
Ada sepasang mata menatap nyalang ke depan, dengan kedua tangannya di kepal wajahnya merah merona kayak kepiting rebus karena marah, dengan langkah pelan Oliv melangkah ke depan dengan sebuah kotak kecil di tangannya.
Sedamgkan semua tamu undangan lagi fokus menatp kedepan menyaksikan keindahan romantis yang di ciptakan oleh Devan dan Alin, jadi fokus mereke tertujuh kedepan, Devan dan Alin tidak tahu kalau bahaya akan segerah datang menimpah mereka.
"Dasar kamu perempuan murahan bisa-bisanya kamu merebut Devan dari aku, kamu tidak tahu Devan adalah ayah dari anak yang aku kandung, jadi jangan harap kamu bisa bahagia bersama dengannya karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Lagisn Devan mana mencintaimu Devan menikahimu karena terpaksa justru Devan mencintai aku sampai aku lagi mengandung." gumam Oliv dalam hati
Oliv melangkah mendekati Devan da Alin setelah sampai di depan tidak segan Oliv melayangkan satu tamparan keras di pipi Alin membuat semua tamu undangan terkejut termasuk Alin dan Devan. Alin dan Devan menghentikan acara romantis mereka begitu juga perhatian oara tamu undangan mulai teralihkan.
Plakkkkk!....
"Dasar cewek murahan berani-beraninya kamu merampas ayah dari anak ku kamu tahu tidak sekarang ini aku mengandung anaknya Devan, kenapa kamu sebagai perempuan jahat sekali merampas kebahagiaan anak ku. Apa tidak ada laki-laki lain di luar sana selain Devan sehingga kamu merebut dia dariku " Teriak Oliv.
"Oliv...apa-apaan kamu ini ha, siapa yang mengundang kamu kesini saya tidak perna mengundang kamu dan apa kamu bilang barusan hamil?....hahaha sejak kapan saya menghamilin kamu Liv, kamu gila ya, jangankan tidur sama kamu pacaran sama kamu aja tidak perna, jangan kamu hamil dengan pria lain terus kamu datang dan pura-pura kamu hamil anak aku, gila kamu berani sekali memukul istriku." Bentak Devan.
__ADS_1
"Devan seharusnya kamu membela ku bukan membela perempuan perusak ini, dulu sebelum dia hadir dalam kehidupan kamu hubungan kita baik-baik saja, tidak ada masalah di antara kita berdua tapi setelah kamu mengenal dia justru kamu berubah total dan pergi meninggalkan aku demi perempuan ini, kamu tahu aku ini sangat mencintai mu Dev dan sekarang aku mengandung anak kamu.
Kamu jangan menyangkal ya Dev kita sudah beberapa kali berhubungan di hotel sampai aku hamil, dan kamu sudah janji bahwa kamu akan menikahi ku dan meninggalkan perempuan ini karena kamu tidak mencintainya, awalnya aku percaya karena aku pikir kamu tepati janji kamu ternyata apa yang terjadi diam-diam kamu menikahinya dan tidak mengundangku sekarang aku minta kamu harus meninggalkan perempuan ini dan nikah denganku agar kita bisa merawat anak kita bersama."
Alin masih diam belum ada reaksi apapun karena Alin masih menyimak, sedangkan para tamu undangan mulai kasat kusut memojokan Alin karena mereka pikir Alin lah yang merusak hubungan Oliv dan Devan.
"Astaga apa aku tidak salah dengar apa yang di katakan perempuan itu, kalau nona Alin seorang pelakor dan perempuan itu hamil anak Tuan muda masuk logika nggak sih aku kok rada tidak percaya tapi tidak mungkin kan perempuan itu berbohong lantaran dia tahu siapa keluarga Tuan Devan. Kalau dia berani bohong dia tahu akibatnya."
"Tapi justru aku merasa kalau perempuan itu yang pembohong, kalau memang Tuan muda Devan yang menghamilinya pasti ada bukti dong tidak mungkin dia datang dengan hanya modal omong kosong bukan, zaman sekarang ini kalau tidak ada bukti biarpun kamu benar kamu tetap salah jika kamu tidak membuktikan semua itu."
"Hey neng hati-hati kalau bicara nona Alin istri sah sekarang, jadi apapun ceritannya nona Alin pemenangnya lagian belum tentu anak yang di kandung perempuan itu benaran anak Tuan Devan, bisa jadi dia dengan pria lain tapi sengaja kalau itu anak Tuan Devan, saya sudah lama kenal Tuan Devan jadi Tuan Devan pria yang setia karens waktu Tuan Devan tunangan saya juga turut hadir waktu itu acara ulang tahun perusahaan. Jadi aku bisa taruhan kalau benaran itu bukan anak Tuan Devan."
