Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
105


__ADS_3

Oliv yang asyik minum dan sedang bergelut dengan pikirannya di restoran tiba-tiba seorang pria datang datangenghampirinya , dan duduk tepat di hadapannya membuat Oliv menatapnya dengan tajam, tapi pria itu bereaksi dengan sesantai mungkin ia tidak merasa bersalah atau merasa takut karena di tatap begitu justru ia mala senyum.


"Hay nona kita ketemu lagi disini atau bisa jadi kita sam tim karena tidak secara kebetulabkan kita ketemu terus. Kamu masih ingat sama saya waktu itu tidak sengaja kita tabrakan di mall kalau tidak salah" ujar pria tersebut namun karena memang saat ini moodnya Oliv benar-benar sangat buruk, karena baru selesai di permalukan oleh Devan jadi ia tidak menghiraukan perkataan pria asing yang ada dihadapannya itu.


Menurut Oliv sangat tidak penting berbicara dengannya, lebih baik dia pesan makan dan isi perut agar kenyang dan pulang ke hotel agar bisa nyusun rencana menghancurkan Alin. Itu yang ada dipikiran Oliv saat ini, hummm Oliv sayangi hidupmu mendingan kamu pulang aja ke kota A dari pada nanti kamu bermasalah disini kasihan papi mami kamu.


Oliv menatap sinis kearah pria itu, karena menurut Oliv pria itu sama sekali tidak punya malu, padahal masih banyak tempat yang kosong disitu tapi kenapa harus duduk satu meja dengannya pas kondisinya lagi hancur begitu. Justru ada pria yang tidak tahu malunya datang menghampirnya


"Kamu siapa ya menganggu acara makan saya tahu, masih banyak tempat yang ada disana yang bisa bikin kamu leluasa duduk, tidak perlu di depan saya juga. Apalagi orang yang sama sekali tidak saya kenal dan maksud apa kita satu tim, saya tidak suka dengan pake cara tim karena saya lebih suka sendiri"


Pria itu hanya senyum mendengar ocehan Oliv memang Oliv saat ini lagi dalam kondisi tidak baik-baik saja, karena ia masih ingat jelas seperti apa Devan memperlakukan Alin didepannya istimewa sekali sehingga itu yang membuat dia emosi dan tidak terimah, sekarang ini dalam pikiran Oliv bagaimana caranya agar bisa menyingkirkan Alin dari kehidupan Devan karena dengan nyingkirkan Alin membuat Oliv bebas untuk mendapatkan Devan kembali.


"Gak ini aku tidak bisa membiarkan mereka bahagia, aku harus memisahkan mereka aku harus secepatnya menyingkirkan perempuan itu jangan sampai mereka berhasil menikah, berarti sia-sia dong aku datang kesini."


" Hey nona kenapa melamun begitu lagi mikirin pacar kamu ya yang sekarang sedang bermesraan denga wanita lain, mau butuh bantuan gak biar aku bantu itupun kalau kamu mau nona, tapi harus ada bayaran kalau tidak mana mau saya. Tapi ingat saya tidak suka di bayar dengan uang"

__ADS_1


"Deg....Sial kenapa pria asing ini tahu ya kalau aku mikirin Devan, ia lagi ngapain ya sama perempuan itu. Dan apa yang dibilang barusan mau membantuku, memang dia bisa apa " gumam Oliv dalam hati.


"He kamu siapa sih selalu ikut campur urusan orang, maaf saya tidak butuh bantuan mu saya masih bisa sendiri mendingan kamu pergi sana dan jangan perna kesini lagi, maksudnya semoga kita tidak perna ketemu lagi "


"Kamu yakin nona tidak mau butuh bantuanku. Jangan sampai kamu menyesal nona setelah saya pergi, saya tahu siapa kamu nona dan saya juga tahu siapa yang kamu incar sekarang. Karena orang itu adalah mantan tunangan saya jadi kalau kamu mau kita kerja sama untuk mengambil kembali milik kita masing-masing ini nomor hpku kalau kamu sudah beruba pikiran bisa kamu hubungi aku"


Setelah selesai bicara pria itu yang gegas pergi meninggalian Oliv sendirian disitu, Oliv belum sepenuhnya mencerna perkataan pria tadi, karena belum fokus kesitu.


Setelah pria itu pergi dan tidak terlihat lagi Oliv. Oliv sengera meraih kertas yang dicoreti dengan tinta hitam dan disitu ada nomor telpon. Tipi Oliv belum lakukan apapun ia masukan kerras itu kedalam tasnya siapa tahu memang bisa berguna pikirnya.


"Aku sudah jauh-jauh dari sana sampai disi tapi kamu memperlakukan aku seperti ini Devan, aku tidak terimah. Dulu waktu kita masih berteman kamu begitu perhatian dan baik sama aku, tapi kenapa sekarang kamu sangat berubah, apakah karena kamu kenal dengan perempuan gila itu sehingga ia membuatmu beruba."


"Aku memang sudah bukan gadis lagi tapi ini juga bukan keinginanku Devan, aku diperkosa oleh James sih bajingan itu, apapun yamg terjadi dalam hidupku aku tidak akan kembali dengannya. Tapi bagaimana kalau aku hamil ya, tidak mungkinkan aku bilang kalau itu anaknya Devan ah jangan sampai itu terjadi"


Oliv masih berperang dengan pikirannya dia sedang makan tapi pikirannya berlarian kemana-mana. Oliv berencana akan meminta bantuan Bara dengan Indri untuk membantunya meleyapkan Alin tapi takutnya mereka berdua tidak mau kerja sama dengannya. Apalagi Oliv sangat kenal seperti apa karakter Bara dan Indri.

__ADS_1


"Ah coba cinta disini pasti dia mau bantuin gua, walaupun anak itu sangat cerewet tapi kalau sekali minta tolong pasti langsung di bantu tapi sayangnya di jauh banget kesini, ah aku telpon aja deh anak itu jadi kangen juga sama dia."


Oliv mengeluarlan hpnya dari dalam tas kecil dan menekan nomor Cinta tidak selang lama sudah ada sura cempreng dari seberang.


"Hallo....Liv..gila lo ya sampai disana jadi lupain teman lo yang cantik ini disini, kapan lo balik sih, gua kangen banget ama lo."


"He....Cin bisa gak lo, nanya tuh satu-satu baru juga angkat teelpon gua sudah banyak sekali pertanyaan lo, Cin gua lagi mumet baanget tahu. Sini dong Cin nemanin gua."


Cinta baru saja angkat telpon dari Oliv langsung mencerca dengan banyak pertanyaan membuat Oliv pusing, lagian Oliv juga sudah tahu sifat anak itu tapi juga dengan kondiso seperti itu masih mau menelponnya akhirnya jadi seperti itukan.


"Ya salah li sendiri Liv, siapa yang menyuruh lo pas sampai disana lupain gua, wa aja kagak di balas, apa lo uda ketemu dengab belaham jiwa lo, sehinggal melupakan gua teman setua lo Liv"


"Ketemu belahan jiwa lo peang....tadi...gua pengen banget bunuh tuh perempuan agar gua mendapatkan Devan, tadi gue datangi Devan kekantornya ternyata ada perempuan gila itu disana tahu biking emosi gua naik"


"Liv...lo kan udah tahu kalau perempuan itu tunangan Devan ya jelas dong dia sesuka hati masuk kantor Devan gimana sih, oh ya kamu tahu tidak kemarin setelah lo pergi James datang nyariin lo tahu disini sampai marah-marah dia tidak terimah lo pergi"

__ADS_1


__ADS_2