Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
65:65 Rindu


__ADS_3

Keesokan hari nya semua orang sudah pada bagun untuk beraktivitas, ada yang sudah siap mau berangkat ke tempat kerja, ada juga yang antarkan anak ke sekolah, tak ayal bagi alin dan yora yang sudah bagun, mereka berkutak di dapur dengan sayur-sayuran yang sudah tersedia untuk di eksekusi.


Hari ini menu mereka di pagi hari adalah steak, karena nanti leo dengan devan juga sarapan bersama alin dan yora. Karena semenjak ada leo devan selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama di apartement alin.


Sekarang sudah empat piring steak sudah tersedia di meja, alin merampas handuk yang ada di gantungan dan bergegas masuk kedalam kamar mandi. Ia membersihkan diri nya ia merendam diri nya di dalam bathtub dengan aroma terapi yang wangi.


Setelah hampir tiga puluh menit, alin keluar dari dalam kamar mandi dan duduk di meja rias nya. Sedangkan gantian yora yang masuk kedalam kamar mandi, alin mengoleskan sedikit make up di wajah nya yang cantik dan putih itu.


Karena alin sudah cantik jadi tak perlu dandan yang menor atau make up yang tebal, cukup olesin yang tipis aja sudah. Alin bangkit dari duduknya dan berjalan ke lemari yang sudah di penuhi oleh berbagai model blazer.


Alin menjatuhkan pilihan nya pada blazer yang berwarna merah maron, itu dengan padukan dengan rok yang senada panjang selutut, wah.. menambah kecantikan alin. Alin berdiri di depan cermin memastikan penampilan nya sudah sempurna.


Wajah senyum terpancar, alin bahagia tapi, tiba-tiba ia mengingat akan perkataan sang mama, waktu masih hidup "Nak kamu sangat cantik seperti bidadari. Tapi seorang laki-laki yang baik dia gak akan melihat dari wajah cantik, atau fisik seseorang yang ia cintai, tapi ia melihat dari hati yang tulus dan baik".


"Ma, ternyata mama benar. seandainya dulu alin tak mengukuti perkataan mama, mungkin alin gak jadi seperti sekarang ini, makasih banyak ma, sudah menjadi ibu yang terbaik untuk alin biarpun sekarang mama sudah gak sama alin lagi tapi alim tetal sayang mama, alin rindu ma" ucapan alin tak terasa bulir bening jatuh tanpa di undang.


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, yora yang baru keluar dari kamar mandi heran melihat kesedihan alin di pagi hari. Yora menghampiri alin

__ADS_1


Bukkkkkk, membuat alin tersentak kanget karena gak menyadari kehadiran yora, alin cepat menghapus air mata nya namun sudah terlambat yora melihat nya.


"Ya ampun Yora, lo hampir buat jantung gue mau copot tahu gak, ujar alin


"Lin hey.. Lo kenapa humm cerita sama gue, bukan nya tadi gue lihat lo baik-baik aja? kenapa tiba-tiba jadi begini, siapa yang berani menyakiti lo lin cerita. tanya yora


Tapi alin masih bergeming, ia belum bisa bicara tapi, alin memandang yora dengan senyum, namun dalam senyuman itu yora bisa menagkap kesedihan alin.


"Lin ada apa cerita, tapi kalau lo belum siap gapapa gue tunggu." ujar yora


"Yor, menurut lo gue orang nya gimana, lo berkata jujur ya gue mau tahu, jangan berpikir kalau gue marah, jujur aja kalau sifat gue jelek bilang aja". Tanya alin membuat yora binggung.


"Makasih ya yor, maaf gue udah buat lo kuatir, gak ada yang ngapa-ngapain gue kok yor, hanya saja entah kenapa gue tiba-tiba ingat nyokap gue yor, rasa nya rindu banget, biasanya rasa rinduh gue selalu di obatin sama bunda, tapi sekarang bunda juga jauh yor".ujar alin


Yora awalnya berdiri di samping alin sekarang ikut duduk di di samping nya, dan berkata: lin gue tahu lo memang merindukan nyokap dan bunda, tapi masih mendingan lu lin, lu masih punya bunda sekarang sudah punya mama dari devan yang sangat menyayangi kamu.


"Sedangkan gue lin kalau bukan karena ketemu sama lo, gue sebantang kara lin, gue gak punya siapa-siapa, gue susah juga pendam sendiri, sakit juga ngurus diri semdiri, apa lagi gue rindu nyokap dan Bokap lin gue nangis sendiri, jadi sekarang lo bersyukur lin bisa punya semua nya."

__ADS_1


Sekarang giliran yora lagi yang menangis sesenggukan, akhirnya mereka bedua berpelukan satu sama lain sambil menangis bersama, karena mereka asyik berpelukan sambil menangis, mereka gak menyadari empat pasang mata lagi berdiri di depan pintu memandang mereka dengan sendu.


Akhirnya devan dan leo masuk ke dalam mendekati mereka, kali ini leo yang duluan memanggil, "Dek alin....yor." ujar leo sedangkan devan masih diam


Sontak ke dua sejoli yang lagi asyik berpelukan itu tergeloncat kanget. Mereka berdua segera membersihkan air mata yang masih sisa menagalir di pipi mereka, tapi parcuma karena devan dan leo sudah lihat dari tadi.


"E eh kak mas devan sejak kapan disitu " ujar alin kaget


"E eh mas leo dav" kok kalian disini dari kapan. ujar yora bertanya


Pertanyaan kedua gadis itu belum di tanggapi oleh kedua laki-laki yang ada di depan mereka. Tak lama setelah itu devan maju dan langsung memeluk alin, "Sayang kalau kamu mau nangis ya menangis lah jika dengan kamu menangis semua itu bisa membuat kamu lega, tapi janji jangan perna menangis lagi" ujar devan


Alin langsung Menangis di pelukan devan, sudah tak tahan lagi dengan semua kerinduan itu jadi dia meluapkan semua nya melalu tangis nya pecah.


Sedangkan leo juga melakukan hal yang sama, ia reflek peluk yora dan menengelamkan kepalanya ke dada bidang nya, kali ini yora gak protes karena memang ia butuh sandaran.


"Gadis bodoh, kenapa kamu merasa sendiri, jadi selama ini kamu gak mengangap aku ada ha. Kamu tahu aku paling benci melihat orang yang saya cintai menangis.

__ADS_1


Kalau devan dengan lembut membiarkan alin menangis, biar bisa lepas beban nya berbedah dengan leo yang memarahi yora, tapi sebenarnya bukan marah, tapi itu cara leo untuk menunjukkan kasih sayang nya pada yora.


setelah Yora dan alin tenang, mereka lepas dari pelukan ke dua laki-laki itu tapi Yora jadi malu di lihat menangis oleh Leo, "sekarang kalian berdua jelaskan kepada kami, kenapa tadi kalian menangis begitu".tanya degan di sambut anggukan oleh Leo namun kedua gadis itu masih diam.


__ADS_2