Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
120


__ADS_3

Hampir lima belas menit mereka menungguh akhirnya datang juga semua teman Arisnnya hampir dua puluh orang.


Setelah mereka berkumpul barulah mereka mulai kocok Arisan.


"Hallo semuanya maaf banget saya terlambat soslnya ada keperluan sebentar, hallo Jeng Asta, Jeng Neksa sudah lama menunggu"? Tanya teman Arisan yang baru datang,


"Kabar baik jeng" jawab nyonya Neska dan nyona Asta.


"Baiklah karena semua sudah datang jadi saatnya kita langsung kocok arisan saja nanti setelah selesai baru kita makan bersama bagaimana setujuh tidak" tanya Bu Asta.


"Setujuh jeng"


Akhirnya salah satu di antara mereka langsung mengocok arisannya dan keluarlah tiga nama karena memang setiap kali kocok arisan harus ada tiga nama. Namanya orang kaya jadi mereka bikin aris tidak tanggung-tanggung ratusan juta satu ratu orang..


Ternyata saat nama keluar nama nyonya Asta, nyonya Neska dan bu Yeti membuat mereka tertawa terbahak-bahak.


"Astaga kok bisa nama kita bertiga keluar bersamaan, tapi tidak masalah kalau memang sudah keluar mau bagaimana lagi" ujar bu Neska


"Jeng arisan ini berjalan terus jadi tidak ada bedahnya dapat sekarang dengan yang nanti kita pasti akan dapat semua."


"Iya benar jeng hari ini rejeki untuk jeng Asta,Jeng Neska dan Jeng Yeti nanti tunggu bulan depan lagi"


Setelah selesai kocok akhirnya mereka mulai makan karena mereka kebetulan arisan ada di restoran yang ada di mall tersebut.


Mereka semua sambil menunggu makanan sambil ngombrol. Tiba-tiba ada seorang teman arisan menyingung soal pernikahan Devan membuat nyonya Asta dan nyonya Neska tersenyum.


"Oh, ya. Jeng Asta, jeng Neska bukannya putra dan putry jeng mau nikah, mereka menikah dimana? kok kita gak dapat undangan."

__ADS_1


"Nah betul tuh jeng kita kan satu tim masa kita gak dapat undangan bagaimana sih jeng, kita tunggu loh undangannya"


"Jeng, maaf sebelumnya, bukannya kami tidak mau memberikan undangan tapi ada alasa mengapa kami belum mengundang jeng semua, soalnya putra-putry kami tidak melangsungkan pernikahan disini" jelas nyonya Asta.


"Loh, memangnya mereka menikah dimana jeng kok gak disini"?


"Iya benar Jeng, bukahkan semua orang tuanya disini"?


"Mereka menikah di kota B jeng, jadi kami akan berangkat ke kota B nanti, tapi kalau di antara Jeng yang ingin ikut tidak masalah justru itu suatu kehormatan bagi kami keluarga."


"Oalah...kirain disini tapi tidak masalah jeng kalau di kota B sekalian jalan-jalan kesana ya gak, jeng? lagian kita juga bukannya urus anak, anak-anak kita sudah pada besar-besar semua. Sekali-sekali keluar kota lah demi mengikuti acarah nikahan anak teman Arisan kita bagaimana mau gak?" usul jeng Yeti dan ternyata jeng Yeti mendapatkan respon positif dari semua teman-temannya membuat nyonya Asta dan nyona Neska senang karena semua temannya ikut.


"Serius jeng mau ikut ke kota B" tanya nyonya Asta dan nyonya Neska memastikan jika benar teman arisannya pada ikut.


"Wah. Ide bagus boleh juga tuh"


"Iya benar jeng kami semua ikut, itung-itung sekalian jalan-jalan juga ke kota B, karena jujur saya belum perna kesana ini kesempatan."


"Ah serius jeng"? Tanya mereka kompak.


"Iya serius" jawab nyonya Neska.


Semua teman nyonya Asta dan nyonya Neska senang karena akhirnya mereka pergi keluar kota.


Tidak lama kemudian ada tiga orang waiters datang menghidangkan makanan yang sudah dipesan, mereka sangat ramah dan juga sopan.


