
Oliv keluar dari ruangan Devan dengan perasaan yang emosi, lagian sudah tahu Devan sudah punya Calon istri tapi masih aja nyosor, sudah berulang kali juga Devan menolaknya tapi gak ada kapoknya juga, memang kalau namanya pelakor itu gak ada malunya ya.
"Lihat aja kamu Devan aku akan membuatmu jatuh cinta sama aku sampai, kamu gak akan mau jauh dariku. Aku jadi penasaran sebaik apa sih Calon istriny sampai menolak aku, palingan juga cantikan aku."
"Aku harus cari cara agar bisa menjebak Devan gimanapun caranya Devan harus jadi milikku apalagi aku sudah bayar mahal ke orang itu biar bisa melenyapkan perempuan itu dari hidup Devan, aku sudah habiskan banyak uang hanya untuk nendapatkan Devan jadi aku harus berusaha sampai menyingkirkan perempuan itu"
"Pokoknya aku gak mau tahu aku harus mendapatkannya dan perempuan itu aku harus singkirkan, ane juga sebenarnya perempuan itu pakai susuk apa sih sampai Devan tergila-gila padanya katanya mereka kenal sudah lama, kok aku gak tahu ya atau Devan segaja bilang seperti itu agar aku gak akan mengejarnya lagi, kalau pikiran kamu seperti itu Devan kamu salah karena aku gak peduli kamu itu sudah punya tunangam atai belum."
Sepanjang perjalanan, Oliv gak bisa diam sangking emosinya ia memukul setir mobilnya. Karena ia kesal sekali dengan tingkah Devan yang menurutnya sangat beruba sekalu setelah Devan kekota B dan bertunangan dengan Alin, padahal Devan gaj perna berubah. Dari dulu hanya saja Oliv belum talalu kenal dengan kepribadian Devan.
"Pukkk....argh.....brengset kau Devan berani-beraninya kamu memperlakukan seorang Oliv seperti ini lihat aja nanti apa yang akan aku lakukan ke kamu, kamu akan menyesal sudah berani mengusir aku haahha aku akan membuat kamu kehilangan wanita itu biar kamu tahu rasa hahaha". Ujar Oliv tertawa seperti orang yang hilang kewarasan
Karena pikiran Oliv menjadi kalut gak tahu arah tujuannya ia langsung pergi menuju ke mall untuk shoping, mungkin dengan shoping semua bisa menghilangkan emosinya yang sekarang gak stabil karena di tolak oleh seorang Devan. Oliv membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai banyak kendaraan yang lalu lalang hampir sedikit kena tabrak dan banyak klakson yang berbunyi dari arah mana aja karena semua gara-gara kelakuan Oliv
Banyak penguna jalan yang mengumpetin Oliv" Dasar orang gila kalau kamu mau mati yang mati sendiri aja jangan ngajak-ngajak."
__ADS_1
"Woy brangset lo....kalau bawah mobil tuh hati-hati jangan lo pikir ini jalan nenek moyang lo dasar perempuan kurang waras
Oliv yang sudah diselimuti kemarahan dia masa bodoh gak peduli sama sekali dengan makian orang terhadapnya karena, semakin di ladenin mereka Oliv semakin dapat cacian dari mereka semua, jadi jalan satu-satunya Oliv cepat pergi aja"
Tak lama mobil Oliv berbelok masuk kedalam mall, sesampai di mall Oliv langsung parkirkan mobilnya dan keluar dari dalam mobil masih dengan emosi dan dengan tergesa-gesa ia jalan kedalam mall, Oliv tak peduli dengan tatapan mata memandangnya bahkan ia hanya fokus melihat hp jadi ia gak perhatikan jalan kedepan, akhirnya tak sengaja Oliv menabrak seseorang .
Brukkkkkk!!
"Aduhhhh.....siapa sih jalan gak pakai mata deh...he punya mata gak sih orang sebesar ini, gak bisa lihat apa main nabrak aja sakit tahu, heran deh dikasih dua mata jalan gak lihat-lihat lagi."
Gak usa pengang-pengang ini barang ku, siapa yang menyuruh kamu ambil tas ku.Saat Oliv mendongkakan kepalanya ia melihat seorang laki-laki tanpa yang berdiri di hadapannya menatap Oliv dengan tajam tanpa tanpa Senyum, hanya wajah datar memandangnya. Membuat Oliv susah payah menelan salivenya, seketika Oliv menjadi pucat pasih
Namun awalnya Oliv ngoce gak jelas sekarang mulutnya seperti dikasih lem setan yang dilengketkan dimulutnya dan gak bisa di buka. Oliv terpanah dengam ketampanan laki-laki itu"
"Wao.....apakah ini pangeran....yang baru turun dari istana untuk datang mencari ratunya ganteng banget ya ampun tapi sayangnya kaku tatapannya sangat menakutkan, tapi menantang juga aku suka melihat laki-laki menatang seperti ini" Oliv benar-benar terpanah dengan kegantengan laki-laki tersebut membuat mata Oliv gak berkedip.
__ADS_1
"Kamu gapapa kan, tanya laki-laki itu namun belum di tanggapi sama Oliv akhirnya laki-laki itu kembali mengulangi pertanyaannya sambil tangannya melambai-lambai di depan wajah Olin.
"Hey kamu... kamu ini selain buta, ternyata tuli juga ya dari tadi ditanyaain juga bukannya jawab Ck..cantik sih ia tapi kasar banget terus tuli lagi tadi dia yang menabrak aku tapi mala aku yang kenah marah, ane perempuam gila nasib banget hidupku hari ini bisa ketemu dengan perempuan setegah waras ini." ujar laki-laki itu seketikan membunyerkan lamunan Oliv.
"Eh... kamu bilang apa tadi, kamu katain aku gila ha...enak aja bilang aku kurang waras kamu tuh yang kurang waras, dan nih ya aku gak dengar bukan berarti aku itu tuli, lagian tadi aku dengar dengan jelas kok hanya saja...." Oliv merasa malu dilihat seorang laki-laki melamun.
" Ck cantik-cantik tapi galak dan cerewet ih....untung aku gak punya pacar seperti kamu, kalau gak aku bisa mati berdiri melihat sikap kamu bar bar seperti ini semoga kita gak ketemu lagi ya" ujar pria tadi ia heran perempuan secantik Oliv kok gitu banget
"Hello....siapa juga yang mau ketemu sama kamu, sial tahu gak baru juga ketemu sekali aku langsung dapat sial hari ini untung tulang aku gak patah kalau gak kamu ganti, tapi boleh kenal gak gapapa kan kita kenal "
Setelah mendengar ocehan Oliv pria itu langsung pergi begitu saja, ia gak peduli Oliv yang sudah menyodorkan tanggalnya untuk minta kenal, tapi mala pria itu mengabaikan Oliv membuat Oliv sedikit kecewa dan malu.
"Ih....sombong kali sok ganteng padahal tadi cuman mau kenalan aja, tapi iya sih memang dka ganteng...hehehe semoga kita ketemu lagi ya ganteng" ujar Oliv
Setelah kepergian pria misterius itu, Oliv langsung melanjutkan tujuannya yaitu belanja tas dan sepatu karena sepatu dan tas Oliv sudah pada kepake semua belum ada yang baru padahal masih banyak yang belum dipake.
__ADS_1