Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
130


__ADS_3

Sedangkan Oliv yang sudah di usir dari kantor Alin berteriak histeris didelan loby kantor sehingga mencuri perhatian orang yang lalu lalang. Oliv tidak terimah di perlakukan begitu oleh Alin...karena menurut Oliv hanya dia yang pantas jadi istri Devan memang dasar Oliv sudah di ancam berulang kali pun tidak takut dengan ancama dari Alin. Oliv pikir itu hanya gertakan Alin saja tapi tidak berani melakukannya...hahaha kamu belum tahu Oliv bagaimana sadisnya Alin kalau sudah marah.


"Dasar perempuan ****** lihat saja aku akan membalas perbuatan kamu terhadap aku...bajingan kalian semua...kamu berani merebut calon suamiku sekarang kamu juga berani berani menyiksa ku dasar biadab...." teriak Oliv didepan loby membuat semua karyawan menontonnya hal itu memnuat Oliv makin marah.


"He....apa lihat-lihat...kalian sama semua karyawan sama bosnya sama-sama biadab." Bentak Oliv.


"Ciehhhh....pelakor merasa paling tersakiti, he...mbak jadi perempuan itu tahu jaga harga diri mbak sudah tahu Tuan Devan itu tunangannya bu Alin kenapa mbak main nyosor... berani juga mbak datang kesini...untung bu Alin masih punya hati sehingga bu Alin mau meloloskan mbak pergi biarpun sudah babak belur sih...hahaha..."


"Iya nih heran deh pelakor jaman sekarang paling berani loh....padahal sih dia cantik tapi bukan cantik doang yang dilihat namum hati dan akhlak juga, kalau memang benar dia pacarnya Tuan Devan tapi terakhir Tuan Devan lebih memilih menikahi bu Alin itu artinya Tuan Devan pintar memilih istri yang berkualitas tahu gak"


Oliv yang hendak masuk kedalam mobil urun saat mendengar perkataan karyawan itu akhirnya Oliv berbalik dan menyerang karyawan yang membicarakannya tadi... Oliv sudah tidak punya malu lagi di tonton banyak orang...awal kedatanganya ini mempermalukan Alin justru sekarang dia yang malu.


"He....karyawan rendahan seperti kalian berani sekali kali menghina saya seperti itu, saya ini perempuan terhormat dan orang kaya nah kalian hanya kerja sebagai karyawan rendahan balagu, sini biar saya hajar kalian " teriak Oliv untung di tahan sama satpam.


Karena karyawan itu juga punya mental dan keberanian yang sangat kuat ia berani membalas ucapan Oliv dengan lugas tanpa takut sedikit pun.


"He...mbak biar saya beritahu mbak ya, memang kami ini karyawan rendahan numpang kerja disini baru kami bisa makan dan bergaya, tapi asal mbak tahu kami bangga dengan pekerjaan kami...karena kami bergaya dengan hasil jeri paya kami bukan minta dan selalu berharap dari orang tua. Dan satu lagi ya mbak, memang kami karyawan rendahan tapi harga diri kami tidak serendahan kamu mbak.....mbak bilang orang terhormat dari mana letak kehormatan anda mbak? datang kesini membuat kekacauan di kantor orang dan ngaku sebagai calon istri dari calon suami bos kami hallo....mbak ngaca...ngaku- ngaku orang kaya dan perempuan terhormat tapi tidak tahu aturan."

__ADS_1


Setelah selesai bicar demikian karyawan itu dengan beberapa teman dan berlalu pergi meninggalkan Oliv yang sudah kaya orang kesetanan.


"Mbak, lebih baik mbak pergi dari tempat ini dan jangan perna datang kesini lagi takutnya bu bos makin murka dan mbak tambah babak belur"


Akhirnya Oliv masuk kedalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan kantor Alin dengan emosi....Oliv mengumptin Alin dalam hati.