"Parmisi nyonya makanannya sudah siap" setelah selesai makanannya di tatah rapi oleh waiters mereka mempersilahkan nyonya Asta dan teman-temannya makan.

__ADS_1


"Silahkan dicicipi nyonya" ketiga waiters itu pergi meninggalkan mereka, akhiaya nyonya Neska dan teman-tenannya sarapa.


"Humm ini adalah makanan kesukaan saya loh kalau di rumah saya sering menyuruh pelayan masak seperti ini" ujar salah satu teman arisan.


"Kalau saya lebih suka yang ini jeng apalagi saya punya restoran jadi kalau malas makan di rumah langsung keluar saja, kita punya selerah masing-masing, kalau kita punya selera sama bisa jadi punya suami satu nanti hehehe" ucapan salah satu rekan arisan mereka semua tertawa terbahak-bahak."


"Jeng lucu ada pula kita punya satu suami ...kalau suami kayak Tuan Davin sih gak masalah, tapi memangnya jeng Asta mau berbagi suami kan gak mungkin, lagian kalau Jeng Asta mau belum tentu Tuan Davin mau ya, gak."


"Nah saya sependapat dengan jeng Yeti mana ada Tuan Davin mau sama kita sedangkan istrinya saja cantik benar, jadi jangan berharap tinggi"


Dasar emak-emak kalau sudah berkumpul ngibah saja kerjaan mereka, memperebutkan suami orang yang ternyata Istrinya juga ada gila gak sih, berani sekali.


Akhirnya mereka lanjut acara makannya dalam diam kali ini mereka tidak ada suara sama sekali hanya bunyi piring sendok. Mereka menikmati makanan itu dengan santai karena memang mereka juga tidak buru-buru mau lari kemana.


setelah selesai makan ada yang sekalian belanja di mall sebelum, pulang, ada yang langsung pulang karena sudah ada janji dengan orang sedangkan nyonya Asta dan nyonya Neska mereka berdua masih duduk di tempat karena nyonya Asta katanya mau bicarakan sesuatu hal yang penting.


"Asta apa yang mau kamu bicarakan, kayak serius banget bukannya persiapan kita untuk acara nikahan anak-anak sudah tersedia semua apa jadi apalagi yang masih kurang kasih tahu biar kita lengkapi."


Nyonya Asta menarik napasnya dengan kasar dan membuangnya, barulah ia bicara tapi agak takut- takut juga kalau nyonya Neska marah.


"Maaf ya mbak, sebelumnya kalau Asta lancang tapi sejujurnya Asta ingin kedua anak kita harus tinggal di kota ini setelah selesai menikah, apakah mbak Juga pengen hal yang sama. Kalau memang mbak punya pemikiran sama seperti aku, mbak kenapa mbak gak bujuk Alin untuk kembali ke kota A saja mbak"


Nyonya Neska yang mendengar perkataan nyonya Asta senyum sembari berkata lirih" kalau mbak sih pengen begitu Ta, tapi kamu tahu sendiri ayah kandung Alin masih hidup jadi pasti dia menolak, pasti alasan kalau ayahnya masih hidup dan perusahaan nanti siapa yang ngurus padahal aku juga sudah pernah bilang kalau soal perusahaan itu mah gampang yang penting dia setujuh saja tapi dia gak mau.


Aku gak bisa egois juga, lagian kasian Tuan Donal sekarang tinggal seorang diri kalah Alin kesini lagi berarti dia sendiri"


"Mbak memangnya mbak gak ingin menikah lagi begitu, mencari pasangan yang mau menemani mbak si, masa tua nanti lagian mas juga sudah lama pergi"

__ADS_1


"Maksud kamu Apa Ta, mbak gak ngerti deh nyuruh mbak menikah terus dengan siapa? Gak ada pria yang mau dengan mbak semua mbak lakukan demi kebahagiaan Alin, jadi mbak sudah tidak pikirkan untuk cari pasangan lagi Ta untuk apa cari pasangan kalau gak bahagia."


Nyonya Asta tersenyum sepertinya dia mendapatkan celah untuk menjodohkan nyonya Neska dengan Tuan Donal, agar Alin dan Devan mau balik ke kota A.


__ADS_2