
Perkataan alin membuat saras mematung, gimana tidak, selama saras mengenal alin gak perna sekali pun alin berkata kasar padanya, apa lagi membentak nya, baru kali ini saras melihat perubahan dalam diri alin.
Ia sangat kanget, bukan hanya saras, namun bu ratna dan pak donal juga, begitu tercengang melihat reaksi alin. Yang begitu jauh perubahannya.
Saras memang licik, dia sengaja buat suasana seperti itu biar menarik simpati devan, mari kita lihat apa kah devan menarik simpati gak sama drama yang di lakukan oleh saras.
Saras gak mau menyerah biarpun sudah di bentak alin dia tetap kekeu untuk mendekat, pura-pura sedih karena di bentak alin "Mbak kok kamu kasar bangat sih sekarang, dulu mbak gak perna bentak saras loh, dan selalu memberikan apa yang saras inginkan. Kenapa sekarang mbak berubah". Perkataan saras membuat alin muat.
"Hahaha mbak..... kamu manggil aku apa, Mbak.?... Sejak kapan aku jadi mbak mu ha. Gak usa ngacoh deh, kamu mau cari simpati calon suami ku, iya? Belum puas kamu ha, jadi parasit Dan satu lagi dulu dan sekarang itu berbedah, dulu iya aku sangat lugu dan baik, tapi bukan kah karena itu ada kesempatan untuk iblis ."
"Alin maafkan adek kamu yang mungkin sudah lancang, tapi mau gimana pun dia tetap adek kamu maafkan mama yang dulu gak perna menga.... "
"Hahaha ternyata kalian bukan hanya parasit, tapi juga muka tembok. Yang sudah gak punya urat malu, bisa-bisanya anda sebut diri anda mama, maaf aku sudah gak punya mama, apa lagi punya papa dan adik, mereka semua sudah mati enam tahun lalu."
"Jadi tolong gak usa ngaku sebagai orang tua atau adik disini paham." emosi alin mengebu-gebu yora yang tadi berdiri di samping alin angkat bicara.
pak Donal yang dari tadi berdiri tak jauh dari situ tercengang mendengar suara lantang alin yang mengakui kalau ia sebagai bapak sudah lama mati, "Nak dibenci itu kan kamu sama papa sampai kamu berkata seperti itu, ternyata benar yang di laras".guman aja dalam hati
"Maaf tante sebelumnya, anda siapa nya alin sahabat saya, dan juga kamu ngaku-ngaku adiknya tapi kok selama ini aku gak kenal kalian ya yang katanya orang tua dan adik ."
"Iya saya ini mama nya alin dan ini adiknya tapi karena sekarang alin sudah kaya jadi gak mau mengenal kami". Ujar ratna mulai membalikan fakta
"Oh gitu ya tan, tapi tunggu dulu, bukankah sebaliknya, semua karena fitna yang anda dan anak anda lakukan sampai sahabat saya keluar dari rumah sendiri, bukankah begitu tante"?
Bu Ratna yang mendengar penuturan yora gelagapan, giman gak takut cobak kebusukannya sudah mulai terbongkar "He jangan asal bicara kamu, siapa kamu ikut campur urusan kami, memang alin anak aku kok iya kan sayang". Ujar bu ratna namun ia sengaja membuang pertanyaan ke alin.
"Maaf aku gak perna merasa punya orang tua seperti anda". Ucapan alin disambut tawa oleh yora dan devan. Membuat bu ratna merah mukanya menahan malu.
Belum juga selesai mereka bicara jhovan dan orang tua nya ikut nimbrung. "Hai alin, selamat ya atas pertunangan kamu". Ucap bu Anita sedangkan jhovan hanya diam dan melihat alin dengan senyuman yang gak bisa di artikan.
"Selamat ya nak alin, om senang akhirnya kamu menemukan calon suami yang paling baik semoga kalian bahagia ya". Ucap papanya jhovan terlihat sangat tulus, dan kali ini alin membalas ucapan itu.
__ADS_1
"Makasih banyak om atas ucapan dan doanya". ujar alin sopan
"Eh besan Ratna belum pulang, kirain sudah pulang dari tadi". Ucap bu anita basa-basi.
"Ah belum kok besan, saya masih mau bicara dengan calon mantu dan anak ku alin".cuihhh alin yang mendengar langsung buang muka muak.
