Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
149


__ADS_3

Karena teman Jhovan yang mempunyai ide menjebak Jhovan tidak terimah kalau ketiga temannya justru menyalahkan dan memojokannya, akhirnya mereka berantam didalam tahanan satu lawan tiga.


"Jadi orang jahat banget sih padahal Jhovan juga teman kita lihat deh sih Vino dia tidak ikutan menjebak Jhovan akhirnya dia dibebaskan oleh Jhovan sedangkan kita terkurung disini" ujar salah satu dari mereka.


"Iya, ini semua gara-gara kamy tahu tidak, nyesal aku mengikuti ide kamu yang ada mala mendapatkan kesialan bukannya membuat Jhovan malu justru kita yang malu"


" Loh..Kenapa hanya saya yang kalian salahin?. Maksud apa kalian bertiga bicara begitu siapa suruh kalian mengikuti apa yang aku katakan, kalian yang bodoh mau mengikuti apa kataku kalian kalau dari awal kalian tidak mendukung aku juga tidak mungkin melakukan itu tapi buktinya kalian juga senang dengan ideku.. Giliran seperti ini kalian justru menyalahkan aku dasar teman kurang ajar."


"Kamu yang kurang ajar mau apa kamu ha! Mau berantam ayok aku tidak takut sama kamu bajingan bukannya mengaku salah justru ngajak berantam"


Bukkkkkk.....bukkkkk!


"Kamu yang membuat kita disini jadi biar kami hajar kamu saja biar tahu rasa, dasar teman kurang ajar pembawa sial kamu, hajar dia sampai babak belur jangan kasih ampun."


"Stop...apa,an sih kalian memukuli aku seharusnya memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa keluar dari sini, bukannya justru kita saling menyalahkan kalian pikir dengan kalian memukul aku terus kalian bertiga bisa keluar dari sini. Tidak! Justru hukuman kalian makin lama disini karena sudah menganiyaya aku paham kalian kayak tidak punya otak saja."


Pukkkk!


"Memang kamu punya otak, kalau kamu punya otak seperti yang kamu bilang tadi, tidak mungkin kamu juga ada disinikan, bukankah kita masuk kesini karena memang ulah kamu jadi lebih baik diam deh tidak usa banyak bacot"


"Buksnkah kalian juga yang bodoh dan tidak punya otak, kalau kalian tidak bodoh dan punya otak tidak mungkin kalian bertiga ikut aku kesini bukan?"


"Sih bajingan itu juga yang melakukan ini bisa-bisanya dia memasukan kita kesini kalau orang tua kita tidak datang mengeluarkan kita bagaimana?"

__ADS_1


Mereka berempat saling menyalahkan satu sama lain bahkan mereka juga menyalahkan Jhovan yang sudah memasukan mereka kedalam tahanan.


Saat mereka sibuk bertengkar datang seorang sipir dan langsung membuka pintu terus menyuruh mereka keluar dengan tangan mereka di borgol.


"Hey...kalian berempat keluar"ujar sipir tersebut membuat mereka tersenyum senang, karena pikirnya orang tua mereka sudah datang menebus mereka, ternyata harapan tidak sesuai dengan ekspetasi.


"Ha...benar pak, akhirnya bisa bebas dari tempat terkutuk ini humm baru semalam disini saja kayak sudah satu tahun gila bisa-bisanya aku masuk kesini."


"Kamu masuk kesini karena ula kamu juga lah sedangkan kami hanya mengikuti hal gila kamu jadi sesat kesini gila banget deh."


"Diam kalian atau mau dihukum tambah lagi kalau mau dihukum lagi silahkan saja ribut, kalian pikir kalian sudah dibebaskan belum," bentar sipir karena keempat anak itu ribut.


"Lagian kalian sih ribut saja dari tadi belum puas didalam ributnya siap-siap saja dapat amukan dari bokap"


Mereka berempat langsung menelan saliva dengan susa paya karena mereka mendapatkan tatapan tajam dari orang tua masing-masaing.


