Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
144


__ADS_3

Sedangkan di sebuah ruangan ukuran sangat kecil, seorang gadis duduk termenung dengan menekuk kedua lututnya, wajanya penuh jerawat dan berminyak rambutnya juga sudah tidak terurus bahkan badannya makin gemuk dan perutnya makin besar karena hamil.


Ya wanita itu adalah saras, jadi saras sekarang sudah terkurung didalam penjara dengan kondisi yang sangat memprihatingkan karena ternyata Saras hamil anak Jhovan, sedangkan Jhovan sudah putus hubungan dengan Saras jadi selama saras di penjara tidak sekalipun Jhovan datang menjenguknya, begitu juga denga pak Donal semenjak putusan dari pengadilan baik pak Donal maupun Jhovan tidak ada satupun yang sudih datang menjenguk Saras dan bu Ratna di tahanan.


Pak Donal merasa tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan kedua wanita pembunuh itu. Jadi pak Donal seolah melupakan mereka berdua.


Sementara Saras semakin hari perutnya semakin besar, dan sekarang perutnya sudah memasuki bulan ke lima, karena Saras lagi hamil di tambah dirinya tidak terurus jadi kayak gembel mana lagi bu Ratna pisah tempat dengan Saras.


Setiap hari Saras hanya termenung berharap Jhovan atau pak Donal datang menjenguknya di tahanan.


"Jhovan apakah kamu benar-benar tidak punya hati sama sekali, kemana hati nuranimu aku lagi hamil anak kita tapi kamu sama sekali tidak peduli padahal dulu kamu yang memaksa aku giliran aku hamil kamu justru pergi dan tidak mau tanggu jawab, bagaimana caranya aku bisa menghubungi kamu mas sedangkan aku tidak punya hp aku kangen sama kamu mas, tidak masalah jika kamu tidak mau datang jenguk aku setidaknya kamu datang nanti mengambil anakmu dan merawatnya berikan dia kasih sayang.


Oh, iya. Kenapa aku tidak berpikir kalau ternyata ada telpon disini aku minta tolong sipirlah aku mau telpon Jhovan untung aku masih ingat nomor hpnya"


"Bu..ibu..." panggil Saras.


"Iya ada apa bu Saras"? Tanya sipir.


"Bu saya boleh telpon sebentar tidak saya mau telpon calon ayah bayi saya, boleh ya bu"


" Ya sudah tapi sepuluh menit saja ya, tidak boleh lama karena ada yang mau pakek juga"


Dengan senang hati Saras menerima telpon itu dan langsung mengetik nomor Jhovan, ternyata langsung terhubung namun belum di angkat Saras cobak sekali lagi dan langsung di angkat oleh Jhovan.

__ADS_1


"Hallo, siapa ini"? Tanya Jhovan, Saras yang mendengar suara Jhovan senang karena selama Saras masuk penjara baru kali ini Saras mendengar suara Jhovan.


"Ha....hallo mas, ini aku Saras, mas apa kabar "?


Jhovan terkejut mendengar nama Saras karena selama ini Saras tidak perna menghubunginya, dan baru kali ini.


"Saras? Bukannya kamu di penjara kok bisa telpon aku ada apa?" Suara Jhovan sudah mulai agak meninggi saat tahu yang telpon Saras.


"Maaf ya mas, Saras juga tidak ingin menganggu mas kok kalau tidak terdesak, mas boleh datang tidak ke tahanan ada yang mau Saras beritahukan kepada kamu mas, Saras mohon kamu datang ya" ujar saras memohon.


"Ah gak, aku gak mau kesana untuk apa lagi aku harus kesana sedangkan kita tidak punya hubungan apa-apa lagi" ujar Jhovan.


