
Sedangkan di tempat lain Oliv sudah mendengar bahwa Alin dan Devan sedang melangsungkan pernikahan hari ini namun, naasnya kepala Oliv tiba-tiba pusing dan mual-mual sampai bolak-balik ke kamar mandi, di tambah lagi Oliv tahu ternyata sudah siang saat membuka media sosialnya dan melihat berita banyak berita yang menyiarkan momen sakral saat Devan mengucapkan ijab kabulnya.
Banyak sekali ucapan selamat menbanjuri kolom komentar disetiap berita itu, banyak yang mendoakan Devan dan Alin semoga cepat mendapatkan momongan dan langeng rumah tangga mereka. Sudah tiga hari Oliv merasa tidak enak badan, di tambah lagi semenjak Oliv pulang dari hotel setelah bercinta dengan James hari itu juga Bara dan Indry tidak kunjung pulang bahkan mereka juga tidak bisa di hubungi hal itu membuat Oliv uring-uringan.
Jelas Oliv tidak akan tinggal diam saat melihat berita tentang pernikahan Devan dan Alin Oliv merasa Devan sudah membohonginya, karena Devan sudah janji akan menikahi Oliv selama ini Oliv pikir pria misterius yang bercinta denganya di hotel itu adalah Devan pada hal pria itu adalah James.
"Brakkk!......kurang ajar kau Devan bisa-bisanya kamu membohongi aku, aku tidak terimah denga semua ini, pada hal kamu sudah janji sama aku kalau kamu akan menikahi aku bahkan kamu sudah merasakan kenikmatan tubuhku, tapi kenapa kamu tega menikah diam-diam dengan perempuan itu, katanya kamu mencintai aku dan tidak mencintai dia, lihat saja nanti aku akan menghancurkan acara pernikahan kamu nanti malam, kenapa aku harus tahu jam segini bukannya dari kemarin-kemarin sih, aku kalau pergi jam segini juga palingan sudah selesai aku akan datang ke acara puncak kamu nanti malam lihat saja nanti.
Kamu biadab Devan aku tidak terimah kamu memperlakukan aku seperti ini, kamu ingin main-main denganku bukan baik lah aku akan tunjukan sama kamu Dev...."
"Ah.......kenapa aku harus mengalami hal ini sih pada saat aku ingin menghancurkan pernikahan Devan dengan perempuan itu justru aku tidak enak badan, tapi tunggu dulu kenapa aku mual-mual terus ya dan bulan ini aku kok tidak haid ya. Atau jangan-jangan aku hamil. Argh......tidak....tidak jangan sampai aku hamil aku kan belum menikah bagaimana ini siapa yang haris bertanggung jawab...aku juga belum mau punya anak, kalau punya anak tidak bisa leluasa.
__ADS_1
Oh aku tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas anak ku ini aku lakukan selama ini hanya sama Devan jadi Jelas ini anak Devan tapi apa benar aku hamil? Kalau benar ini kesempatan emas untuk aku masuk ke keluarga Devan secara terang-terang, lebih baik aku pastikan saja apakah benaran aku hamil atau tidak biar jelas aku datang kesana dengan membawah bukti kuat agar aku meminta Devan langsung menalak perempuan itu.
Apalagi aku sudah hamil anak Devan aku yakin orang tuanya juga pasti senang. Baguslah aku punya pengangan kuat jadi aku bisa mengelabui keluarga Deva. Aku tidak perlu capek-capek singkirkan perempuan itu dengan tanganku sendiri tapi biar dengan kehamilanku aku bisa menyingkirkannya dan membuat dia malu di acara puncak resepsinya nanti. Aku yakin dia langsung bunuh diri setelah di talak oleh Devan"
Astaga Oliv....Oliv ketingian sekali hayalan kamu itu, jangan harap kamu di akui oleh keluarga Devan kamu salah orang Oliv keluarga Devan bukan orang sembarangan, jadi kamu ingin menjadikan kehamilan tidak jelas kamu untuk menjebak Devan pada hal yang menghamili kamu bukan Devan melainkan James. Lebih baik jangan paksakan diri Oliv takutnya kamu yang malu dan bunuh diri pede banget bilang Devan memilinya.
