Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
139


__ADS_3

Disebuah kamar hotel seorang pria tidak kalah tanpan dari Devan mengeliat dan merasakan lapar menyeruak, tapi karena masih ngantuk jadi pria tersebut masih bermalas-malasan di atas tempat tidur, masih setia dengan bantal dan selimutnya tapi tangannya sudah kotak-katik hp melihat pesan yang masuk.


Seketika senyum mengembang di bibir pria itu merasa bahagia karena dapat balasan manis dari Oliv, tidak masalah jika Oliv berpikir kalau yang kirim pesan adalah pria idamannya yang penting dia yang tidur dengan Oliv dan menikmati tubuhnya.


"Liv, kenapa kamu sama pria lain perlakuan kamu manis sekali, tapi kalau sama aku sepertinya kamu sangat membenciku, tapi tidak masalah selagi kamu masih dalam pelukanku aku santai saja."


James langsung membalas pesan dari Oliv karena James tidak mau Oliv sampai menunggu kabar darinya, begitu cintannya James sama Oliv


"Oliv, sayang! Maaf ya, aku baru balas chat kamu soalnya aku ketiduran sampai mimpi indah bersama kamu semalam makanya aku telat bangun deh, oh ya. Kamu sudah check out ya dari hotel hati-hati ya kalau pulang aku tidak mau kamu kenapa-kenapa"


Setelah selesai James mengirim pesan kepada Oliv, James bangkit dari tidurnya dan langsung mandi karena rencana setelah selesai mandi baru sarapan.


"Mandi dulu deh, nanti baru makan mendingan di hotel saja deh tidak usa kemana-mana paling malas, lagian Oliv juga pasti pulang langsung tidur lagi, yakin aku dia tidak akan kemana-mana. Semalam ganas banget dia saat bercinta baru tahu aku, padahal waktu pertama kali sama dia, justru dia kesakitan mungkin karena baru pertama kali dia lakukan tapi sekarang justru dia lebih gencar lagi. Bagus lah biar setiap kali aku ketemu dengannya aku harus buat dia mabuk biar dia tidak tahu siapa aku dan aku juga harus ketemu dengan Tuan muda Devan dan calonnya supaya mereka cepat nikah."


James masuk kedalam kamar mandi dan merendamkan tubuhnya didalam bathtub tapi pikiran james melayang kemana-mana yang lebih parahnya lagi, James membanyangkan tubuh indah nya Oliv. Kalau seandainya Oliv ada disampingnya dan mandi bersama mungkin James sangat bahagia.


Tapi sayangnya itu hanya hanyalan semata, karena Oliv masih memikirkan pria lain ketimbang James, padahal James kekasihnya. James senyum-senyum sendiri.


"Doaku semoga kamu cepat hamil ya Liv, karena kalau kamu hamil pasti kamu akan cari ayah dari anak itu, aku tahu kamu itu tidak perna melakukan dengan pria lain seburuk apapun dirimu dari dulu suka ke club untuk minum tapi aku salut sama kamu bisa jaga diri kamu, itu yang membuat aku sulit untuk melepaskanmu, aku tahu perbuatanku itu salah tapi aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menghentikan kamu mengenjar Devan."

__ADS_1


Hampir tiga puluh menit James keluar dari kamar mandi dan menganti pakiannya, biasanya perempuan yang bucin (budak cinta) tapi sekarang justru james yang jadi bucin ngejar Oliv. Sangking cintanya James kepada Oliv James mau melakukan apaun demi mendapatkan kembali Oliv.


Setelah selesai ganti baju dan James merasa sudah rapi akhirnya James buka pintunya dan hendak keluar, namun betapa terkejutnya James saat melihat Oliv baru keluar juga dari kamar dan hendak turun kebawah, tapi untung Oliv membelakangin James karena masih sibuk menutup pintu jadi Oliv tidak melihat James kalau tidak bisa ketahuan deh.


James segerah masuk kedalam kamar dan mengunci pintu, Jamas kembali duduk diatas ranjangnya jantungnya berdegup kencang, hampir sedikit ketahuan.


"Astaga hampur sedikit ketahuan" ujar James


Ting....ting!


James yang masih merutuki kebodohannya di kangetkan dengan bunyi hp, tandanya ada notifikasih masuk kedalam hpnya.


(" Tidak apa-apa, aku juga baru saja keluar dari kamar mau pulang tapi aku mau duduk sebentar di restoran di hotel ini, lagian cepat pulang ngapain juga bosan di hotel terus tidak ada yang ngajak jalan")


Setelah James telpon ke pihat restoran untuk pesan makanan, James hanya menunggu di kamar saja sedangkan Oliv yang sudah sampai di restoran duduk sambil menunggu minumannya datang.


Namun ada seorang pelayan restorannya memanggil temannya untuk mengantarkan makanan ke kamar nomor sekian atas nama Tuan James.


"Nad..sini deh tolong antarkan makanan ke kamar nomor.....atas nama Tuan james ya tamu vip"

__ADS_1


"Deg....James"?


Oliv yang mendengar nama James agak sedikit terkejut, kok namanya sama kayak nama mantan pacarnya apalagi Cinta semalam hubungi kalau James memang ada niatan mau ke kota B.


"James? Jangan-jangan pria bajingan itu, namanya sama parsis dan bilang tamu vip apa iya, itu dia. Tapi tidak mungkin deh kalau dia masa tidak ketemu sama aku, aku yakin kalau dia ketemu sama aku pasti dia tidak akan pergi meninggalkan aku justru karena dia kesini itu untuk mencariku. Tapi apa dia ah...tidak mungkin kebetulan orang lain tapi sama namanya."


Tidak lama kemudian, ada seorang pelayan datang mengantarkan minuman untuk Oliv, karena Oliv masih penasaran jadi Oliv mau tahu soal orang yang atas nama James itu.


"Parmisi mbak ini minumnya" ujar sih mbak itu.


"Mbak boleh saya tahu tadi saya tidak salah dengar ada seorang tamu vip nginap di hotel ini sejak kapan ya?" tanya Oliv.


"Maaf mbak, saya tidak bisa memberitahu karena itu privasi tamu hotel"


"Please mbak, saya hanya mau tahu saja karena kalau tidak salah nama tamu itu parsis kayak nama saudara laki-laki saya mbak tolong" Oliv memohon karena sih mbak kasihan akhirnya di beritahu.


"Baiklah karena saya kasiahan sama mbak, kalau tidak ini privasi jadi saya tidak bisa beritahu, benar ada seorang tamu vip baru nginap semalam disini saya tidak tahu dari kota mana. Dan maaf saya tidak bisa memberitahu nomor kamaranya karena itu memang sudah melangar"


Setelah bicara demikian pelayan tersebut gegas pergi meninggalkan Oliv bengong di tempat.

__ADS_1


"Gila, kenapa sih aku harus penasaran dengan orang itu, kebetulan aja kali namanya sama, bukan cuman dia yang namanya James kayak aku juga banyak nama Oliv juga, bodoh amat ah tapi kenapa aku jadi merindukan kasih sayangnya ya, baik lembut tidak perna marah sama aku apakah ini yang namanya menyesal, biar saja dia juga sudah menodai aku padahal dulu dia menjagaku tapi kenapa dia bisa sejahat ini melecehkanku."


Oliv kembali kesal dengan James, saat mengingat kembali kejadian itu. Lagian sama Oliv juga sudah tahu James bucin justru di tinggal jelas nekatlah.


__ADS_2