"Iya mas Saras tahu kok hal itu mas tidak mungkin menerima Saras lagi tapi setidaknya mas punya hati nurani untuk menerima darah danging mas sendiri. Jangan jadi ayah yang egois kalau bukan karena dia Saras juga tidak mau menghubungi kamu mas ini karena terpaksa"


"Maksud kamu darah danging bagaimana" tanya Jhovan tidak mengerti.


"Makasih ya bu" ujar Saras sipir hanya senyum.


Setelah selesai telpon Saras kembali duduk di atas lantai, yang beralaskan kasur tipis sambil mengelus perutnya.


"Sayang anak mama, maafin mama ya, karena kejahatan mama kamu bernasib begini, mama tidak mau kamu merasakan penderitaan sama kayak mama, semoga setelah kamu besar jangan mengikuti jejak mama kamu ya, kamu harus jadi anak yang baik dan menolong orang yang membutuhkan semoga saat papa kamu datang dia mau menerima kamu, dan mau merawat kamu dengan baik, kamu tidak salah apa-apa nak, yang salah itu mama dan papa kamu."


Sedangkan Jhovan yang menerima terlpon dari Saras langsung merampas kunci mobilnya dan gegas keluar dari kamar, untung kedua orang tuanya tidak ada di rumah jadi tidak kena ceramah lagi. Jhovan juga tidak lupa untuk beli kue dan nasi untuk Saras mau bangaimana pun dulu saras perna berbagi pelu dengannya.

__ADS_1


Sebenarnya Jhovan malas tapi karena mendengar kata papa sehingga membuat Jhovan penasaran, tidak masalah juga sekali-sekali datang jengum Saras.


"Kira-kira Saras mau kasih tahu apa ya, kok tumben dia hubungi aku padahal selama ini, dia tidak perna hubungi aku ada apa sih. Ah dari pada aku mati penasaran lebih baik aku datang saja lagian tidak rugi juga aku datang menjenguknya aku mau melihat kondisinya seperti apa."


Akhirnya Jhovan masuk kedalam mobilnya dan keluar dari garasi dan berlalu pergi membelah jalan raya yang masih di padati kendaraan yang lalu lalang karena masih sekitar jam sepuluh jadi masih lumayan kendaraan.


Pikiran Jhovan berkelana kesana kemari memikirkan apa yang akan di bicarakan Saras. Biasalah karena dulu perna bersama.


"Aduh kenapa sih pikiran ku kemana-mana tidak tenang ah...pusing lagian Saras juga kenapa tidak bicarakan saja di telpon tadi, tapi harus pake datang kesana lagi bikin penasaran aku singah beli kue dengan nasi dulu tidak mungkin aku datang dengan tangan kosong."


Jhovan mencari warung dijalan akhirnya dapat juga setelah dapat Jhovan turun dari mobil dan membeli lima bungkus pikirnya siapa tahu ada temannya didalam bersamanya.


"Mbak nasi padang lima ya bungkus." pinta Jhovan.


"Baik mas sabar ya" ujar soh mbak.


Jhovan duduk menunggu makanan dibungkus setelah selasai bayar Jhovan kembali masuk kedalam mobil dan berlalu pergi tinggal beli cake. Jhovan mencari toko kue di sekitar setelah dapat Jhovan langsung melajuh menuju ke lapas.


Tidak lama kemudian mobil Jhovan berbelok masuk kedalam parkir tahanan dan Jhovan menghentikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil dan gegas mendekati para petugas yang menjaga.


"Parmisi pak saya bisa masuk, saya mau jengung saudari Saras" ujar Jhovan.


" Bisa pak tapi baranf bawaannya di periksa dulu ya baru bisa masuk" ujar seorang polisi.

__ADS_1


Pak polisi langsung peliksa bawaan Jhovan dan setelah itu akhirnya diijinkan masuk kedalam.


Silahkan masuk pak dan tunggu di ruang pengunjung Jhovan tersenyum dan langsung masuk kedalam dan duduk menunggu di ruang pengunjung sambil sudah tidak sabar menunggu Saras .


__ADS_2