
Alin, segera kembali ke apartemen, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia melihat jarum jam di tangannya sudah menunjukan pukul setegah sepuluh alin harus cepat-cepat pulang, takutnya ada yang menyadari kepergiannya.
Alin menenpuh perjalan dengan sekitar tiga puluh menit, akhirnya alin sampai di apartement ia dengan hati-hati memarkirkan mobilnya.
dengan langkah seribu, alin masuk kedalam lift, dan setelah keluar dengan menngedap-ngedap, alin secepat kilat masuk kedalam kamar.
Takutnya kalau antara orang yang dihindari salah satu melihatnya, bisa habis dia pikirnya, tapi untung, semesta masih berpihak padanya jadi gak ada yang tahu.
Hanya yora, yang mengetahui kepergian alin, dan juga pas kembali. Karena yora sangat penasaran, jadi ia berani menunggu karena yora mau butuh penjelasan dari alin.
"Lin, lu kayak percuri tahu gak, masuk dengan cara mengedap-edap gitu, untung gak ketahuan, kalau ketahuan bisa barabe deh".
" istttt diam dulu napa, yor lu bawel bangat deh ". Ujar alin terkeke
" bod*h amat, kalau seandainya tadi lu kenapa-napa juga, gue orang pertanya yang disalahin disini lin jangan keras kepala kalsu dibilangin".
"Iya gue tahu yor maaf ya, gue jadi buat lu kuatir".ujar alin
"Sekarang lu jelasin ke gua, tadi lu kemana, dan ngapain".
" Ya gue jelasin, tapi janji lu gak boleh bilang siapa-siapa baik itu bunda."
"Ya gue, janji, sekarang jelasin gak perlu bertele-tele".ujar yora.
"Iya jadi tadi itu gue, pergi ke rumah sakit budi mulia". ucap alin membuat yora, mengernyitkan keningnya.
"Ha, ngapain disana lin, siapa yang sakit"?
"Oalah yor, yor. Makanya jangan suka potong omongan gue yor, tunggu dulu napa gue selesai ngomong." ujar alin sedikit sebel sama Yora. Hal itu mala membuat Yora terkekeh,
"Hehehe sorry, lin lagian nungguin lu ngomong aja lama".
__ADS_1
"Iya, gue kesana karena , gue mau cek kondisi kedua perempuan ular itu, dan sedikit berikan peringatan untuk mereka, gak sampai mati sih gue buat mereka, tapi sengaknya tinggalkan bekas, biar mereka ingat seumur hidup."
Jawaban alin, sontak membuat Yora terkejut, gak nyangka sahabatnya ini benar-benar nekat" lin gue benar gak nyangka lu seberani dan senekat itu lin."
"Apa pun yang gue lakuin sekarang itu gak seberapa yor, dengan apa yang sudah mereka lakukan ke gue, jadi gue lakukan itu untuk membalaskan sakit hatiku yor."
"Tapi lin, lu yakin kelakuan lu ini gak bakal di ketahui sama bunda"? Tanya Yora.
"Gue gak yakin yor, karena jangankan bunda disini, orang ia masih di kota A aja sudah tahu apa yang gue lakukan. Apa lagi sekarang bisa di bilang tinggal satu atap denganku, jadi gue yakin bunda tahu tapi bunda diam aja, karnaa bunda yakin gue masih bisa mengatasinya."
"Iya lin, gue juga sependapat dengan lu, kalau gitu Yuk tidur, udah ngantuk." akhirnya mereka tidur
*****
Sedangkan di rumah sakit, baik bu ratna maupun saras mereka teriak histeris teris.
"Pa tolongggg mama, ada yang mau celakain mama tolong Pa..... Teriak demi teriakan bu ratna lontarkan, tapi belum ada respon dari pak Donal, gimana ada respon cobak sudah Dikasih obat tidur.
Karena suster kebetulan mau ngecek kondisi bu ratna dan saras, suster kaget selang infus saras dan bu Ratna sudah di lepas dan nafas bu Ratna tersengal-sengal.
