
Karena James sudah merasa resah dengan tingkah laku Oliv akhirnya James memilih pergi, karena sudah sakit mendengar setiap perkataan merendahkan dan hina-an dari Oliv. Suatu saat Oliv pasti menyesal sudah menyia-nyiakan pria sebaik James yang begitu besar cintanya kepada Oliv, tapi justru menghina dan merendahkan dia.
"Aku sudah bilang sama kamu kalau aku tidak perna membutuhkan kamu jadi lebih baik kamu pergi dari sini, karena sampai kapan pun anak ini bukan anak kamu melainkan anak Devan, memang kamu bisa apa? Kamu hanya seorang pria rendahan yang datang untuk menghancurkan kehidupan ku tidak lebih dari itu, apakah kamu sanggup membiayai kebutuhan aku dan anak ku jangan sombong karena sekarang kamu masih berharap pada orang tua mu.
Seharusnya kamu tahu diri bahwa dulu aku pacaran sama kamu itu karena terpaksa aku tidak benar-benar mencintaimu, aku hanya ingin mengetes Devan aja apakah dia mencintaiku lebih dari pada teman atau tidak ternyata dia hanya menganggap aku teman, tapi itu tidak penting bagiku yang penting sekarang bagaimana caranya aku bisa mendapatkan Devan. Aku ini cantik lebih cantik dari pada istrinya itu jadi aku yakin Devan menikahinya karena terpaksa " jelas Oliv
James yang mendengar perkataan Oliv hanya geleng kepala, seharusnya Oliv tidak boleh berkata seperti itu, apa dia lupa kalau dia lebih para dari pada james karena kalau James punya kerja sedangkan Oliv hanya menjadi beban orang tua. Itu pun bukan menjadi anak yang berbakti tapi justru jadi anak tidak tahu diri, kalau orang tua Oliv tahu kelakuan Oliv di kota B pasti mereka syok dan malu banget.
" Liv! kadang kamu lupa daratan dan tidak tahu diri masih mendingan aku, kerja kata siapa aku berharap dan bergantung sama orang tua kamu lupa kalau aku sudah punya perusahaan sendiri walaupun tidak sebesar punya Tuan Devan, tapi setidaknya aku punya jaminan saat aku menikah aku sudah bisa membahagiakan anak dan istriku.
Nah kamu memangnya bisa apa selain berfoya-foya dan suka menghancurkan kehidupan orang, satu hal yang perlu kamu ingat Oliv sekarang ini seorang wanita yang ingin di sayangin oleh pasangannya bukan hanya modal cantik doang, tapi harus berguna bagi banyak orang harus punya usaha juga kamu pikir nona Alin itu hanya punya modal cantik tidak bekerja? bukankah kamu juga sudah perna pergi ke perusaha-an nona Alin yang begitu besar dan mega. Kamu tidak amnesia bukan? Jadi jangan mempergunakan kecantikan kamu untuk memikat seorang pria karena itu tidak akan abadi"
" Kalu suatu saat kamu sudah tak cantik lagi pria itu akan pergi meninggalkanmu, Nah disini kamu harus tahu diri karena Devan selain mencintai nona Alin karena nona Alin juga wanita yang mandiri dan sukses, buka hanya modal cantik untuk menarik pria kaya kalau itu yang tertanam didalam pikiran kamu buang itu jauh-jau, karena masih banyak gadis yang lebih cantik dari pada kamu, suatu saat nanti kamu akan menyesal karena tidak mau mendengarkan perkataanku, ingat Liv hanya aku pria bodoh yang sudah buang-buang waktu untuk datang kesini membantu kamu.
__ADS_1
Dan hanya aku pria bodoh yang membuang-buang cinta untukmu, ini pengalaman yang terpahit aku rasakan mulai sekarang aku tidak akan menganggu kamu lagi silahkan apapun yang ingin kamu lakukan, lakukan saja tapi bagaimana pun anak itu adalah anak aku jadi aku akan tetap bertanggung jawab, aku akan belajar untuk mengubur cintaku ini."
