
Setelah selesai Alin ketemu dengan pak Donal, Akhirnya pamit pulang karena Alin tidak bisa menjaga pak Donal di rumah sakit , jadi hanya bibi terus suster yang menjaga pak Donal. lagian pak Donal tidak keberatan jika Alin tidak menjaganya karena Alin kerja, lagian kondisi pak Donal juga sudah membaik dan biaya rumah sakit juga sudah di urus oleh Devan dan Leo.
"Papa...Alin pulang dulu nanti kalau besok Alin cepat pulang singah kesini lagi" ujar Alin.
"Tidak usa nak..kamu istirahat saja pikirkan persiapan pernikahan kalian, papa baik-baik saja jadi jangan pikirkan papa ok. Kamu harus jaga kesehatan dan pergilah sama bibi kerumah sekalian bawah apa yang kamu anggap penting disina kamu bawah saja." Ujar pak Donal.
"Baiklah pah, kalau begitu kami pulang dulu" pamit Alin dan yang lain.
"Kami pulang ya pah" pamit Leo dan Devan hampir bersamaa,an.
"Kami pulang ya om, jaga kasehatan" sambung Yora.
"Makasih ya nak sudah mau datang jenguk om hati-hati di jalan ya" pinta pak Donal
Alin dan yang lain keluar dari ruangan dan menemui bibi. Di ruangan tunggu.
"Bik..." panggil Alin.
"Iya non"?
"Kita pulang ya kerumah ada yang mau Alin ambil, disuruh sama papa soalnya, nanti bibi cari teman bibi satu lagi biar bibi tidak kesepian dirumah ya, kasian bibi sendirian tidak ada teman kalau soal gaji tidak perlu takut bik nanti Alin yang bayar"ujar Alin membuat bibi senang
__ADS_1
"Memang bisa non, kalau bibi cari teman satu lagi" tanya bibi memastikan.
"Boleh bik, tapi biar saja nanti Alin yang carikan ada bibik Sumi soalnya, dulu dia kerja di rumah tapi setelah ibu meninggal terus Alin keluar dari rumah bibi Sumi memilih berhenti kerja, kalau Alin yang minta pasti bik Sumi mau nanti Alin jemput terus Antar kerumah karena nanti Alin akan sering mampir ke rumah nanti."
Mendengar itu sih bibi senang karena akhirnya nona nya itu mau mampir kerumah, bahkan menambah seorang pembantu.
"Baik non kalau begitu biar bibik naik ojek saja biar cepat sampai di rumah" bibi merasa tidak enak naik satu mobil dengan Alin.
"Ngapain bibi naik ojek, tidak perlu bik. Kita satu mobil saja karena ada yang mau Alin tanyakan pada bibi tentang papa Donal"
"Baik non" bibi mengikuti langkah kaki ke enam orang itu dan keluar dari rumah sakit, tujuan mereka saat ini kerumah pak Donal. Karena pak Donal memaksa Alin untuk mengambil semua sertifikatnya dan mengubah nama pak Donal menjadi nama Alin..karena semua itu milik Alin bukan milik bu Ratna atau pun Saras. Pak Donal takut sewaktu-waktu bu Ratna keluar penjara dan berpikir kalau pak Donal masih mencintainya.
Mobil Alin keluar dari halaman rumah sakit dan membelah jalan raya. Didalam mobil belum ada yanh buka obralan...tidak lama kemudia Alin melai buka obralan.
"Bik...selama tante Ratna dan Saras masuk penjara papa Donal ngapain saja selama ini...aktifitas papa Dinal apa bik." tanya Alin.
"Sebenarnya sebelum nyonya dan nona Saras masik penjara, Tuan sudah merasakan sakit non, dan bahkan Tuan sempat ke dokter Juga Jadi Tuan tahu penyakitnya...awalnya Tuan masih rajin berobat tapi setelah nyonya dan nona Saras masuk penjara itu masih mendingan Tuan masih makan dan minun obat dari dokter. Tapi setelah nona Alin tidak mau memaafkan Tuan mulai dari situ Tuan stop minum obat dan pergi periksa kedokter.
