Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
40: 40 Perkara Gaun


__ADS_3

Hari demi hari telah di berlalu, bu ratna dengan saras sudah keluar dari rumah sakit. Karena kondisi mereka sudah pulih, biarpun masih ada bekas tapi itu gak masalah bagi mereka, asal mereka sudah sembuh itu sudah luar biasa.


Dan hari dimana di tunggu-tunggu oleh semua orang pun tiba, hari ini tepat dua puluh lima tahun ulang tahun perusahaan Wijawa grup, tak ayal sekali gus dengan pertunangan yang dilakukan alin dan devan.


Di apartement alin masih pagi tapi sudah pada sibuk. Mempersiapkan segala kebutuhannya dari gaun, jas dan bahkan tak tanggung -tanggung bu Neska dan bu Asta, mengundang MUA terbaik ke apartement.


Hanya untuk merias mereka, bukan berarti mereka gak bisa rias sendiri, namun karena ini acara resmi jadi mereka harus tampil terbaik dan sempurna.


"Sayang ini gaun kalian berdua ya, ini punya nak alin dan ini punya nak yora." ujar mama Asta.


" Makasih banyak ma, gaunnya cantik bangat", karena alin yang akan jadi peran utama di acara jadi gaunya ajak sedikit berbedah dari yang lain.


"Sama-sama sayang kamu suka kan gaunnya".Ujar mama Asta.


"Suka bangat ma, bagus bangat gaunnya".


"Yuk, semuanya sarapan dulu gih, nanti bisa pingsan, jangan sampai pas acara dimulai ada yang pingsan karena kelaparan, Hahaha".ujar bu Neska tertawa.


"Ada-ada aja kamu Neska, bisa juga begitu orang pingsan karena kelaparan." tanya bu Asta tak percaya.


"Oalah, banyak tuh orang diluar sana tak jarang pingsan karena lapar. "ucap bu Neska.


"Ya, udah yuk kita sarapan, nanti kalau sudah selesai baru kita perhatikan mana yang masih kurang."


Akhirnya mereka menuju ke meja makan, untuk sarapan bersama, pagi ini alin dengan yora yang ambil alih dapur. Mereka masak nasi goreng dengan telur ceplok di tambah dengan ayam goreng dan kerupuk.


"Wah enak nih kayaknya, siapa yang masak nih." Tanya devan antusian


"Yora" ujar alin nunjuk yora sedangka, yora juga nunjuk alin


"Alin" ujar yora. mereka berdua saling pandang.


Karena yang lain melihat tingkah kedua gadis itu, mereka pun tertawa, hahaha" sebenarnya siapa yang masak, kok jadi kalian berdua saling nunjuk gitu." ujar bu Neska.

__ADS_1


"Udah, udah kita makan aja dulu nanti kalau selesai baru kita bahas, lagian siapapun yang masak, tetap enak karena kalian masak dengan hati yang tulus. Ucap pak davin bijak.


Dan tanpa ucapan kata lagi mereka melanjutkan makan mereka sekarang hanya bunyi piring dan sendok yang beradu .


*****


Di tempat lain , yaitu di kediaman pak donal juga gak kalah hebo, siapa lagi kalau bukan bu Ratna dengan sang anak saras, hari ini daras benar-benar seperti orang gila.


Gak tau sudah berapa banyak gaun yang sudah dicobak oleh saras, bahkan sampai isi lemari di keluarkan semua dan kamar bagaikan kapal pecah.


Saras mencari gaun yang cocok dan paling cantik menurutnya. Karena malam ini dia harus tampil cantik dan memukau, agar ia bisa menarik perhatian devan.


Padahal bu ratna sudah perna bilang, sama saras, kalau bu ratna sudah menyiapkan gaun terbaik dari butiknya untuk saras. Namun sepertinya saras lupa, mungkin pengaru sakit waktu itu kali ya, jadi otaknya saras sedikit oleng.


