Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
29:29 Perkara Salon


__ADS_3

Saras langsung telpon jhovan, memintanya untuk mengatar dia kesalon, tapi jhovan bilang kalau sekarang dia gak bisa karena ada miting penting, tapi kalau besok mungkin ia bisa menemani sang kekasih,


"Hallo, yang, kamu bisa temani aku gak ke salon,"


"Bisa tapi jam berapa ya sayang".


"Kalau pagi ini gimana sayang bisa? "


"Maaf yang, kalau pagi gak bisa karena ada meting penting, memangnya sayang kesalon untuk apa, ada acara ya"?


"Gak ada yang, hanya mau manjakan badan aja, mamang gak bisa yang"? Aduh jhovan bukannya antar, mala banyak tanya lagi, bikin kesal aja deh,


"Oh, jelas bisa dong yang, tapi aku gak bisa antar gapapa ya."


"Yaudah deh, kalau gak bisa."


Saras langsung matikan telponnya dengan muka cemberut, "Mam, si jhovan gak bisa katanya, bisa gak mam, temani saras aja sekalian mam juga ikut nyalon."


"Duh mama gak bisa sayang, sebentar lagi mama mau arisan, dengan teman-teman mama di Mall. Atau gini aja mama antar kamu ke salon dulu, baru mama ketemu teman-teman". Usul bu ratna


"Boleh deh, mam dari pada gak ada yang antar sebel deh, sama sih jhovan, giliran di butuhkan mala gak bisa."


"Yaudah sana siap-siap, mama sudah selesai kita langsung berangkat, saras langsung masuk ke kamar karena memang dari tadi dia, sudah mandi, dan sudah diolesin make up sedikit di wajahnya jadi tanggal ambil tas.


Mereka berdua masuk kedalam mobil dan melaju, berdesakan dengan kendaraan lainnya yang juga lalu lalang di jalan, "Pagi jalanan macet bangat ya mam, semua orang pada berangkat kerja sih."


"Namanya juga pagi semua orang pada pergi ke kantor".


Mobil mereka berhenti di lampu merah, tiba-tiba mata saras menangkap wajah seseorang yang gak asing baginya, tapi bukan sendiri, iya dengan seorang laki-laki ganteng, padahal hanya lihat dari samping aja belum dari depan,"


"Ma, lihat deh di jalan seberang sana mobil warna hitam itu, kok kayak mbak alin ma, tapi siapa ya laki-laki itu, ganteng bangat ma."

__ADS_1


"Mana sih, kamu salah lihat kali, mana ada laki-laki yang mau sama gembel kayak dia, palingan juga dia, sengaja Jual diri ke laki-laki kaya biar bisa menjamin hidupnya." mulut bu ratna peres bangat.


Dan lampu merah terganti, mobil melaju menuju ke salon terkenal di kota B. Karena salon itu memang terkenal seringkali di boking sama para artis, jadi tak heran jika kalagan atas pada berbondong -bondong kesana, memang menguras isi dopet, tapi hasilnya juga sangat memuaskan.


Dan salon ini juga adalah salon langganan bu Neska, dan bu Astaga, jika mereka berlibur ke kota B.


Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi saras dan sang mama nyampe, tapi sayangnya, di depan pintu ada tulisan tutup, karena saras gak terimah ia turun dari dalam mobil dan bertanya kenapa tutup salon sebesar ini.


"Mbak, benaran nih mau tutup?" namun jawaban si mbak, nya membuat saras tercengang.


"Bukan tutup mbak, namun sudah di boking beberapa hari kedepan. Jadi gak bisa menerima tamu lain. Ujar mbak, salon sopan",


"Ha, boking mbak? Siapa yang melakukan itu, saya juga mau perawatan mbak, masa gak bisa, dimana kalau saya bayar dua kali lipat", saras masih berusaha berikan penawaran, hal itu membuat si mbak senyum.


"Mbak, maaf, mau mbak bayar berlipat-lipat juga, tetap gak bisa, karena sudah diboking jadi mbak, boleh cari tempat lain. Dari tadi bu ratna diam aja sekarang buka suara.