Tuan selalu bilang kalau parcuma dia hidup kalau non tidak mau memaafkannya, karena sudah banyak dosa yang Tuan lakukan jadi lebih baik Tuan mati saja biar tidak menyusahkan orang lain, Tuan juga sudah berpesan jika suatu saat nanti Tuan sudah tidak ada...Tuan menyuruh bibi untuk memberikan semua sertifikat restoran, apertemen hotel bisnis lain nya kepada non, Tuan juga sering melamun bahkan bibi sudah beberapa kali mrmergoki Tusn menangis di kamar sambil mengucapkan maaf "
"Selama ini papa Donal perna keluar rumah tidak bik" tanya Alin.
__ADS_1
"Tua sering keluar non tapi palingan kalau tidak cek butik palingan ke restoran karena setiap kali Tuan pulang bawah makanan dan Tuan menyuruh bibi makan, tidak perlu masak katanya karena satpam dan satu pengawal itu juga sudah di kasih, karena semenjak perusahaan bangkrut semua asetnya Tuan tidak mau menjualnya karena kata Tuan itu milik non jadi non yang berhak jual atau tidak karena perusahaan itu juga milik nyonya Larasati"
Bibi jelaskan panjang lebar kepada Alin dan akhirnya Alin tahu kehidupan pak Donal seperti apa setelah istri dan putrynya masuk penjarah.
Akhirnya mobil Alin membelok masuk ke pekarang rumah, nampak sekali rumah besar itu sudah tidak terawat tukang taman juga sudah tidak bekerja, salah satu satpam yang tinggal menjaga langsung membuka pintu gerbang setelah tahu mobilnya mau masuk pak satpam pikir yang datang pak Donal ternyata salah putrynya.
Setelah mobil berhenti dengan sempurna, Alin keluar dari mobil dan yang lain juga ikut turun Yora, Leo, Boby dan Dimas, mereka melangkah masuk kedalam rumah besar itu halamannya banyak sekali rumbut sudah mulai setinggi lutut.
"Bik kenapa taman dan halaman tidak di bersihkan tidak ada tukang taman ya bik?" tanya Alin
"Maaf non tukang tamannya sudah tidak datang lagi,;dan bibi juga sendiri non jadi tidak sanggup membersihkannya"
"Ya, sudah bik, besok bibi panggil saja tukang taman ya biar membersihkan ini semua, nanti Alin yang bayar karena mulai sekarang rumah ini jadi milik Alin jadi Alin yang tanggu semua"
"Baik Non"
Setelah mereka sampai di dalam rumah. Alin langsung naik ke kantai dua masuk ke kamar pak Donal, karena pak Donal memberitahu Alin kode brangkas jadi Alin langsung masuk dan mencari braskas setelah dapat Alin lamgsung membukannya.
Ternyata di dalam brangkas itu selain sertifikat dan surat penting, ada banyak gelang emas Alin tafsir itu milik ibunya tapi setelah ibunya meninggal di ambil oleh bu Ratna. Dan sebagian itu punya bu Ratna juga Alin keluarkan semu dari dalam berangkas ternyata banyak sekali hanya satu gelang saja bisa mencapai lima puluh gram.
"Humm akhirnya aku dapat kembali barang ibu semua masih utuh belum ada yang di jual sama perempuan jahat itu..biarlah untuk apa juga semua ini nanti aku jual kembali yang dibelih oleh nenek lampir itu, kalau punya ibu biar Alin pakek sebagai kenangan. Nanti aku juga harus periksa kamar Saras karena pasti punya dia juga ada aki tidak yakin perempuan seperti dia tidak punya perhiasan pasti ada.
__ADS_1