
Mam, biarpun sekarang banyak orang baik yang mengelilingi alin, baik bunda, devan dan keluarganya, tapi masih ada yang kurang di hati alin, kalau seandainya mam masih ada, mungkin mam, bisa menyaksikan kebahagiaaan alin, alin rindu mam. Gak terasa bulir bening jatuh begitu saja dari kelopak matanya,
Tiba-tiba devan kaget lihat alin menangis," Loh, sayang, kenapa nangis gitu, kamu gapapa kan sayang jangan buat saya panik dong."
"Gapapa sayang, saya hanya rindu sama mami aja, seandainya, mami masih ada pasti dia sangat bahagia menyaksikan anaknya menikah dengan laki-laki yang dicintainya, hihihiksss."
"Isstttt, sayang sudah jangan nangis lagi, aku gak suka gadis aku menangis, kita doakan mami bahagia disana, kalau kamu menangis terus begiti mami juga akan sedih disana. Amin."
"Sayang dimana kalau saya, antar kamu pulang aja ke apartement, biar kamu bisa istirahat, mungkin karena kamu lagi kecapean kan.
Karena besok kalau mama dengan tante Neska, sampai disini, pasti gak ada waktu untuk istirahat, lagian nih juga sudah jam dua sebentar lagi juga suda sore, jadi dimana, saya antar pulang aja. tanya devan
"Yaudah deh sayang, lagian yora juga ada di kamar jadi aku ada teman hak kesepian, memang sih badan juga terasa lelah."
Devan mutar balik mobil untuk antar alin kembali ke apartement, padahal mereka sudah di tengah jalan menuju kantor tadi, tapi karena devan kuwatir dengan kondisi alin, devan antar pulang alin biar istirahat.
Karena ini sudah siang menjelang sore jadi jalanan agak renggang, sehingga devan melajukan mobilnya dengan menambahkan kecepatan lebih dari biasanya.
Dengan menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit, hingga mobil devan berbelok ke area parkiran apartement, devan lansung keluar dan bukakan pintu untuk alin.
" Sayang masih mau mampir gak, atau mau lanjut aja, " tanya alin memastikan.
" memangnya gapapa sayang, kalau aku gak mampir dulu, soalnya masih ada kerjaan yang belum selesai, tapi saya janji deh, kalau pekerjaan cepat selesai nanti saya mampir".
" Yauda gapapa sayang, lain kali aja, kalau ada waktu, lagian besok juga kita ketemu juga." ujar alin terkeke,
" Oh, ok sayang, kalau gitu kamu masuk gih, baru aku pergi".Ujar devan menyuruh alin masuk terlebih dulu sebelum devan pergi.
Setelah devan, lihat kalau alin sudah masuk, barulah devan hidupkan mesin mobilnya dan melaju keluar dari parkiran apartement.
Namun belum juga jauh dari tempat alin tiba-tiba Hp devan berdering, tandanya telpon masuk, dengan kesal devan melirik ke hp yang dari tadi di simpan di sampingnya itu, ternyata nama oliv yang muncul.
" Cihhhh, muncul lagi Penganggu deh, untuk apa juga telpon gak karuan, untung jga alin sudah saya antar kalau gak salah paham dia. degan berdecik kesal
Dengan malas devan mengangkatnya.
__ADS_1
"Hallo, loh kamu kenapa sih telepon Mulu kayak kurang kerjakan."
"Hallo devan, akhirnya kamu angakat juga telpon dariku, kenapa waktu itu kamu tega tinggalin aku di bandara devan, masa sama sahabat sendiri sikap kamu seperti itu." ujar oliv, baru juga devan angkat duh dicerca dengan berbabagai pertanyaan.
"Liv, kamu sadar gak, bukankah dari awal aku sudah ingatkan kamu, biar gak usa datang, tapi kamu mala keras kepala, gak mau dengar ya, itu resiko lu lah liv." jawaban devan juga gak kalah menohok,.
" Aku kan hanya mau temani kamu devan kesana emang gak bisa?, lagian kamu kan belum punya Pacar, jadi apa salahnya pas acara besar kamu aku temanin."