"Ayah.....!


"Papi.....!


Plak.....plak....!


Bukannya di jawab justru mereka di hajar, dapat satu bogem di pipi masing-masing.

__ADS_1


"Kalian ngapain disini apa yang kalian lakukan sampai kalian di tahan di sini ha..." ujar salah satu orang tua dari mereka.


"Kami dijebak sama teman kami yang bernama Jhovan om, dia sengaja menjebak kami baru dia telpon polisi makanya kami ada disini"


"Bukankah kalian yang ingin menjahatinya dan ingin menjebak dia makanya dia membalas kalian? bikin malu orang tua saja sekarang kalian yang tanggung sendiri akibat dari perbuatan kalian, teman kalian itu melaporkan bahwa kalian ingin menjebaknya ada buktinya juga jadi jangan harap kalian pulang karena kalian tetap disini sampai teman kalian itu mencabut laporannya.


"Ayah sampai heran sama kamu kok bisa teman kalian sendiri mau kamu perlakukan seperti itu, ayah tidak perna mengajarkan kepada kamu untuk berlaku buruk pada orang lain mau dia itu miskin bukan hak kamu untuk menghina dia, kamu pikir kamu punya apa? Kamu tidak punya apa-apa, kerja ksmu hanya ngusain orang tua bikin malu orang tua kamu saja tidak tahu bekerja ayah akan menyitah kembali semua fasilitas kamu dan semua atm kamu ayah blokir. Biar ayah mau lihat kamu masih sombong tidak."


"Jangan ayah, aku lakukan itu karena di berikan ide sama Salim, katanya Jhovan miskin jadi kami tidak perlu bertemsn dengannya dan harus mempermalukan dia, tapi ternyata Jhovan tahu dan dia yang kembali menjebak kami"


"Kamu itu sudah dewasa bukan? Jadi kenapa kamu tahu cara itu salah tapi kamu masih mau mengikutinya, berarti kamu mau ikut ngerjain teman kamu juga jadi sekarang ayah tidak akan keluakan kamu dari sini, kamu usaha sendiri untuk keluar dari sini kamu sudah dewasa bukan anak kecil lagi jadi apa-apa harus mengandalkan orang tua"


Ayahnya Salim dari tadi sudah emosi melihat putranya itu, padahal tadi sudah kena satu kali bogem dari ayahnya. Orang tua siapa yang tidak emosi dengan kelakuan putranya.


"Kamu kenapa berikan ide gila itu kepada teman-teman kamu?. Siapa yang mengajari kamu menjadi orang jahat kamu tahu Jhovan itu adalah anak teman baik ayah, kalau ayahnya mendengar kamu ingin menjahatin anaknya bagaimana? taruh dimana muka ayah ha!...kamu ini bikin masalah saja deh....untung ibu kamu tidak ikut kalau tidak kamu bisa babak belur di hajar oleh ibu mu, bisa-bisanya kamu melakukan hal jahat itu.


Ayah sama seperti yang lain tidak akan keluarkan kamu dari sini kamu yang memiliki ide untuk menjahati teman sendiri bukan? Jadi ayah yakin kamu juga punya ide untuk keluar dari sini tanpa bantuan ayah. Terserah kamu mau melakukan apa entah dengan cara kamu meminta maaf dengan Jhovan agar kamu bisa dibebaskan terserah kamu ayah sangat kecewa sama kamu mana kunci mobil dan atm kamu ayah tarik kembali semua."


"Ayah jangan seharusnya ayah mengeluarkan salim dari sini bukannya datang untuk ceramaihi Salim kalau ayah tidak mau mengeluarkan Salim tidak perlu datang" bentak Salin ternyata salim anak pembangkang juga.


Plak....!


"Dasar anak kurang ajar sudah salah bukannya minta maaf justru marah lagi"

__ADS_1


Mampus kamu kan Salim.


__ADS_2