
Sedangkan masih dihotel tempat teman-teman Jhovan di grebak...malam itu mereka langsung dibawah ke kantor polisi, kalau di kampung pasti orang yang suka berzina sudah diarak keliling kampung. Tapi masalahnya ini di kota jadi jalan satu-satunya di bawah ke kantor polisi terus di interogasi dan di tahan nanti orang tuanya yang datang menebus mereka, kalau tidak ya di tahan di kantor polisi.
Karena mereka masih dibawah pengaruh minuman alkohol jadi mereka belum sadar jika saat ini mereka dibawah kekantor polisi.
"Aduh....siapa sih tidur berdesakan disini geser dong aku mau istirahat tapi kenapa kaya tempat tidur jalan ya" ujar salah satu teman Jhovan dia berpikir lagi tidur diatas tempat tidur. Mereka semua meracau tidak jelas.
Kalau perempuam yang satu dia jelas tidak mabuk jadi dia tahu apa yang terjadi terhadap mereka dan dia lagi ketakutan, kalau orang tuannya tahu selama ini kerjanya hanya melayani pria hidung belang bisa tamat riwayatnya karena memang selama ini orang tua dan keluarga perempuam itu tahu kalau perempuan itu kerja di tempat yang bagus.
"Aduh bagaimana ini kalau ibu dan ayah tahu kerjaanku seperti ini pasti mereka sangat kecewa apalagi saat ini ayah sedang sakit jangan sampai karena gara-gara masalah ini ayah kenapa-kenapa. Tapi bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini ya polisi ini juga pintar tahu kalau aku tidak mabuk dan masih zadar sehingga dia justru menyuruh aku duduk paling belankang.
Atau aku lompat saja dari sini, tapi aku bisa mati, perempuan itu sudah sangat ketakutan kalau berani dia dibawah sampai di kantor polisi tamat riwayatnya dan malu sampai tidak punya muka.
Perempuam itu juga emosi dengan kedua pria itu asal masuk kedalam kamar hotel padahal mereka sudah janji hanya untuk menjebak Jhovan bukan jadi begini.
"Benci kali aku sama manusia ini bukankah dia membayar aku katanya hanya menjebak pria yang bernama Jhovan itu kenapa justru mereka berdua yang memaksa aku melayani meraka. Memang puas sih aku karena permainan mereka berdua sangat mantap tapi kalau seperti ini siapa yang mau bertanggung jawab cobak ."
Oweeekkkkkkk...oweeekkkkkklk..
__ADS_1
ketujuh orang itu mulai muntah-muntah di atas mobil karena selain mereka mabuk parah mereka juga tadi di kasih obat perangsang jadi obat itu belum meredah mereka merasakan panas dan gairah mengebuh-gebuh, akhirnya ada salah satu teman Jhovan menyerang seorang polwan tapi untung polwan itu dengan cepat memukul pria itu jadi kembali pingsan.
"Aduh panas.....panas tolong." Teriak mereka.
Bu polwan mengambil air dan menyiramkan kepada mereka untung tangan mereka di borgol dan karena polisi takut mereka lari jadi kaki mereka juga ikut diikat. Tidak lama kemudian mereka sampai di kantor polisi dan mereka di seret dari dalam mobil terus di bawah kedalam sel tahanan, sementara setelah sampai didalam dengan kasar polisi mendorong kelima pria itu kedalam satu sel dan menyiram mereka dengan air. Sedangkan ketiga wanita itu di masukan kedalam satu ruangan pintu sel kembali di kunci dan pak polisi dan bu polwan pergi meninggalkan mereka.
Namun pak polisi yang baru mau melangkah langsung di teriakan oleh seorang wanita.
"Pak tolong lepaskan aku pak...tadi aku di jebak sama mereka pak tolong aku tidak mau disini pak....ayah aku sakit di rumah tolong.", terikan minta tolong perempuan itu.
Cewek itu memohon tapi parcuma karena pak polisi justru berlengang pergi meninggalkan perempuan itu.
*******
Keesokan harinya mereka semua sadar dari pengaruh alkoholnya namun mereka terkejut kalah saat mereka tahu bukannya tidur di hotel melainkan mereka terkunci didalam sel tahanan.
"Hummm kenapa badan sakit banget kayak gini sih, masa hotel kok suasananya seperti mencekam begini mala badan sakit sekali lagi. Ah bangun dulu....loh ini dimana kok kayak di penjaran yang benar saja bukannya semalam ada di club kenapa sekarang ada disini, astaga bisa gawat kalau begini yokap dan bokap tahu mampus aku bisa-bisa semua fasilitas ku di cabut semua...woy....bangun gawat"
__ADS_1
Salah satu teman Jhovan terkejut tak kalah mendapati dirinya ternyata bukan di hotel melainkan ada didalam jeruji besi beserta kelima temannya bukan hanya itu dia menoleh ke arah samping ternyata ketiga cewek itu juga ada disana.
"Astaga ini benar-benar gawat.....pukkkkk.....hey bangun kalian semua kita lagi di kantor polisi ternyata kita dijebak sama Jhovan kurang ajar sih Jhovan, kita yang mau jebak dia ternyata kita yang kenah kok dia bisa tahu kita mau jebak dia tahu dari mana ya."
Betapa terkejutnya keempat temannya saat sadar ternyata saat ini mereka ada didalam sel tahanan di kantor polisi. Mereka sampai frustasi dan menarik rambut mereka....karena mereka takut semua fasilitas mereka kembali di ambil oleh orang tuanya, apalagi kerja mereka hanya berfoya-foya tanpa mau bekerja apa-apa berharap sama orang tua nah sekarang rasakan akibatnya.
"Sial benar-benar sih Jhovan licik banget bisa-bisanya dia menjebak kita dan masukan kita kedalam kamar hotel, baru dia pergi kalau bukan dia lagi terus siapa cobak....padahal kita yang mau jebak dia justru kita yang terjerumus kedalam rencana kita sendiri bagaimana ini."
"Ini ideh siapa sih kemarin aku sudah bilangkan sama kalian jangan merekan Jhovan karena dia bukan orang yang mudah di bodohin, nah sekarang siapa yang malu kita sendirikan bahkan bisa jadi nanti semua fasilitasku akan di ambil oleh orang tuaku bisa gawat." ujar salah satu temannya menyalahkan teman Jhovan yang kemarin menelfon Jhovan karena semua ide dia yang buat.
"Loh kok aku yang disalahin sih kalian juga ikutan mau ngerjain Jhovan..cobak kalian tidak setuju pasti dia tidak akan menjebak kita mana nanti kita malu dan dapat hukuman dari orang tua kita."
Mereka yang asyik bertengkar tidak menyadari kalau dari tadi Jhovan ada di hadapan mereka sambil tersenyum, karena memang Jhovan yang lapor jadi dia datang untuk melaporkan kelima temannya atas pencemaran nama baik dan mencobak menjebak Jhovan di hotel karena ada rekaman suara kemarin yang pas telpon ternyata Jhovan merekam.
"Selamat pagi teman bermuka dua puas tidur semalam disini bagaimana rasanya teman...makasih ya atas pertemanan busuk kalian terhadap aku selama ini aku akan melaporkan kalian karena sudah berani merencanakan jahat sama aku."
Kelima teman itu terkejut takalah mendengar suara Jhovan memanggil nama mereka, seketika senyum mengembang di bibir mereka karena mereka berpikir Jhovan datang untuk membebaskan mereka, namun ternyata mereka salah karena justru kedatangan Jhovan menambah hukuman mereka.
__ADS_1