Plakkkkk.....!
__ADS_1
"Nona Oliv...saya sudah berulang kali ingatkan kamu untuk tidak menganggu hubungan aku dengan mas Devan. Bukankah selama ini kamu yang jadi biang dalam hubungan aku dan suamiku, sampai kamu ke perusahaan ku dan meminta ku meninggalkan mas Devan waktu itu masih status tunangan...jadi dari maba ceritanya saya merampas mas Devan dari kamu.
Begini saja saya tantang kamu nona Oliv bagaimana kalau kita tes DNA untuk membuktikan apakah anak yang di kandungan kamu adalah suamiku atau bukan, kalau menang hasilnya keluar dan terbukti anak itu adalah anak suamj saya, saga dengan iklas meninggalkannya demi anak kamu, namun jika tidak tapi karena kamu sudah menfitnah saya dan suami saya kamu tahu akibatnya"
"Sayang....kenapa kamu bicara begitu, Mas tidak perna ketemu dengannya apalagi menghamili dia itu tidak mungkin aku bukan pria jahat yang ingin menyakiti hati istriku. Kamu hati-hati jika bicara aku sangat mencintai istriku jadi mana mungkin aku melakukan hal bejat itu untuk menyakiti hati istriku, sayang kamu percayakan sama mas, mas tidak perna melakukan itu kamu tahu sendiri bukan kalau mas kemana-mana selalu bersama Dimas kalau sayang tidak percaya tanya Dimas saja bahwa mas sangat mencintaimu." Ujar Devan.
"Oalah namanya laki-laki bejat mana mau mengakui kesalahannya sudah salah saja masih tidak mau ngaku, dan soal tes DNA jangan harap aku mau tes karena aku yakin ini anak Devan jadi untuk apalagi tes DNA"
Devan melangkah mendekati Tuan Davin dan bu Asta dengan santai ingin mencium punggung tangan Tuan Davin dan bu Asta sambil berkata." Tante maaf atas kedatang Oliv tiba-tiba kesini buka bermaksud merusak suasana bahagia Devan tapi om dan tante harus tahu apa yang sudah Devan lakukan terhadap aku, aku sekarang hamil anak Devan tante jadi Devan harus menikahi aku tante bukan dia, perempuan itu hanya merusak hubungan aku sama Devan saja." Ujar Oliv tapi dengan santai bu Asta menangapi perkataan Oliv.
"Liv....maaf kalau boleh tante tahu apakah ada bukti jika Devan menghamili kamu bukan pria lain, kalau memang benar separti yang kamu bilang bahwa kamu di hamil oleh Devan dan sertakan biktu, saya yakin menantu cantik saya itu paham dan dengan senang hati akan menerimah anak kamu karena darah danging Devan tapi asal kamu tahu jangan harap Devan menikahi kamu karena menantu saya cuman satu Alin.
Saya juga setujuh dengan menantu saya tadi kalau kamu harus sertakkan bukti dan tes DNA baru kami percaya, karena jujur kedatangan kamu kesini membuat kami semua terkejut karena selama ini kamu menghilang tanpa kabar dan muncul-muncul dengan kabar kehamilan kamu yang tidak masuk logika sama sekali, kalau memang kamu hamil anak Devan kenapa tidak dari kemarin-kemarin kamu datang tapi sekarang baru kamu muncul di depan semua orang maksud kamu apa, kamu mau mempermalukan keluarga kami dengan kebohongan kamu.
__ADS_1
Saya bukannya membela Devan tapi saya tidak yakin itu anak Devan, Devan itu anak saya jadi saya sangat mengenalnya. Lagian selama ini jika Devan pergi tidak perna sendiri selalu bersama dengan pengawalnya sekalian asisten pribadinya jadi pasti Dimas tahu kemana Devan pergi, jadi kamu jangan sembarangan menuduh anak saya, sekarang saya minta kamu keluar dari sini dan jangan menganggu karena acara sedang berlangsung."
Walaupun bu Asta sudah bicara panjang lebar tapi Oliv tidak mau mendengarkan penjelasan bu Asta menurut Oliv itu semua tidak penting yang sekarang Oliv butuhkab bagaimana caranya agar dia bisa menikah dengan Devan.