
Alin, dan yang lain dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit setelah Devan memarkirkan mobilnya dengan sempurna, Devan dan Alin terus yang lain keluar dari mobil dan mereka masuk kedalam rumah sakit, melalui loby mereka jalan melalui koridor rumah sakit untuk pergi ke ruangan pak Donal...dari kejauhan Mereka sudah melihat bibi dan salah satu satpam duduk di ruang tunggu, saat bibi melihat kedatangan Alin, bibi langsung bangkit dari duduknya dan gegas mendekati mereka.
"Non...akhirnya non datang Juga karena dari tadi Tuan nyari,in non terus, katanya pengen ketemu dengan non dan Den Devan terus Dev Leo" mereka bertiga menatap bibi bingung tapi ya sudah setidaknya Alin senang karena papa Donal sudah siuman.
"Memangnya papa Donal kapan siumannya bi...dan apa yang mau papa Donal bicarakan dengan kami, kok papa Donal nyari,in kami bertiga?" tanya Devan.
"Tuan siuman sekitar jam satu Den, tapi setelah itu Tuan di suruh istirahat lagi oleh dokter makanya bibi baru telpon lebih baik non masuk duluan nanti baru yang lain ikut" ujar bibi.
"Iya bi...mas..kakak, Alin masuk dulu ya" Alin langsung gegas masuk kedalam ruang inap pak Donal.
Crekkkkk.!
Setelah Alin masuk langsung menutup kembali pintu, dan berjalan pelan mendekati ranjang pak Donal. Ternyata pak Donal istirahat jadi Alin duduk di kursi yang ada di samping ranjang. Alin menggenggam tangan pak Donal dan menciumnya sambil berkata:" Pah....cepat sembuh ya.
bukankah papa pengen Alin maafin papa...banyak luka yang sudah papa torehkan di hati Alin dan papa juga dulu sudah menelantarkan Alin...jadi sekarang Alin minta tanggung jawab papa. Selama masa sisa hidup papa Alin pengen papa menebus dosa papa dengan hidup bersama Alin, bukannya papa justru menjadi papa pengecut untuk ingin pergi meninggalkan Alin lagi...ibu sudah tidak ada pah jadi Alin pengen papa selalu ada untuk Alin. Papa harus sehat ya....Alin sudah maafkan kesalahan mu pah jadi tolong bangunlah."
Ujar Alin menangis sambil memeluk pak Donal, padahal Alin tidak tahu kalau ternyata pak Donal hanya pura-pura tidur, pas mendengar pintu ruangan terbuka pak Donal pikir suster yang datang...pak Donal terkejut saat mendengar suara Alin membuat hati pak Donal seperti teriris pak Donal menyesal dan berdosa terhadap putrynya sendiri.
__ADS_1
"Putry papa...benar kamu sudah memaafkan papa nak, kamu tidak bohongkan" Alin yang mendengar suara lemah pak Donal terkenjut, dan sontak Alin kembali menarik tangannya dari tangan pak Donal. Hal itu membuat pak Donal sedih karena pak Donal berpikir kalau Alin tidak memaaafkannya.
"Papa...papa benaran sudah sadar" pekik Alin, reflek Alin memeluk pak Donal yang lagi berbaring lemas di atas ranjang. Pak Donal sangat bahagia karena ternyata Alin benar-benar memaafkannya.
"Nak, makasih ya. Kamu sudah mau memaafkan semua perbuatan papah...papa tidak pantas menjadi papa kamu nak, tapi papa bersyukur kamu sudah memaafkan papa jadi kalau papa meninggal juga sudah bisa tenang. Sekali lagi papa minta maaf nak karena sudah membuat kamu menderita, papa hanya mau berikan sesuatu sama kamu nanti setelah kamu pulang dari sini pergilah ke rumah minta kunci sama bibi ambil semua sertifikat apertemen dan restoran yang ada di pusat kota begitu juga hotel.
