
"Yaudah kalau kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan, hanya saja papa cuman ingatkan saja kamu. Harus waspada ya nak, soalnya papa gak mau terjadi sesuatu sama alin dan acara kita rusak." ujar pak davin,
"Iya pa, papa tenang aja, lagian nanti malam juga ada boby dan dimas, mereka juga ada jadi papa gak usa kuatir."
"Ok lah kalau begitu kamu temui mama kamu, biar cek jas dan yang lain sudah siap belum, soalnya papa mau ke kantor sebentar, mau ketemu dengan om kamu dulu jadi kamu disini aja."
"Baik pa, hati-hati kalau papa butuh bantuan boleh hubungi devan".
Pak davin bagun dari duduknya dan pamit pada sang istri, karena mau ke kantor. "Ma, papa pergi sebentar ya, ke kantor selama disini papa belum cek kantor dan belum juga ketemu dengan aryo". Ujar pak davin pamit sama sang istri
"Hati-hati pa, terus jam berapa papa pulang"
"Sekitar jam dua papa sudah pulang, papa juga mau cek persiapan nanti malam takutnya masih ada yang kurang."
"Yaudah pa, jangan ngebut ya pa".
Sesudah pak davin pergi, semua kembali sibuk apa lagi devan, iya mengambil hpnya dan membuka untuk mencari nomor telpon dimas.
"Hallo mas" ujar devan
"Hallo bos, ada yang bisa saya bantu." jawab dimas dari seberang telpon
" Iya kamu siapkan semua yang sudah aku perintahkan ya, kalau mereka macam-macam tinggal tayangkan aja, tapi kalau gak biar aja."
"Oh kalau soal itu, semua sudah beres bos, saya dengan boby sudah lakukan semua perintah bos."
"Ok baik lah".
Devan langsung mengakhiri, panggilnya dan melangkah masuk ke kamar alin, yang sudah di huni, sang mama, alin, yora dan tante Neska.
Mereka semua sudah sibuk dari tadi, entah apa yang mereka lakukan, padahal semua sudah tersedia " Waduh pada ngapain semua ini, kok heboh bangat, kayak di pasar lagi jualan hahahah," ujar devan beriringan dengan tawa.
__ADS_1
"Astaga anak ini masa dia bilang kita lagi jual di pasar". ujar bu Neska di sambut tawa oleh yang lain
"Eh sayang, ini ya jas kamu dan cicin dan kalungnya ada didalam, mama sudah siapkan semua, kamu tinggal kuatkan jantungmu hahaha". Ujar bu Asta terkeke
"Ah mama, bukannya berikan kekuatan dan keberanian untuk anaknya, mala di ejek". ujar devan
"Hahaha, maaf sayang, soalnya kamu lucu mama lihat kamu dari tadi kayak gak tenang."
"Ya gunanya degan tenang ma, degan gugup".
Sekarang jarum jam sudah menunjukan pukul sepuluh, sekarang mereka mulai istirahat karena nanti sekitar jam dua MUA datang.
Akhirnya mereka semua masuk ke kamar masing-masing, untuk istirahat. Memang masih terlihat pagi, tapi bu Neska dan bu Asta gak mau nanti alin kecapean nanti malam.
Jarum jam terus berputar hingga sekarang sudah pukul satu siang mereka bangun dan makan bersama di meja makan. Karena Sebentar lagi perias datang.
"Yuk semuanya kita makan dulu sudah pada laparkan, kita isi perut dulu setelah itu bersiap karena sebentar lagi mbak, perias datang". ajak bu Asta
Akhirnya mereka makan bersama dalam diam hanya bunyi piring dan sendok.
Itu yang membuat bu Asta buka suara, "Sayang, kenapa gak angkat telpon, dari siapa rupanya".
Namun reaksi devan berbeda ia mengambil HP nya dan menyodorkan ke mamanya, "Nih kalau mama mau angkat, soalnya devan malas."
"Pas bu Asta melihat nama yang tertera di hp ia mengernyit kan keningnya oliv, ngapain dia telpon" ujar bu Saya heran
"Makanya mama gih yang angkat." ujar sebab malas
Akhirnya bu Asta angkat telpon dari oliv, tapi karena oliv kirain yang angkat devan ia langsung mencerca devan dengan banya pertanyaan, sebelum mendengar suara dari seberang.
"Hallo dev, ya ampun kamu kemana aja sih, dari kemarin di telpon juga kagak angkat aku kangen tahu gak sama kamu."
__ADS_1
"Hallo, oliv ada apa telpon devan". Dengan suara lembut bu Asta meladeni oliv"
" Loh e, eh kok tante yang angkat telpon aku?, devan nya mana tan."
"Maaf ya liv, devan lagi sibuk karena urus acara nanti malam jadi gak sempat angkat telpon kamu, makanya tante yang angkat."
"Oh gitu ya tan, berarti tante sekarang ada di kota B?"
"Iya benar oliv tante sudah berapa hari disini, karena hari ini acaranya, ada yang bisa tante bantu oliv, atau ada yang mau oliv sampaikan ke tante untuk devan". Tanya bu Asta,
Sedangkan yang lain yang sudah habis makan, mereka hanya diam aja mendengar pembicaraan bu Asta dengan oliv termasuk devan juga karena, bu Asta senjaga di buat laos speaker biar semua dengar.
"Iya tan memang ada yang mau oliv bicarakan dengan devan tapi sayangnya devan sibuk".
"Apa itu penting kah liv, itu sistem pribadi atau gimana, jadi gak bisa nich tante tahu gitu".
"Kalau devan disitu bisa kasih hp nya tante, aku mau bicara sebentar aja".
Bu Asta menyodorkan HP nya ke devan tapi volume nya tetap "Hallo liv ada apa"
"Ya ampun devan kamu dari mana sih, aku kangen tahu sama kamu".
"Liv, aku gak punya banyak waktu jadi kalau ada yang mau kamu bicarakan, silakan kalau gak aku matiin"
"Iya ya, aku mau bicara serius devan, devan kamu tahu kan kalau selama ini aku dengan kamu teman, tapi aku mau kita lebih dari teman dav, aku sayang dan cinta sama kamu, aku juga sudah bicarakan ini sama orang tua ku. Jadi mereka setuju dev kalau kamu jadi suamiku nanti".
Perkataan oliv jelas terdegar di teliga alin, seketika raut wajah alin beruba menjadi cemberut, iya langsung bangun dan masuk kedalam kamar.
Itu membuat devan takut kalau alin marah padanya, "Oliv, maaf ya tapi selama ini aku hanya menggangap kamu sebatas teman dan gak lebih, dan satu lagi liv, semoga kamu gak sakit hati ya, aku sudah punya calon istri dan aku sangat mencintainya, malam ini bukan hanya acara perusahaan tapi juga acara lamaran, aku melamar dia jadi istriku."
Panjang kali lebar, devan jelaskan ke oliv, namun olin mala histeris mendengar penuturan devan, dia gak terimah kalau devan menikah dengan perempuan lain.
__ADS_1
"A, apa kamu bilang dev, aku gak salah dengarkan, pasti kamu bohong, pokoknya aku gak mau tahu devan, kamu harus batalin pertunangan itu kalau gak perempuam itu tahu akibatnya".
" Oliv aku gak bercanda, dan aku tetap menikahi cewek pilihanku dan satu lagi oliv kamu tahu kan siapa aku jadi jangan cobak-cobak menyentuh wanitaku, kalau gak kamu tahu akibatnya, setelah selesai berkata demikian devan langsung matikan hp dengan kasar dia lempar hpnya.