Dan dari tadi devan hanya diam tap kali ini ia juga ikut bicara.
"Maaf tante, dari tadi tante dengan anak tante sepertinya mimpi buruk ya atau lagi halusinasi, saya mau nanya kira-kira anak yang anda maksud siapa ya." tanya devan di sambut anggukan oleh yora kalau alin diam aja.
"Ya anak saya alin lah nak devan dia kan mbak nya saras".
"Maaf bangat tante, setahu saya calon istri saya ini anak tunggal dari juga orang tua nya sudah meninggal, makanya selama ini dia hidup sebatang kara dan menderita sebelum ia ketemu dengan bunda Neska, terus dari mana ceritanya alin adalah anak anda, cobak di jelaskan".
Belum juga ratna jawab, pak donal sudah lebih dulu menarik tangannya. " Yuk kita pulang" ratna memberontak tapi kekuatan pak donal lebih kuat akhirnya ratna nurut aja sedangkan saras hanya mematung.
"Loh kamu gak pulang, tuh orang tua kamu sudah pulang, masih ngapain disini." ujar yora sinis.
"Hehe, maaf aku pulang dengan keluarga ku dan calon suami ku jadi mobil penuh".
Selesai alin bicara ia mengandeng tangan devan dan mereka pergi bersama yora, untuk menemui orang tua devan dan bundanya yang saat ini masih asyik berbincang dengan para tamu yang masih ada.
Sedangkan saras begitu kesal melihat alin berlalu pergi bersama devan, emang enak, mau jadi pelakor.
Alin yang masih berdiri di belakang devan tiba-tiba di kagetkan dengan suara seseorang.
"Non alin".ujar seorang pria tampan tinggi nan putih memiliki janggut tipis berdiri di belakang alin
Alin yang merasa suara itu sangat ia kenal langsung menoleh dan terkejut tapi juga senang.
"Kak leo," senyum mengembang di bibirnya biar pun leo hanya seorang anak buah pak donal tapi ia sangat menyayangi alin, begitu juga alin, makanya alin senang ketemu dengan leo.
__ADS_1
"Iya nona, ini saya, selamat atas pertunangan nona dengan tua muda Wijawa saya sangat bahagia lihat nona bahagia."
"Makasih kak leo, tapi maaf bisa gak mulai sekarang jangan panggil aku nona lagi, aku bukan bagian dari situ, kalau kak mau, bisa panggil aku adik. Aku senang bisa memiliki seorang kak" ucapan alin membuat mata leo berbinar-binar.
"Benar kah itu, nona tapi aku gak pantas jadi kak mu, dulu waktu nona pergi aku gak bisa berbuat apa-apa, aku menangis dalam diam."
"Kak gak usa bohong, aku tahu kok selama aku keluar dari rumah terkutuk itu kak lah yang diam-diam menolong alin dari penginapan dan semuanya kak kan yang menyuruh orang menolong aku".
Perkataan alin membuat leo terkejut, karena selama ini leo pikir alin gak tahu, ternyata tanpa pengetahuan leo orang tersebut ceritakan semuanya ke alin.
"Makasih ya kak, sudah baik sama aku, dan maaf waktu itu aku pergi gak bilang sama kak, karena aku gak mau membuat kak makin terbebani, maka itu mulai sekarang kak lah yang menjadi kak aku. Jangan membanta dan jangan juga menolak".
Devan yang mendegar pembicaraan alin dengan leo bukannya cemburu tapi mala dia senang karena alin senang ketemu leo yang sudah menolong alin.
devan maju mendekat dan merangkul Leo dari belakang, "jika kamu benar mau jadi Kak yang baik buat adik mu lakukanlah yang terbaik hanya dengan satu permintaan itu pun kalau kamu mau".
"Apa itu" tanya Leo penasaran.
" Kamu tinggalkan keluarga Adibrata dan ikut lah dengan kami kamu bebas mau tinggal dimakan soal gaji kamu gak isa takut adik mi itu kaya raya, jadi dia bisa kasih kamu lima kali lipat dari sebelumnya. "
*******
Halo para readers jangan lupa tinggalkan
jejak ya, mohon dukung karya saya, dan
jangan lupa mampir ke karya baru ku
(Mantan Istriku Ternyata Seorang Ceo)
Ceritanya gak kalah seruh loh.
__ADS_1