
Indry menyuruh Bara untuk angkat telpon dari papinya Oliv, akhirnya Bara juga angkat telpon pak Kim.
"Hallo om....maaf baru angkat, ada apa om ada yang bisa Bara bantu om"? Tanya Bara.
"Hallo nak Bara, apakah Oliv ada disitu sebenarnya apa yang terjadi nak, sehingga Oliv anak itu bisa melakukan masalah besar disana? sekarang maminya dirumah sakit karena gara-gara melihat video itu jatuh pingsan, om tidak banyak bicara nak hanya tadi om telpon dia tapi nomornya tidak aktif, om juga telpon James tapi sama saja jadi om hanya pesan aja kalau nanti anak itu pulang bilang saja sama dia semua fasilitasnya akan di tarik kembali dan mulai sekarang uang bulanan di stop kan, bikin malu saja" ujar om Kim.
"Waduh om....kok bisa tante pingsa begitu? tapi om jangan seperti itu sama Oliv om kalau fasilitasnya di tarik kembali semua dia pakek apa om, sampai sekarang Oliv belum pulang om makanya kami dari tadi juga lagi menunggu Oliv karena tadi dia pergi tidak memberitahu kami mau kemana, hanya saja tadi kami juga kaget saat melihat di berita" ujar Bara.
"Biarkan saja Bar gara-gara dia maminya masuk rumah sakit, anak tidak tahu diri bikin malu orang tua saja bisa-bisanya dia datang ke acara Tuan Davin untuk mempermalukam dirinya, katanya dia hamil memang benar begitu nak, apakah kalian tahu dia hamil tapi kenapa kalian tidak memberitahu om dan tante, om dan tante sudah percayakan dia sama kalian berdua tapi kenapa kalian berdua menyembunyikan masalah besar ini dari kami nak, om kecewa sama kalian berdua
Seandainya kalian berdua jujur dari awal kalau dia hamil tidak masalah om datang jemput dia ke kota B biar dia tidak mempermalukan dirinya, kalau semua orang lihat video itu pasti berimbas ke bisnis om juga memang anak ini benar-benar tidak punya otak" ujar om Kim.
"Astaga om, Bara dan Indri benar-benar minta maaf karena memang kami sama sekali tidak tahu kalau ternyata Oliv lagi hamil, sebenarnya ada yang ingin kami ceritakan ke om dan tante juga tentang kelakuan Oliv selama disini sudah beberapa kali dia tidak pulang, hal itu membuat aku dan Indri marah makanya kami tinggalkan dia di hotel sendirian karena sudah beberapa kali Oliv nginap di hotel tidak tahu dia nginap sama siapa.
__ADS_1
Jadi tadi pagi baru kami pulang ke tempat tinggal kami ternyata dia sudah pulang disini, dan tadi sore jam lima dia pergi lagi sampai sekarang belum pulang ternyata muncul video itu membuat aku dan Indri juga terkejut om dari tadi kami telpon tapi nomornya tidak aktif, Bara dan Indri minta maaf om karena kami sudah gagal menkaga Oliv tapi om juga harus tahu bahwa Oliv bukan anak kecil lagi yang harus kami jaga dan mengantunya" ujar Bara.
"Iya nak Bara kamu benar maafkan om yang sudah terlanjur emosi, lebih baik kalau dia datang usir saja dia dari hotel kalian kalau tidak dia membuat kalian malu. Om malu Bar om juga kecewa hanya punya anak satu tapi tidak bisa mendidiknya dengan baik sampai seperti ini, tolong bilang sama Indri om minta maaf karena sudah melimpahkan beban itu kepada kalian" ujar papinya Oliv dan langsung mematikan telponnya.
Indri dan Bara panik karena papinya Oliv akan menarik kembali semua fasilitas yang sudah di berikan sama Oliv, kalau fasilitaa tidak masalah karena masih punya Bara dan Indri hanya saja kalau uang bulanan Oliv di hentikkan berarti Oliv. tidak punya masukan lagi.
"In, lo dengar sendirikan kalay om Kim akan menarik semua fasilitas yang di pakek Oliv dan bahkan uang yang di berikan setiap bulan pun di berhentikan, jujur ya In gua nggak habis pikir dengan cara berpikir Oliv mau di bilang dia sekolah tinggi jadi punya otak yang cerdas, tapi nggak juga buktinya dia selalu cerobo kok bisa dia hamil, kita lo baru tahu juga kalau nggak di berita"
Sekarang kita hanya menunggu saja dia pulang, kalau memang dia tidak mau mendegarkan kita lagi memang lebih baik dia keluar dari sini saja, bagaimana kita mau menjaga Bar? Oliv itu bukan anak kecil dia udah dewasa jadi mau kita ngelarang pun kalau keinginannya belum kesampain dia tetap berusaha."
Apa yang di katakan Indri ada benarnya juga, sudah betkali-kali Indri mengingatkan Oliv agar tidak bertindak bodoh, tapi parcuma juga buktinya Oliv hamil di luar nikah dan datang mempermalukan dirinya di depan umum.
Indri dan Bara yang merana di hotel menunggu Oliv kepulangan Oliv, sedangkan Oliv yang di tinggal pergi oleh James masuk kedalam mobil dan berteriak sambil memukul setir mobil.
__ADS_1
"Argh....."
"Brengset kamu James, kamu datang menghancurkan semua rencanaku padahal hampir sedikit aku mendapatkan apa yang aku inginkan, dan kamu Devan didepan banyak orang kamu mempermalukan aku. Kamu berani menamparku demi perempuan sialan itu padahal sebelum kamu kenal perempuan itu hubungan kita baik-baik saja, awas kamu ya perempuan licik jangan senang dulu karena permainan belum selesai aku akan datang merebut Devan dari kamu.
Bagaimana kalau papi dan mami tahu aku hamil di luar nikah apa mereka marah sama aku dan tidak mau memberikan uang kepadaku lagi, atau kah justru mereka bahagia karena sebentar lagi mereka punya cucu dari aku dan Devan. Aku harus hubungi papi dan mami nanti setelah sampai di hotel, dan Bara sama Indri gimana ya apa mereka marah nanti sama aku karena selama ini aku tidak mau mendengarkan mereka, aku harus bagaimana, aku sudah terlanjur melakukan ini semua jadi aku jangan beehenti sampai disini saja, terserah jika mereka mau membenci ku aku tidak peduli."
Memang dasar Oliv egois hanya mementingkan dirinya saja sampai lupa perasaan orang lain, nanti setelah tidak ada satu orang pun yang mau membantunya baru tahu rasa, kamu yang egous Oliv jangan coba-coba menganggu kehidupan rumah tanga Alin karena Alin bukan persmpuan lemah seperti kamu bayangkan.
Setelah Oliv selesai menangis didalam mobil Oliv langsung menghidupkan medin mobil dan berusaha menjalankannya walaupun sangat berat Oliv meninggalkan tempat dimana Devan nginap, sepanjang perjalanan pulang pikiran Oliv berseleweran kemana-mana Oliv membayangkan Devan bercinta dengan Alin di malam pertama.
Hal itu membuat Oliv kembali menghentikan laju mobilnya, sambil menahan emosi dan tangisnya, karena Oliv tidak mau Devan bercinta dengan Alin.
"pokoknya aku harus pisahkan mereka betdua, aduh apa mereka sudah bercinta atau belum semoga Devan jijik menyentuh wanita embawah sial itu sampai aku merebut dia darinya."
__ADS_1