" Mbak boleh tau


"Oh, itu ya bu, direktur dari perusahaan Bratma grup yang saya dengar sih katanya mau tunangan jadi ini mau dipakai ".jawaban sih mbak buat bu ratna kaget, namun bukan ratna namanya kalau gak cari tau lebih lagi.


" Memang ada acara ya mbak, berapa orang nyalon disini,"


"Oh kalau itu saya kurang tau, berapa orang hanya saya dengar kalau berapa hari lagi putry dari pemilik perusahaan Bratma grup akan bertunangan, jadi salon ini diboking hanya untuk gadis itu memanjakan tubuhnya dengan semua wagian disini.


"Wah, hebat bangat ya gadis itu cobak aku seperti itu mam,"


"Yaudah mbak, bu saya parmisi, sih mbak kembali masuk ke dalam salon meninggalkan kedua orang mama dan anak masih terbengong diluar.


Jadi begini ada penjelasan, sebenarnya yang boking salon itu adalah alin yang pasti sudah dapat ijin dari devan, bunda dan mamanya devan, karena alin sangat tahu siapa saras, dan mamanya, karena dulu kalau ada acara penting mereka selalu kesana, jadi alin sudah filing kalau ratna dan saras pasti kesana, makanya alin boking memang. Picik juga alin ternyata. "


Duh dimana sih, pakek boking segala, cari salon yang bagus dimana lagi cobak. Isss kesel bangat. Mereka masuk kedalam mobil dengan hati kesel, apa lagi saras.

__ADS_1


" Mam, cari salon dimana lagi cobak, masih banyak sih salon di disini tapi gak berkualitas." sepanjang jalan saras mengerutu.


"Gini aja dimana kalau kamu ikut aja sama mama untuk ketemu teman-teman mama, siapa tau mereka punya salon langganan yang bagus."


Saras pikir saran mama, ada benarnya juga mendingan ikut aja siapa tau ada langsung kesana kalau mamanya sudah selesai arisan. "Boleh deh ma, semoga ada. "


Dan keheningan dalam mobil, gak ada obrolan lagi dari mulut keduanya sampai mobil parkir di mall, mereka keluar dari mobil dan gegas ke dalam mall, ternyata semua temannya bu ratna sudah pada ngumpul.


"Hallo jeng semuanya maaf saya terlambat, biasa tadi mau antar anak gadis kesalon dulu. "ujar bu ratna bangga.


"Wah ini anak gadis jeng ratna?, cantik bangat jeng, sudah punya calon belum jeng." Tanya teman bu ratna.


"Ah, jeng biasa aja pujinya, tapi memang sih anak saya cantik, dan pastinya sudah punya calon".


"Enak dong jeng, tapi calon mantu orang kaya dong pasti."


"Iya calon mantu putra tunggal dari Tuan Wijawa".


"Apa? Yang benar jeng, yang perusahaan dimana-mana itu ya, jeng."


"Iya keng. "


Duh gimana ya sudah terlanjur bohong lagi, semoga mereka gak tau deh, kalau aku bohong nanti aku malu dong,


"Oya jeng bernahkan ya perusahaan Wijawa, ulang tahun beberapa hari lagi, soalnya suami saya dapat undangan, secakan perusahaan suami saya kerja sama dengan perusahaan besar itu. Jadi saya rencan pergi dengan putry saya siapa tau dia di lirik, siapa cobak gak mau punya menantu dan besan begitu kaya raya.


"Ya jeng, tau gak salon yang terbaik di kota ini", tanya bu ratna.


"Ada jeng salon XX itu salon terbaik selama ini yang saya tau hanya salon itu aja."


"Salon itu sudah di boking jeng berapa hari kedepan jadi gak bisa nerima langganan lagi."

__ADS_1


Mereka berbincang -bincang dan memamerkan apa yang mereka pakai, biasa istri-istri para pengusaha gak ada bosan-bosannya. Tak lama setelah itu mereka bubar karena ada keperluan masing-masing.


__ADS_2