Lagian Oliv sudah tahu Devan hanya mencintai Alin tapi masih berusaha untuk merebut Devan dari Alin mana mau Alin melepaskan Devan begitu saja...Alin juga sangat mencintai Devan begitu juga Devan yang sudah menanti Alin bertahun-tahun lamanya sampai Devan mencari Alin di kota B cinta mereka begitu kuat jadi Oliv mau berusaha memisahkan Alin dengan Devan juga tidak akan bisa.


"Argr....bajingan aku akan membuat kalian membayar semua ini...awas kamu ya Alin perempuan sialan berani-beraninya kamu mempermalukan aku di depan banyak orang"


"Dari pada aku pusing lebih baik aku pergi ke kaffe saja deh...


Minum wine satu botol cukup...oh ya, atau aku hubungi pria itu saja kali ya untuk kerja sama sebenarnya dia itu siapa sih kok mau kerja sama dengan aku, atau jangan-jangan pria itu pacarnya perempuan itu tapi karena Devan orang kaya makanya dia memilih meninggalkan pria itu dan memilih Devan....hummm...sepertinya seru juga kalau begini aku nanti hubungi dia deh tapi nanti sampai di hotel saja. Sekarang pikiran aku lagi kacau tidak berpikir jerni soalnya.


Ternyata Oliv kembali ingat dengan Jhovan yang meminta Oliv untuk kerja sama dengannya...mau cari masalah kedua orang ini sih Jhovan belum ada tobatnya.


Oliv memilih pergi ke kaffe untuk pesan minum...padahal siang hari bukannya cari makanan yang sehat biar membuat tubuhnya sehat, justru pergi mencari minuman haram...untuk merusak diri sendiri.

__ADS_1


Oliv hendak memutar mobilnya dan kembali memcari kaffe terdekat namun tiba-tiba hpnya berbunyi..saat Oliv melihat hpnya ternyata dapat telpon dari Cinta menbuat emosi Oliv sedikit hilang karena memang sahabat Oliv yang satu itu selalu ada disaat hati Oliv gunda gulana.


"Humm terbaik, dia tahu saja kalau hatiku saat ini hancur berkeping-keping hehehe kayak beling saja berkeping-keping dan emosiku lagi tidak stabil gara-gara perempuan sinting itu."


Oliv segerah mengakat telfon dari Cinta.


"Hallo Cin....tumben lo nelfon gua biasanya gua yang duluan nelfon lo ada apa?...tapi syukur deh lo nelfon gua jadi meredehkan emosi gua yang tadi hampir meledak"


"Gua kangen sama lo Liv kapan sih lo pulang...memangnya siapa yang buat lo emosi..cerita dong sama gua siapa tahu gua bisa bantuin lo"


"Siapa lagi Cin kalau bukan calon istrinya Devan, jujur gua benci kali sama dia...masa tadi gua datangi dia ke kantornya baik-baik untuk memintanya jauhi Devan eh....gua justru di hajar sampai babak belur bukan hanya itu gua juga di hina dan di rendahin oleh karyawannya, gua di seret Cin...gua di permalukan di depan banyak orang...siapa yang tidak emosi."


"Apa...serius lo Liv...sadis banget calonnya Devan...masa sih dia sampai begitu Liv pasti lo salah juga kali Liv, kalau lo tidak salah gua yakin tidak mungkin calonnya Devan marah...lagian nih ya Liv, perempuan mana yang tidak marah cobak calonnya mau di rebut sama perempuan lain..pasti tidak mau lah...kena gua juga oga..gua udah bilang mah lo, Liv. Pulang lah dan berhenti berharap sama Devan gua takut jika lo paksakan lo yang akan menyesal."


"Loh kok jadi belain perempuan itu sih Cin sebenarnya gua ini sahabat lo apa bukan?...seharusnya lo sebagai sahabat gua lo dukung gua bukan justru nyalahin gua"


Oliv yang tidak terimah dengan perkataan Cinta balik menyerang Cinta padahal maksuda Cinta itu agar Oliv jangan sampai menyesal.

__ADS_1


__ADS_2