"Bik, Bik" teriak saras terlihat sih bibik lari tergopoh-gopoh menuju ke kamar saras.


"I iya non, Astaga non apa yang terjadi, kenapa kayak kapal pecah".


"Bik aku manggil bibik kesini tuh, untuk beresin ini semua, bukan menceramahi aku bik cepat beresin semua."


"Duh apa, an sih saras brisik bangat deh, ngapai sih."


Karena bu Ratna pusing dengan terikan saras ia berniat ke kamar saras untuk mengecek apa yang terjadi, dengan langkah seribu, bu ratna sampai di depan pintu kamar saras.


Tok tok tok!!!


"Ya masuk, siapa lagi sih".


Betapa terkejut nya Bu ratna melihat kamar saras sudah gak berbentuk, barang berserakan dimana-mana" astaga saras kamu apa, an ini, kenapa bisa gini cobak."


"Ma, aku cari gaun yang cocok untuk ku nanti malam, tapi gak ada satu pun yang pas ma, ini gaun sudah pada jelek semua ma, mana jhovan gak ada niatan beliin saras gaun."


"Jhovan gak beli karena mama yang minta." ucap bu ratna

__ADS_1


"Loh kenpa mama larang jhovan, belikan saras gaun sih ma gimana pun saras kan masih calon nya." jawab saras emosi mendengar perkataan sang mama.


" Nak kenapa kamu risaukan soal hal kecil itu sih, kamu lupa mama ini punya butik terkenal".


"Iya saras tahu, tapi sama aja, buktinya mama juga gak belikan untuk saras". Jawab sara cemberut.


"Kata siapa mama gak belikan gaun untuk anak mama yang cantik ini, yuk ikut mama kekamar."


Saras dengan malas mengikuti langkah kaki sang mama, menuju ke kamarnya. Setelah sampai bu ratna buka lemari nya dan keluarkan, sebuah gaun yang sangat cantik menurut saras, melihat itu mata saras berbinar-binar.


"Wah cantik bangat ma, ini benaran ma buat saras".


"Iya buat kamu sayang malam ini kamu harus tampil cantik, kalahkan semua gadis yang hadir". Ujar bu ratna.


"Makasih ya ma, gaun nya indah sekali jadi saras suka."


Setelah saras melihat gaun itu hatinya begitu senang dan ia bertekad untuk merayu devan nanti agar devan seluruhnya mau jadi miliknya.


"Kamu harus jadi milikku, aku gak akan lepaskanmu, walaupun aku nanti tahu kamu punya pasangan, aku akan berusaha semampu ku untuk, mengambil mu darinya." ujar saras seringai licik


Ciuhhhh perempuan ular, belum juga puas merampas jhovan sekarang, ia mala mengincar devan. Sepertinya saras belum kapon ini.


Sedangkan di kediamannya apartement alin pak davin dan devan, mereka berdua lagi berbincang-bincang.


"Nak kamu sudah pastikan belum, semua keamanan untuk nanti malam, papa gak mau, terjadi hal di luar kendali".


"papa tenang aja semua aman kok, karena bukan hanya para pengawal yang berjaga tapi polisi juga ada pa, hanya satu yang devan kuatirkan".


"Apa itu nak, jangan kamu tutupin".


" Keluarga Adibrata dan keluarga Arkan, mereka pasti kaget kalau calon istri devan itu alin, mereka kan licik jadi devan yang setelah mereka tahu, pasti banyak cara yang mereka lakukan untuk menarik kembali simpati alin."


"Itu gak mungkin terjadi, alin bukan gadis yang lugu jadi kamu gak usa kuatir Tapi biar was pada malam harus di awasi gerak-gerik kedua keluarga itu, apa lagi kedua perempuan ular itu terutama."

__ADS_1


"Iya pa, devan tahu Pa, makanya degan siapkan semuanya penjagaan ketat.


__ADS_2