Sertifikat asli rumah dan butik adakan nak sama kamu?...secepatnya balik nama atas nama kamu semua ya, jangan sampai kedua perempuan licik itu merebutnya dan untuk perusaha,an bisa kamu bangun kembali karena semua aset perusahaan masih lengkap, belum ada yang terjual karena papa tahu kamu yang akan kembali membangun perusahaan itu.
Kalau kamu tidak mau biar papa berikan saja untuk kakak kamu Leo, yang kelolah dengan Istrinya nanti...selama ini kakak kamu juga sangat berjasa untuk kamu"
"Pah.. bicara apa sih jangan bahas itu dulu Alin hanya pengen papa sehat, Alin mau menikah jadi papa harus jadi alih nikah kalau soal perusahaan itu papa bisa kembali pengang perusahaan yang penting papa sehat dulu, jangan sakit begini bukankah papa bilang mau menebus kesalahan papa jika Alin mau memaafkan papa. Sekarang buktikan ucapan papa Alin sudah memaafkan kenapa papa bicara begitu. Mana tanggung jawab papa sebagai orang tua."
"Pah.. Bagaiman kondisi papa, perasaan papa bagaimana sekarang? Mana yang masih sakit" tanya Alin. Tiba-tiba pintu terbuka nampak tiga orang Devan, Leo dan Yora mereka mendekati ranjang pak Donal.
"Pah..bagaimana dengan kondisinya sudah mendingan belum,"Tanya Devan dengan Leo hampir bersamaan...
"Ya, seperti inilah nak, makasih ya kalian mau datang kesini menjenguk saya, kondisi saya langsung membaik saat saya melihat bidadari cantik ada didepan mata...dengan senyum manisnya"
__ADS_1
"Om...maaf kami baru datang jenguk om" ujar Yora.
"Tidak masalah nak...sekarang saja kalian datang itu suatu kebahagiaan untuk saya karena kalian mau datang saja syukur...makasih ya nak. Om titip putry om ya. Makasih juga nak Leo sudah menjaga adik kamu selama ini jika suatu saat papa sudah tidak ada juga papa tenang karena ada kamu dan nak Devan yang sudah menjaga putry cantik papa." ujar pak Donal
Kenapa pak Donal selalu bilang kalau ia mau pergi padahal sudah siuman juga.
"Tidak perlu bicara begitu pah...Leo tulus menjaga adik kok pah...apalagi sekarang sudah banyak yang menjanganya, termasuk papa juga jadi sehat-sehat ya pah biat kita bisa merasakan kebahagiaan yang adik rasakan nanti pas pernikahan adik."
Pak Donal hanya senyum saja mendengar penuturan Leo menurut pak Donal Leo dan Devan pria yang baikmereka bisa menjaga Alin dengan baik.
"Pah ini buah....terus papa sudah makan belum..papa mau makan apa biar Alin belikan, makanan rumah sakit pasti tidak enak kan pah. Jadi biar beli makanan dari luar saja bagaimana pah." tanya Alin.
"Tidak perlu nak...papa tadi sudah makan, bibi pulang katanya terus masak dan dibawah kesini jadi tadi bibi kasih, tapi papa juga tidak bisa banyak makan jadi makanannya masih disitu, tadi suster datang ngecek."
"Syukurlah kalau begitu pah tapi papa juga harus banyak makan biar cepat sembuh papa harus sembuh total dulu baru bisa pulang, kalau belum sembuh jangan pulang" ancam Alin membuat yang lai tertawa.
Mereka ngobrol sambil bercanda ria didalam ruangan tidak lama pintu terbuka dan nampak dokter sepertinya diamau periksa pak Donal...
__ADS_1
"Selamat sore Tuan maaf saya periksa dulu kondisi Tuan bagaimana...."?
"Silahkan dokter..." ujar Alin mempersilahkam dokter untuk periksa pak Donal.