
Alin bagun dengan keringat bercucuran bukan hanya itu, ia melihat devan dan yang lain ada berdiri di sampingnya karena kebetulan Leo duduk tepat di pinggir tempat tidur, setelah menunggu setengah jam kemudia, mereka melihat Alin sudah lebih tenang dari sebelumnya , Alin melepaskan pelukan dari Leo, karena Leo sudah gak tahan lagi dan lantas bertanya kenapa Alin, apa yang membuat Alin bisa histeris kayak tadi sambil memanggil ibunya, alin menarik napas dalam-dalam baru melepaskannya keluar.
Lantas ia beritahu semua orang yang ada di dalam kamar kalau barusan ia mimpih bertemu dengan sang ibu di sebuah taman yang indah, ternyata taman itu adalah terletak di tepi danau dan danau itu airnya sangat jerni sekali seperti kaca." Kak tadi aku mimpih ketemu dengan ibu, awalnya Alin pikir itu bukan mimpi tapi nyata, namum ternyata pas Alin sadar itu hanya mimpi kak hihihihi ada pesan dari ibu untuk kak ".ujar Alin cerita sambil menangis
Leo yang mendengar cerita dari Alin adik angkatnya heran sekaligus penasaran, pesan apa yang di sampaikan oleh mantan bosnya itu karena Leo penasaran ia langsung bertanya pada Alin .
"Pesan apa rupanya dik yang ibu sampaikan, boleh gak kamu sampaikan biar kak dengar" tanya Leo yang sudah gak sabar ingin mendengar pesan itu.
" Ibu hanya kirim pesan untuk kak, kata ibu makasih karena selama ini kak sudah berlaku baik sama Alin dan mau menerima Alin sebagai adiknya kak" ujar Alin.
Leo langsung tersenyum bahkan terharu mendengar pesan dari mantan bosnya itu, karena memang di masah hidup bu laras, ia terkenal perempuan yang baik dan ramah kepada siapapun, termasuk karyawannya. Makanya tak heran juga sifat baiknya itu sekarang menurun ke Alin, karena dari dulu juga bu Laras menjadi donatur di beberapa panti asuhan, jadi setelah Alin kembali ia melanjutkan amanah dari sang ibu. Untuk membatu anak-anak panti asuhan.
"Makasih bu, makasih sudah kirim pesan untuk saya tapi, bukan saya yang menjaga Alin mala saya gagal menjaganya, tapi untung Tuhan baik dan masih mempertemukan kami disini, walaupun sudah terlambat namun saya bersyukur saya bisa di angkat menjadi seorang kak, bukan lagi bawahan"
"Justru karena kebaikan hatimu bu, sehingga kebaikan itu menurun ke Alin, hati yang lembut dan baik, namun karena hal itu lah yang di manfaatkan oleh bu Ratna dan Saras untuk menindas alin, bukan hanya itu mereka buja buat skenario dan siasat jahat untuk menjebat Alin jadi saya bukan kak yang baik . Saya janji biarpun nanti adik sudah menikah, saya tetap menjaganya dengan sepenuh hati seperti kasih kalian yang tulus sama saya."
Devan yang melihat interaksi Leo dengan Alin tiba-tiba timbul rasa cemburu di hatinya, lantas ia melangkah mendenkati Alin dan Devan memberikan kode kepada Leo agar sengera bergeser, dan ternyata Leo juga pekah, ia langsung bagun dari duduknya dan di gantikan oleh Devan sih bucin.
__ADS_1
Devan merangkul tubuh Alin sembari berkata" sayang ini masih jam setegah satu malam apa kamu gak cape atau ngantuk, humm lihat semua pada mengap hahah, Yuk kita tidur lagi tapi sebelum itu jangan lupa baca doa dulu biar bisa tidur tenang, besok semua pada kerja termasuk kamu juga."
"Maafkan aku karena gara-gara aku mimpi sampai teriak kalian terganggu maaf ya yuk kita tidur lagi, selamat tidur semua."
Alin dan Yora kembali tidur sedangkan Leo dan Devan kembali masuk kedalam kamar masing-masing dan ikut terlelap, kali ini Alin benar-benar tidur dengan tenang gak ada gangguan sama sekali.
***
Keesokan harinya masih pagi-pagi sebuah pesawat mendarat sempurna di bandara internasional Kota B, keluar seorang gadis cantik berkaca mata coklat rambut sebahu baru saja kakinya melangkah turun dari dalam pesawat dan melangkah keluar dari loby utama bandara. Tak lama kemudia sebuah mobil mewah, berhenti tepat di depan gadis cantik itu dan keluar lah sepasang sejoli.
"Hay Liv, sori gue sama bara baru nyampe biasa macet bangat bestie, apa kabar bestie gue kangen banget tahu sala lo"
"Hay Bar, hay In, gapapa kali gue juga baru aja nyape ia gue juga kangen banget sama lo tapi mau gimana lagi gue juga sibu disana, lagian sekarangkan gue uda disini dan sepertinya gue bakal lama disini, yuk kita langsung jalan aja, dan langsung ke hotel gue capek banget, gue mau istirahat sebentar."
"Wah...bagus dong kalau lo lama disini jadi gue punya tenan" ujar indry
"Loh memangnya selama ini gue bukan teman lo In kok bilang gitu" ujar bara
__ADS_1
"Aduhh...udah jangan bertengkar"
Mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil dan mobil itu melaju meninggalkan bandara. Dalam perjalanan, temannya Oliv bertanya apa yang akan Oliv lakukan di kota B, karena setahu teman-teman Oliv, Oliv itu jarang keluar kota kecuwali ada hal yang sangat penting, namun tiba-tiba oliv ada di Kota B itu artinya oliv memang datang karena ada urusan yang gak bisa di tinggal.
Sedangkan kedatangan Oliv juga masih misteri dan rahasia temannya sendiri aja Oliv gak beritahu mereka, alasan Oliv nanti kalau sampai di kota B baru ia cerita ke temannya
"Hmm sekarang kan lo udah nyampe nih disini liv, berarti sudah bisa dong lo ceritan ke kita, apa tujuan lo kesini, lo tahu gak gue nih penasaran banget, karena ini sejara lo bersni datang kesini, padahal waktu gue mau di kota A gue ngajakin lo kesini aja susah, kenapa lo tiba-tiba nongol."
"Hahaha sue lo pada simpan dulu tuh rasa penasaran ada waktunya gue ceritain ke lo berdua , intinya gue kesini karena gue maun cariin calon suami gue di kota ini In, jadi lo dengan Bara harus bantui gue."
"Ha, calon suami lo liv, siapa? Dan Sejak kapan lo punya calon sih liv jangan ngaur deh lo." ujar bara dan indry kompak
"Aduh...nanti aja gue ceritai ok, yang penting kita sampai di hotel dulu, gue ngantuk banget tahu tunggu gue istirahat dulu nanti setelah itu gue ceritain semua ke lo berdua" ujar oliv
"Duh gila lo liv, biki kita mati penasaran tahu gak, memangnya rahasis sebesar apa sih liv sampai lo gak mau ceritain padahal cerita pakai mulut lo, tapi gapapa deh, memang juga sih lo istirahat dulu karena lo sudah perjalanan jauh jadi pasti capek"
"Nah gitu dong bestie gue yang pengertian hahaha"
__ADS_1