
Entah apa yang pak Donal lakukan. di pintu itu atau jangan-jangan pak Donal lagi ngintip bibik haahha ada-ada aja. Bibik yang sibuk dengan air jahenya tidak menyadari jika Tuan nya itu lagi berdiri di pintu memperhatikannya.
Mungkin karena pak Donal kagum dengan bibik makanya pak Donal berani mengintip bibik lagian bibik dan pak Donal sama-sama singel.
Tidak lama kemudian selesai bibik buat air jahet bibik memindahkannya ke gelas untuk antarkan ke kamar Tuan nya. Takutnya nanti kalau lama-lama dingin nanti tidak maksimal rasanya.
"Hummm akhirnya selesai juga buatan air jahenya wah....wangi banget pasti Tuan suka semoga dengan air jahe ini badan Tuan lebih enak dan tambah fit, kasihan Tuan setelah di tinggal nyonya Laras dan di susul oleh nona Alin hidupnya semakin kacau dan hancur semoga Tuan mendengar saran saya dan cepat datang minta maaf sama nona Alin."
Memang keterlaluan juga nyonya Ratna dan nona Saras hanya karena harta mereka bisa menghalalkan segalah cara, lagian salah Tuan juga kenapa tidak cari tahu terlebih dulu sebelum bertindak, jadi seperti inikan semua sudah terlambat.
Setelah pak Donal mendengar semua penuturan bibik pak Donal cepat-cepat berlalu pergi karena pak Donal takut kedapatan sama bibik kalau ia tadi mengintip di pintu.
Sesampai di kamar pak Donal langsung menutup pintunya dan sengaja membaringkan tubuhnya di atas kasur. Tak lama kemudian pak Donal mendengar ada langkah kaki dari tangga bawah menuju ke kamarnya.
Dan pak Donal yakin itu pasti bibik yang datang dan benar saja memang yang datang bibik mengantarkan air jahe.
Tok tok tok!
"Tuan boleh bibik masuk mau antarkan air jahe" tanya bibik.
"Masuk saja bik pintu tidak terkunci." jawab pak Donal
Bibik masuk dan meletakan air jahe di atas meja dan menyuruh pak Donal cepat minum takutnya kalau dingin sudah gak enak.
"Tuan lebih baik Tuan cepat habiskan air jahenya selagi masih hangat Tuan karena kalau sudah dingin tidak enak, semoga kondisi Tuan semakin baik setelah minum air jahe. Bibik parmisi dulu Tuan" ujar bibik
__ADS_1
Bibik hendak berlalu pergi namun di panggil oleh Tuan Donal membuat detang jantung bibik berdegup kencang bibik takut pak Donal macam-macam hahaha bibik ada-ada aja deh.
"Bibik..."
"Iya Tuan ada yang bisa bibik bantu" tanya bibik
"Tidak ada bik hanya saja saya berterimah kasih karena saran bibik tadi membuat saya berpikir untuk mendatangi putry saya untuk minta maaf, terserah dia memaafkan saya atau tidaknya yang penting saya datang kesana karena saya rasa hidup saya sudah tidak lama lagi jadi saya mau sebelum saya meninggal saya sudah mendapatkan maaf dari putry saya"
Bibik tersenyum mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulut pak Donal dan memang pak Donal sudah bertekab untuk mendatangi Alin ke apertemennya dan meminta maaf.
"Makasih Tuan sudah mau mendengar saran dari bibik, bibik selalu mendukung Tuan jika itu hal yang baik, saya parmisi Tuan."
Bibik berlalu pergi meninggalkan pak Donal lagi berbaring di kamar setiap menit batuknya tidak berhenti dan selalu keluar dahak beruba bercak darah.
Pak Donal sudah tahu penyakit apa yang di deritanya dan dan sudah di vonis juga dengan jangka waktu tidak lama lagi tapi pak Donal tidak mau berobat. Pak Donal merasa bersalah dengan putrynya jadi biarlah dia tidak perlu hidup lebih lama lagi agar jangan menambah beban anaknya karena dulu Alin sudah sangat menderita pikirnya.
Bibik yang mendengar bunyi barang pecah dari kamar pak Donal langsung panik dan gegas kekamar pak Donal. namun betapa terkejutnya bibik melihat Tuannya sudah tergeletak di lantai dengan tidak sadarkan diri.
"Ya Tuhan Tuan...Tuan kenapan... Tolong..tolong
Bibik yang panik langsung histeris dan berteriak memanggil satpam yang ada di gerbang depan, tidak lama kemudian pak satpam dan dan ia juga tidak kalah terkejut.
"Bibik tolong siapkan pakian Tuan dan segerah kita bawah ke rumah sakit kunci saja rumah ini bik."
Bibik juga mengikuti apa kata pak satpam dan mereka membawah pak Donal ke rumah sakit untuk berikan penangan yang lebih baik lagi.
__ADS_1
Dalam perhalanan kerumah sakit bibik benar-benar panik karena pak Donal tak kunjung sadar.
"Pak kenapa Tuan belum sadar juga ya, bibik takut tuan kenapa-kenapa."
"Tenang dulu bik jangan bikin panik begitu saya jadi ikut panik juga, kita berdoa saja semoga kondisi Tuan baik- baik saja ya bik."
karena pak satpam panik jadi menyetir mobilnya itu sangat kencang untuk jalanan agak sedikit sepih jadi tidak ada hambatan tidak lama mobil membelok masuk kedalam parkiran rumah sakit.
Bibik yang keluar duluan langsung berteriak memanggil dokter.
"Dokter...dokter tolong selamatkan Tuan saya dokter dia lagi sakit keras tolong berikan yang terbaik dokter"
Suster membawa brankar datang dan langsung membawah pak Donal kedalam ruangan untuk di periksa sedangkan bibik dan pak satpam menunggu di luar karena tidak di ijinkan masuk.
Bibik tidak bisa tenang ia mondar-mandir kesana kemari membuat pak satpam risi melihat bibik.
"Bik duduk dulu napa sih bikin panik aja deh kita doain Tuan aja semoga sehat jangan gini dong duduk tenang kita harus menunggu apa kata dokter kalau bibik seperti itu saya juga tidak tenang."
"bibik lagi mikir apa sebaiknya kita hubungi nona Alin saja ya pak, siapa tahu nona Alin punya hati untuk datang jengul Tuan memang dulu kesalahan Tuan sangat fatal tapi mau bagaimana lagi, sekarang tinggal nona Alin siapa lagi yang mau kita hubungi selain nona Alin."
"Tapi bik saya takut, saya masih ingat dengan jelas betapa murkanya nona Alin waktu itu saat menyeret nyonya Ratba dan nona Saras ke kantor polisi bibik ingatkan"
"Iya masih tersimpan jelas di pikiran bibik kejadian waktu itu kok sampai kapanpum bibik tidak akan lupa. Itu memang masa menyakitkan baik untuk Tuan maupun untuk nona Alin mereka berdua sama-sama tersakiti tapi yang paling merasa tersakiti adalah nona Alin."
"Jadi bagaimana apakah kita menghubungi nona Alin atau tidak usa bik, kalau bibik berani hubungi ya silakan saja saya tidak berani saya takut bik."
__ADS_1
"Ya bibik yang akan menghubungi nona Alin tapi ambil nomor hp nona Alin dimana pak gak ada nomor hpnya bagaimana ini"
Bibik dan pak satpam kembali binggung karena tidak ada nomor hp Alin.