Setelah James selesai bicara James langsung masuk kedalam mobil dan pergi begitu saja meninggalkan Oliv, yang masih berdiri disitu memandang kepergian James ada sedikit penyesalan didalam hati Oliv, kenapa dia begitu membenci James tapi akal sehat dan ke-egoisan yang ada didalam hati Oliv melebihi hati nurani Oliv sehingga Oliv membiarkan James pergi begitu saja tanpa mencengah.
Padahal dalam hati James sebenarnya masih sangat mencintai Oliv apalagi sekarang Oliv hamil anak James. Namun James sudah bertekad untuk belajar melupakan Oliv itu yang lebih baik.
"Hehehe bodoh amat memangnya aku peduli kalau kamu tidak menganggu aku lagi, bukankah itu lebih bagus kamu menjauh dari ku agar aku bebas melakukan apapun yang aku mau, aku harus mencari dimana Devan tinggal dan aku akan datang kesana untuk minta Devan tanggung jawab, tapi aku masih penasaran kenapa James tahu kalau aku datang ke acara Devan dan sejak kapan James datang kesini apa begitu besar kah cintai dia kepadaku, tapi itu tidak penting lagi aku dengan dia kan sudah tidak ada hubungan lagi untuk apa aku pikirkan, gara-gara dia aku gagal jadi nyonya Devan."
Sedangkan di tempat lain ternyata orang tua Dari Oliv sudah melihat berita mengenai acara nikahan Devan awalnya mereka senang karena pada akhirnya Devan menikah.
"Iya bu, papa senang akhirnya Devan menikah walaupun kita tidak di undang tapi mungkin Tuan Davin dan nyonya Asta berpikir kita jauh makanya tidak di undang, dari tadi pikiran papa tidak tenang semoga anak itu tidak membuat masalah karena rencana dia kesana untuk kembali mendekati Devan tapi sekarang Devan sudah resmi menikah." ujar papinya Oliv
Namun tiba-tiba kedua mata kedua orang tua Oliv terbuka lebar sampai maminya Oliv menutup mulutnya dengan kedua tangannya , saat melihat siaran langsung ternyata Oliv di menampar Alin didepan semua orang...karena maminya Oliv tidak percaya itu Oliv sehingga ia menonton ulang sampai dia menastikan kalau benar itu Oliv.
__ADS_1
Kedua orang tua Oliv tetap menonton siaran itu sampai selesai, sambil membaca semua hujatan dari para netizen membuat ibunya Oliv syok dan jatuh pingsan, melihat itu membuat papinya Oliv panik dan melarikan istrinya ke rumah sakit.
"Ibu....bangun" teriak papinya Oliv.
Setelah sampai di rumah sakit ibunya Oliv kangsung di tangani dokter, sedangkan papinya Oliv mulai menelpon James tapi sayangnya nomor James tidak aktif, papinya Oliv langsung kembali menghubingi Bara barulah Bara angkat kebetulan Bara dan Indri lagi duduk di Gesoba menunggu kepulangan Oliv karena mereka juga sudah gelisa setelah mereka melihat siaran langsung itu.
Apalagi sudah jam sepuluh Oliv tak kunjung pulang hal itu membuat Indri dan Bara cemas dengan kondisi Oliv, Indri juga berusaha memnghubunhi James tapi hasilnya nihil tidak aktif, ternyata James sengaja mematikan hp nya biar tidak ada yang menganggu, karena James yakin pasti orang tua dan sahabat-sahabatnya pasti hubunginya menanyakan soal berita itu.
Bara dan Indri yang gelisa tiba-tiba mendapatkan telpon dari papinya Oliv membuat Indri terkejut.
"Wah Bar...Gawat nih om Kim telpon angkat nggak ya pasti mereka sudah menonton berita tentang Oliv gimana ini" ujar Indri panik padahal om Kim bikannya telpon di hpnya.
"Astaga In kamu tenang dulu napa jangan panik gitu deh, lagian om Kim telponnya ke nomor ku bukan ke nomor kamu kenapa kamu yang panik" ujar Bara.
__ADS_1
"Ha...benar juga Bar om Kim kan nelpon lo bukan gua kenapa gua yang takut ya ada-ada aja deh, tapi kalau om Kim mau bicara ma gua gimana dong Bar"?