Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
34:34 Keceplosan


__ADS_3

Keesokan harinya, jarum jam baru menunjukan pukul setegah tujuh jhovan sudah ngeliat dari singgasana, namun ia belum ada niatan mengecek benda pipi yang ada di atas nakas.


Ia bagun dan bergegas merampas handuknya, yang di gantungan digantungan, dan masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan diri.


Setelah selesai berendam didalam kamar mandi, sekitar dua puluh lima menit, akhirnya jhovan keluar. Dengan rambut yang agak setegah basa dan terlihat agak lebih segar pastinya ya.


Kenapa jhovan masih santai ya, apakah dia belum tahu kalau sang calon istri, masuk rumah sakit beserta calon mertua, Ya jhovan belum tau padahal sudah di telpon berulang kali dari pak donal.


Dan juga kirim pesan, tapi karena jhovan sudah capek pas pulang kerja , dan lelah jadi ia tidur masih awalnya, makanya pas dihubungi sudah gak ada respon.


Jhovan keringkan rambutnya, dengan handuk kecil ditangan sambil bersiul, sepertinya pagi ini hati jhovan sangat bahagia sekali. Ia ganti bajunya dengan kameja berwarna nafi di padukan dengan celana jeans warna hitam, wah makin Ganteng sih jhovan.


Jhovan, berdiri didepan cermin dan melihat penampikannya, dan menampakan senyum, ia bergegas mengambil benda pipinya, rencana mau hubungi saras dan bertanya jadi gak hari ini ia temani kesalon, karena kalau gak jadi lebih baik ia ke kantor.


Dengan wajah sumringan jhovan, merampas benda itu dan mengeceknya, tapi tiba-tiba ia mengeryitkan dahinya, melihat banyak panggilan dari pak donal dan ia segera membaca pesan yang di kirim pak donal, sontak ia terkejut bukan main, saat tahu calon istri beserta calon mertua di rumah sakit.


Tapi bukan hanya itu yang menarik perhatian jhovan, sebab ada nomor asing yang gak dikenal turut hadir, dan itu sangat menganggu, pikirannya.


Padahal pesan yang di kirim aja belum juga diundu tapi entah kenapa tiba-tiba hati jhovan was-was, dari pada penasaran mendingan di unduh pikirnya.


Pada akhirnya dengan agak sedikit takut jhovan menguduh video itu, dan betapa terkejutnya ia melihat isi dari video panasnya dengan saras , bersamaan dengan itu ada juga pesan.


(Rahasia terbesar anda, ada di tanganku baik kehidupan anda di keluarga, maupun di perusahaan, jadi anda jangan main-main dengan saya, karena ini hanya peringatan kecil, sekali saya sebarkan video menjijikan ini, saya pastikan hidupmu beserta perusahaanmu hancur seketikan)


Dengan tangan gemetaran gak terasa jatuh benda pipi itu dari tangan jhovan dan tergeletak di lantai.


Wajah jhovan makin menegang, memikirkan siapa orang yang berani diam-diam mengutitnya. Dan dari mana orang itu tau tentang video itu, sedangkan setahu jhovan, hanya dia dan saras yang tahu tentang hal itu.


Gak mungkin kan saras, yang menyebarkan video ini, gak, aku harus tanya sama saras ini gak bisa dibiarin, karena kalau sampai video ini tersebar aku bisa di bunuh sama papa.


Tapi aku harus mengelabui orang yang kirim video ini, apapun dia minta aku berikan asal dia gak menyebarkan video ini. Aku harus hubungi nomor ini, dengan segara jhovan hubungi nomor tersebut tapi sayang nomonya sudah gak aktif.

__ADS_1


"Siallllll, pakek gak aktif lagi, mau apa sih orang ini." karena kesal jhovan inisiatif mengirim pesan ke nomor tersebut, pikirnya nanti juga dibaca.


Setelah selesai jhovan mengirim pesan ia bergegas pergi menemui saras dan calon mertua di rumah sakit. Karena dia juga pengen tanya saras tentang video itu.


Jhovan keluar dari kamarnya dan bergegas keluar, dengan muka yang di tekut, kebetulan sang mama baru keluar dari dalam kamar melihat sang putra.


Dengan muka gak bersahabat langsung mencegahnya dan bertanya: Hay anak mama, masih pagi begini sudah rapi mau kemana? Dan kenapa mukanya ditekuk begitu, ada apa sayang cobak cerita sama mama".


Jhovan engan menjawab pertanyaan, sang mama dan berlalu pergi, tapi mala di kejar sama sang mama dan tangan jhovan berhasil ditarik, "hey, nak kenapa di tanya bukannya di jawab ini mala pergi, ada apa cerita sama mama siapa tahu mama bisa bantu".