"Suster tolong aku suster tadi ada orang masuk kesini, dicekiknya leherku sus, dia mau membunuhku sus". Ujar bu Ratna
Suster kaget mendengar penuturan dari bu Ratna, karena disini juga saras mengalami hal serupa, lantas ia membangunkan pak donal yang masih tidur pulas.
Pak donal lantas kaget pas ada yang menyentuhnya sampai mengguncang tubuhnya.
"Maaf sus ada apa ya, apa terjadi sesuatu sama istri dan anak saya."
"Iya pak, tolong bapak lihat istri dan anak bapak".
Pak donal bagun dan menuju ke tempat bu ratna, yang sekarang sudah agak tenang karena di kasih obat tadi sama suster.
__ADS_1
"Ma, ada apa,"Tanya pak donal
"Pa, tadi ada orang datang kesini pa, dan dia ngancam mama, bahkan orang itu bilang mama harus mati, dia juga mencekik leher mama pak, dan mencabut selang infus".
Mendegar itu pak donal tercengang, tapi ditepisnya semua "ma, mungkin mama lagi sakit makanya halusinasi, siapa yang mau membunuh mama, memangnya, mama ada musuh."
"Gak ada sih pa". Jawab bu Ratna gugup karena tadi orang itu juga sempat bilang kalau dia seorang pembunuh.
"Yaudah mama istirahat lah, biar papa cek keadaan saras dulu." dan akhirnya pak donal beralih ke saras tapi yang membuat pak donal binggung hal serupa juga yang saras katakan.
"Pa, tadi ada orang yang mau celakain saras pa, dia juga sempat ngacam saras, katanya jangan main-main sama dia, tadi dia pakai topi hitam, masker dan jaket, tapi kelihatannya dia seorang perempuan pa, saras takut, nanti dia datang lagi,"
"Masa sih nak, kamu gak halusinasi kan," tanya pak donal karena istrinya juga mengatakan hal yang sama.
"Gak pa, kan sekarang yang sakit hanya kulit saras pak bukan pikiran saras, ini benar pa, saras gak bohong, dia juga mencabut selang infus saras, Kira-kira siapa ya pa." tanya saras
"Papa juga gak tahu nak bahkan papa jadi binggung padahal dari tadi papa disini loh, tapi anenya papa mala ketiduran."
Itu yang membuat pak donal berpikir apa iya tadi ada orang masuk kesini, tapi kenapa dia gak tahu. Baru pak donal ingat jangan-jangan air yang dikasih pemuda tadi sudah di kasih obat.
Astaga kenapa aku sampai ceroboh gini sih. Tapi kalau memang benar orang itu niat jahat sama mama dengan saras, motifnya apa?. Sepertinya besok aku minta tolong leo jangain disini sampai mama dengan saras pulang.
"Yaudah nak kamu tidur ya, ini sudah larut malam, kamu tenang aja papa jaga disini."
Pak donal keluar dari ruangan, dan ia duduk di sofa yang sudah tersedia sambil main hp. ia berpikir nanti besok ia minta pihak rumah sakit untuk cek cctv di sekitar sini. Karena kalau memang benar seperti yang diceritakan sang istri, dengan sang putry pasti ketangkap cctv.
Tapi kalau pelaku benar perempuan seperti yang di katakan saras, siapa kira-kira yang dendam sama saras dan ratna.
Ah, nanti aku tanya aja sama dokter, kalau memang sudah bisa pulang mendingan pulang aja deh dari pada disini nyawa saras dengan ratna terancam gak aman disini.
Aku harus cari tahu siapa perempuan itu, karena kalau ia sampai berani datang kesini berarti dia tahu kalau saras dan ratna disini, bahkan ia juga tahu ruangan ini.
__ADS_1
Kesalahan fatal apa yang di lakukan saras dengan ratna terhadap perempuan itu sehingga ia mengincar mereka berdua.