Aduh perempuan ini susa sekali dibilangin, " gak usa liv aku gak butuh pendamping makasih ya, kamu sudah perhatian sama aku, tapi maaf mungkin mulai sekarang berikan aja perhatianmu itu ke pria yang yang kamu cintai jangan ke aku." ujar devan
"Dev, sebenarnya pria yang aku cinta itu kamu devan, jadi kemana lagi aku berikan perhatian, kalau bukan ke kamu," memang devan sudah mendungan soal jawaban oliv itu.
Karena devan malas mendengar gibahan oliv devan langsung, pamit aja, "liv maaf ya aku lagi sibuk jadi maaf aku matiin ya. " devan lansung matiin malas peduliin perempuan itu.
Devan langsung simpan hpnya dan melajukan mobilnya ke kantor.
******
Ditempat lain tepatnya di kantor Adibrata, seorang laki-laki paru baya sedang duduk di kursi kebesarannya, dengan berkas bertumpuk di mejanya, ya siapa lagi kalau bukan pak donal.
Sekarang perusahaan pak donal masih dalam kondisi stabil, karena devan belum bergerak masih menunggu selesai pertunangan.
Dan sertifikat yang ada dalam peti itu termasuk salah satu dari sertifikat butik itu. Jadi rencana alin mau ambil kembali semua yang menjadi miliknya dan maminya.
Pak donal sangking asyiknya periksa berkas, pak Donal tak mendengar ada ketukan pintu dari luar.
Tok tok tok,
"Masuk"
"Parmisi pak"
" Ada apa leo"
" Ini pak, soal bapak, yang menyuruh saya untuk menyelidiki kecelakaan nyonya laras pak." pak donal menautkan satu alinya
__ADS_1
"Terus ada hasilnya, kalau ada mana".
"Itu dia pak yang mau saya bahas, leo sengera menyodorkan amplop berwarna coklat".
"Apa ini, "tanya pak donal.
"Bapak buka aja nanti saya jelaskan." dengan tangan sedikit gemetar pak donal membuka amplop itu,
Dan pak donal keluarkan semua isi di dalam amplop itu dengan penuh tanda tanya, " Apa ini, laki-laki ini siapa"?
" Jadi gini pak, sebenarnya kecelakaan nyonya laras itu bukan murni kecelakaan tapi disengaja," ujar leo menjelaskan.
" M, maksud kamu apa leo? Maksud kamu istri saya kecelakaan karena ada orang yang sengaja mencelakainya, seperti itukah maksudmu?"
"Iya betul sekali pak, jadi orang yang sengaja mencelakai nyonya laras adalah laki-laki yang ada di dalam foto itu namanya adam."
" Kalau laki-laki ini yang mencelakai istriku terus motifnya apa leo, apa mungkin istri saya selingkuh, di belakang saya selama ini"?
"Pak sabar dulu, saya belum jelasin dengan detail, biar bapak mau tau siapa laki-laki, ini mungkin bapak langsung tanya sama nyonya ratna," jawaban leo sontak membuat pak donal kaget tapi juga penasaran.
" Kenapa saya harus tanya sama istri saya, hubunganya apa dengan laki-laki itu."
"Karena dia sepupunya nyonya ratna". Pak donal tercengang mendengar penuturan dari leo.
" Apa? Sepupunya ratna, tapi kok saya baru tahu kalau ratna punya sepupu, selama inikan ratna gak perna cerita."
"Justru itu pak, saya rasa nyonya ratna juga ada di balik ini semua."
" Kamu ada benarnya juga, tapi sekarang kita rahasiakan ini dulu tunggu semua bukti ada."
" Siap pak, Jadi gimana pak, apakah saya menangkap laki-laki ini dan membawanya ke polisi." Ujar leo minta pendapat pak donal
"Jangan kalau kamu selesai tangkap dia, jangan bawa dulu ke polisi, tapi kamu kurung aja di gudang kosong itu, kita interogasi dia dulu kalau gak mau ngaku baru kita mikirkan cara lain."
" Siap pak kalau seperti itu saya parmisi pak".
__ADS_1
"Silakan."
Leo keluar dari ruangan pak donal dan bergegas pergi, sedangkan pak donal masih sok dengan semua kenyataan yang dia ketahui sekarang padahal bukti belum akurat.