Kamu akan mempermalukam diri kamu Oliv lebih baik berhenti mengejar Devan, karena sampai kapan pun kamu tidak akan mendapatkan cinta Devan, cinta devan hanya untuk Alin seorang. Sudah bertahun-tahun Devan mencari Alin karena cinta pertamanya sekarang sudah sah menjadi istrinya mana mungkin Devan menceraikan Alin demi kamu yang tidak penting dalam hidup Devan.
"Sebenarnya kemana sih lo berdua Indri, Bara sudah berapa hari ini lo berdua pergi dari hotel dan sampai sekarang lo berdua nggak bisa di hubungi, separah itukah kesalahan gua sama lo berdua sehingga lo berdua pergi meninggalkan gua. Disaat-saat seperti ini gua membutuhkan lo berdua justru lo berdua tidak ada satu pun yang ada disini bersama gua tega bangat lo berdua pergi meninggalkan gua sendirian dimana hati lo berdua" Oliv goce tidak jelas sampai tidak menyadari ada empat mata memandangnya dengan nyalang pengen mau menerkamnya.
"Apa lo bilang tadi, membutuhkan? Dan tega? memangnya lo masih membutuhkan bantuan kami berdua dan lo masih ingat pulang juga ke sini, bukankah lo sudah tidak mengenal kami berdua lagi sampai lo pergi tidak kasih kabar sama sekali? lo tidak tahu betapa cemasnya gua sama Bara disini menunggu kepulangan lo tapi apa yang lo lakuin, lo tidak perna menghargai gua dengan Bara sedikit pun juga, lo harus ingat Liv, lo datang kesini karena gua dan Bara kalau tidak mana mungkin orang tua lo biarin lo kesini.
__ADS_1
Lo mau gua hubungi mami papi lo untuk membatalkan semua uang bulanan lo ingat Liv, lo sekarang tidak kerja jadi harapan lo saat ini dari mami papi lo pakek otak napa, masih untung ya gua nggak laporin kelakuan lo ke mami papi lo, kalau nggak uang bulanan lo di stopkan dan lo akan di suruh pulang ke kota A mau lo? Kalau mau biar gua hubungi mami lo biar sekarang juga lo pulang?" ujar Indri.
Oliv terkejut dengan semua perkataan yang keluar dari mulut Indry, Bara juga ikut terkejut karena Bara tidak percaya dengan semua perkataam yang begitu pedas di lontarkan Indri kepada Oliv. Sangat sadis perkataan Indri yang tidak memikirkan perasaan Oliv, tapi ya itu resiko buat Oliv siapa yang tidak kesal cobak punya teman seperti Oliv yang tidak tahu menghargai orang.
"Nggak in, gua mohon jangan lapirkan masalah ini ke mami papi gua, tolong kalau gua salah gua minta maaf tapi tolong jangan sampai mami papi gua tahu soal masalah ini"
"Iya benar kata Indri Liv lo memang tidak menghargai kita sama sekali sebagai teman lo buktinya selama lo pergi pernah kah lo hubungi kita berdua sekedar kabarin kalau lo nggak pulang ke hotel biar kami berdua juga bisa tenang, terserah lo deh mau bersenang-senang dengan siapa pun di luaran sana asal lo nggak macam-macam aja bisa menjaga diri itu udah cukup,vtapi senggaknya lo menghargai kita lah, lo tahu betapa cemasnya gua sama Indri menunggu lo disini sampai nggak bisa tidur tenang mikirin lo, lo ya benar-benar teman nggak tahu bersyukur" ujar Bara badas membuat Oliv terhenyak karena mendengar perkataan kedua sahabatnya itu.
Jadi Bara dan Indri sepakat untuk tidak masuk kantor dan pulang ke hotel bersama karena mereka yakin Oliv pasti sudah pulang, dan benar saja saat mereka pulang ternyata Oliv sudah di kamar hotel dengsn kondisi kurang baik, namun karena Indri dan Bara sudah tersulut emosi dengan kelakuan Oliv Indri langsung memarahi Oliv.
Oliv yang mendengar kata-kata pedas dari Indri dan Bara merasa sakit hati, tapi Oliv sekuat tenaga mrnahan gejolak itu. Oliv juga merasa bersalah karena waktu Oliv pergi tidak mengabari Indri dan Bara sampai cemas.
__ADS_1
"Ind...Bar...jangan marah gitu napa, ya sudah kalau gua salah gua minta maaf"