalanan pulang ke hotel tapi pikirannya tidak aman, karena belum ada kabar dari Indry dan Bara. Sampai sekarang nomor kedua sahabatnya itu belum kunjung aktif membuat Oliv kuatir.


"Segitu marahnya Bara dan Indry sama aku sanpai mereka menatikan hp mereka gila benar deh, tapi mungkin mereka sangat kuatir juga sama aku makanya mereka marah wajar aja sih biarlah nanti sore mereka pulang kerja aku minta maaf sama mereka berdua, aku juga tidak sadar kalau ternyata Devan belum puas dan kembali datang lagi.


Aku harus bicara baik-baik dengan mereka supaya mereka tidak menelpon papi dan mami atau sudah kali ya, kalau sudah tidak mungkin mami tidak telpon aku" hampir satu jam perjalanan ke hotel akhirnya Oliv sampai juga untung Oliv punya kartu untuk bisa masuk kedalam kamar hotel, teryata Indry sudah pergi kerja dalam pikiran Oliv Indry dan Bara itu pergi kerja dan sore baru mereka berdua pulang, Oliv tidak tahu kalau ternyata Bara dan Indry rencana tidak pulang ke hotel dan mereka nginap di tempat teman masing-masing.


"Indry orangnya sangat bersih sifatnya parsis kayak Cinta, oh ya Cinta apakabar ya, kenapa Cinta tidak ada kabar sama sekali ya biasanya dia telpon aku kalau tidak wa tapi tumben dia tidak hubungi sama sekali, apakah dia masih marah sama aku sehingga dia tidak hubungi aku, jangan sampai Cinta benaran marah deh sama aku hanya Bara, Cinta dan Indry adalah teman ku masa aku buat mereka marah si, ah aku telpon Cinta dulu biar kalau Cinta benaran marah biar aku minta maaf saja sama dia."


Oliv mengambil hpnya dan rencana telpon Cinta namun sudah dua kali Oliv telpon tapi sama sekali tkdak di angkat oleh Cinta membuat Oliv sedih karena sahabatnya mulai abaikan.

__ADS_1


"Semarah itu kah Cinta sama aku sampai tidak mau mengangkat telpon dariku apakah aku kelewatan kemarin waktu bicara dengannya sehingga dia marah, tapi kenapa dia lebih membela perempuan itu dibanding aku padahal Devan juga kencintai aku, kenapa saat aku hampir mencapai tujuan yang aku mau justru semua sahabatku menjauhiku, apa aku tidak berhak bahagia dan tidak berhak mendapatkan apa yang aku mau, salah aku dimana coba.


Tujuan aku kesini karena memang ingin ketemu dengan Devan sekarang Devan sudah dalam pelukan aku justru sahabatku yang mulai tidak peduli, mana lagi nomor Indry dan Bara tidak aktif atau aku kirim pesan aja kali ya ke Cinta minta maaf, ah sudah lah kalau memang mereka tidak peduli sama aku tidak masalah yang penting keinginan aku mendapatkan Devan sudah didepan mata."


Oliv tidak jadi kirim pesan ke Cinta karena Oliv merasa tidak perlu sahabat lagi, sekarang Oliv sudah punya Devan jadi tidak masalah kalau tidak punya teman, Oliv hanya senyum-senyum saja sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil main hp dan melihat-lihat sosial medianya.


Namun mata Oliv tertujuh pada sebuah berita yang menarik perhatian Oliv. Memang Oliv tahu Kalau Devan akan segerah menikah dengan Alin tapi belum tahu kapan dan tempatnya dimana karena masih rahasiakan oleh keluarga Devan.


"Loh...loh kok Devan menikah dalam waktu terdekat apa iya kok bisa, apa aku tidak salah lihat ini Tuan muda Devan akan segera menikah dengan wanita yang sangat di cintainya, dalam waktu terdekat ini tapi nama wanitanya tidak di sebutkan dalam berita ini lagi kok aku jadi penasaran ya jangan-jangan aku yang di maksud wanita yang di cintainya, buktinya dia tidak menyebutkan nama perempuan itu kalau memang benar perempuan itu adalah calon yang akan Devan nikahi seharusnya ada namanya dong dan tidak perlu dirahasiakan lagi toh semua publik sudah tahu juga.


"Bosan juga ternyata di dalam kamar terus tadi sudah mandi dan sudah makan juga sekarang mau ngapain lagi ya aku telpon Devan aja kali ya, atau jangan deh nanti menganggu dia lagi kerja di kantor. Aku telpon mami aja deh selama disini jarang telpon." Gumam Oliv.


Oliv langsung telpon mami nya dan ternyata langsung di angkat.

__ADS_1


"Hallo nak bagus lah kamu telpon soalnya mami kuatir karena Indry telpon tapi karena mami ada acara jadi tidak sempat angkat, tadi mami telpon balik ternyata nomor Indry tidak aktif mami pikir kamu kenapa-kenapa disana makanya Indry telpon, kamu tidak kenapa-kanapa kan nak"?


"Deg.....! Jadi Indry benaran telpon mami berarti pesan Indry itu tidak main-main bisa gawat kalau begini mami bisa marah besar." Gumam Oliv dalam hati


"Nak..kamu dengar mami kan"? tanya ibu nya Oliv.


"Ah iya mami, Oliv dengar mungkin Indry salah pencet kali mih, soalnya Indry lagi ke kantor. Mami dan papi apakabar sehatkan"? Tanya Oliv.


"Oh, kirain ada yang ingin Indry sampaikan, mami dan papi sehat nak. Kamu juga sehatkan jaga kesehatan disana ya jangan buat masalah kasian teman kamu Indry dan Bara, mereka sudag baik sama kamu tinggal sama mereka"


" Iya mih Oliv tidak buat masalah kok , baguslah kalau mami sama papi baik-baik saja jadi Oliv tidak kuatir lagi." Ujar Oliv.


"Nak kapan kamu pulang mami dan papi kamu kangen sama kamu pulang ya, nak nanti kalau ada waktu baru kesana lagi nak"

__ADS_1


"Nak ya mih, kalau sudah selesai Oliv pulang kok salam buat papi ya mih, mami jaga kesehatan ya jangan lupa isttirahat mih, nanti mami sakit."


Oliv terkejut saat tahu kalau Indri menelpon maminya.


__ADS_2