"Maaf ma, jhovan buru-buru saras dan tante ratna, masuk rumah sakit semalam ma, dan sekarang mereka di rumah sakit budi mulia, jhovsn mau cek keadaan mereka ma. Jawab jhovan pasra.


"Astaga calon besan sakit apa, sampai mereka masuk rumah sakit, berdua lagi, yaudah kalu begitu, kamu tunggu sebentar biar mama juga ikut sama kamu." bu Anita secepat kilat masuk kekamar dan ganti baju hak lama ia keluar lagi.


"Aduh makin ribet deh masalahnya, niat mau nanyain saras soal video ini, tapi kalau mama ikut dimana caranya, lagian mama pake ikut segala lagi." ucap jhovan kesal pada sang mama, tapi juga pasra gak mungkin. Ia melarang sang mama ikut.


" Yuk sayang, nanti mama pulang sendiri naik taksi aja, kalau gak, biar sopir yang jemput, kalau kamu langsung kekantor". Ujar Anita yang sudah lebih dulu melangkah keluar, disusul oleh sang putra, biarpun malas jhovan tetap ikut dari belakang.


Mereka masuk kedalam mobil dan jhovan langsung hidupkan mesin mobilnya, ia menjalankan mobil keluar dari area perumahan.


Karena pagi hari jadi agak macet, karena semua orang sudah pada bersiap untuk masuk kerja. Jadi jhovan menjalankan mobilnya masih standar normal.


Karena bu Anita melihat, kalau sang putra, dari tadi diam aja, ia berinisiatif untuk membuka suara, memecahkan keheningan dan membuka obralan. karena ia juga penasaran kenapa sampai calon mantunya dan calon besan bisa masuk rumah sakit besamaan.


"Nak kok bisa sih saras dan bu ratna masuk rumah sakit bersamaan, kamu pasti tahu kan penyebabnya? "Tanya bu Anita


"Ma jhovan kan sudah jelasin tadi ke mama, kalau jhovan juga gak tahu, lagian jhovan kaget lihat video itu." ujar jhovan gak sadar keceplosan


"Lihat video apa? " tanya bu Anita.


"Astaga, mampus gue, kenapa mulut ini gak bisa di rem, sih pake keceplosan segala, kalau mama nanya terus gimana."

__ADS_1


"Viedo apa jhovan kenapa kamu mala bengong sih. "


"E ehh tu ma, maksud jhovan video yang di kirim sama om donal kalau saras ada di rumah sakit".jawab jhovan gugup


Duh semoga mama percaya deh sama perkataanku barusan, hmm apes bangat hidup ku hari ini.


"Benaran kamu gak bohong kan sama mama".tanya bu Anita


"Iya benaran ma, mana berani jhovan bohong sama mama".


Akhirnya kembali hening, mereka menempuh perjalanan dari rumah ke rumah sakit sekit satu jam akhirnya, mobil jhovan berbelok ke parkir rumah sakit.


Jhovan dan sang mama langsung turun dan bergegas ke dalam dan bertanya sama resepsionis.


"Sus mau tanya ruangan pasien atas nama saras dan nyonya Ratna di mana ya".Tanya bu Anita, jhovan diam aja.


"Maaf ini siapanya nyonya Ratna dan nona saras ya.". tanya suster


"Saya Anita calon mertua saras, dan ini putra saya, calon suaminya. ujar bu Anita menjelaskan


"Oh maaf bu, kalau begitu ruangan nona saras, dengan nyonya ratna, di ruangan VIP nomor dua ratus sepuluh, nyonya lurus aja dari sini, nanti belok kanan terus naik lift ke lantai tiga.


"Ok makasih sus" jhovan dan sang mama melangkah pergi ,sesuai instruksi dari suster, dan sekarang mereka sudah di depan ruang, mereka melihat pak donal dan asisten rumah tangganya.


" Pak donal, maaf kami baru datang soalnya saya juga baru tahu dari jhovan". ujar bu Anita


"Gapapa bu kalian sekarang sudah datang aja syukur. ujar pak donal


"Om". jhovan langsung mencium punggung tangan calon mertua. ucap jhovan


"Sebenarnya apa yang terjadi pak donal, bu ratna dengan saras sakit apa, kok sampai mereka masuk rumah sakit berdua." dari tadi di tahan akhirnya bu Anita bertanya.

__ADS_1


" Ceritanya panjang bu Anita, atau kita masuk aja dulu soalnya sudah bisa di jenguk " saya juga binggung dengan kejadian ini


Dan mereka masuk kedalam ruangan, tapi betapa kangetnya jhovsn dan bu Anita melihat kondisi saras dan bu Ratna, sangat menyedihkan


__ADS_2