
Setelah mendengar semua yang di katakan oleh dokter, Alin, Leo dan Devan keluar dari ruangan dokter dengan peresaan tidak menentuh, hati Alin sangat sakit jangan sampai ayahnya tidak selamat apalagi saat ini masih kritis. Pikiram Alin sudah bekelana kemana-mana takutnya pak Donal tidak bisa terselamatakan.
Memang dokter menginjinkan masuk kedalam ruangan tapi tetap di batasi hanya satu orang saja itu pun waktunya terbatas tidak bisa lama-lama di dalam. Dan tidak bisa jenguk hari ini mungkin besok baru bisa. Karena lihat dari kondisi pasien.
Setelah keluar dari ruangan dokter, Alin duduk di ruang tunggu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia berharap pak Donal bisa melewati masa kritisnya itu.
"Ya Allah selamatkanlah ayah saya..biar saya punya ayah dan bunda yang lengkap ada bunda Neska dan papa Donal"
Waktu terus berputar sekarang sudah malam jam setengah sepuluh tapi belum ada tanda-tanda yang baik dari pak Donal.
Lagian mereka di rumah sakit juga tidak bisa masuk palingan duduk diluar saja karena pasien yang masih kritis tidak di perbolehkan masuk.
Jadi Alin dan Leo terus Devan memilih pulang ke rumah sedangkan bibik dan pak satpam masih di rumah sakit, Alin tidak lupa meninggalkan uang untuk mereka berdua biar bisa beli makan dan keperluan lainnya.
"Bik, pak. Maafkan Alin karena Alin tidak bisa bermalam disini besok Alin harus masuk kantor, lagian Alin disini juga sama saja tidak bisa masuk untuk jenguk papa Donal juga jadi nanti besok Alin pulang dari kantor baru kesini Alin titip papa Donal ya bik, pak. Kalau ada apa-apa bibik segerah hubungi Alin."
"Iya tidak apa-apa non pulanglah istirahat..nanti besok baru kesini tapi kalau non capek tidak perlu datang juga tidak apa-apa karena bibik ada disini menjaga Tuan."
"Oh ya bik..nanti kalau bibik dengan pak satpam capek tidak apa-apa pulang saja kerumah dulu biar istirahat nanti baru balik lagi kesini, karena disini juga ada suster yang menjaga papa Donal, takutnya nanti bibik sakit lagi siapa yang merawat papa Donal jadi bibik juga harus sehat bibik pulang saja karena Mas Devan dan kakak Leo sudah membayar suster disini untuk merawat papa Donal biar bibik tidak kecapean."
"Makasih banyak ya non sudah sangat baik, dan perhatian sama bibik nanti besok saja bibik pulang non malam ini biar bibik disini saja dulu lagian bibik pulang juga sendirian di rumah non tidak ada orang, bibik juga takut sendirian di ruman besar itu non."
__ADS_1
"Baiklah bik...kalau begitu ini untuk bibik dan pak beli makanan dan keperluan lainnya kalau kurang bibik tinggal bilang saja sama Alin ya bik titip papa Donal. Jangan sungkan bi kalau masih kekurangan kabarin Alin saja"
"Aduh non tidak usa bibik masih punya penganggan non ambil kembali saja, karena bibik juga tidak beli apa-apa kalau soal makan mah bibik masib punya uang kok"
"Ambil saja bik kalau bibik masih ada uang simpan saja nanti kalau butu tinggal ambil bibik harus makan yang bergizi biar bibik gak sakit" sambung Devan
Sih bibik menyodorkan kembali uang itu tapi Alin tidak mau menerimanya akhirnya bibik mengalah dan mengambil uang itu. Bahkan Devan juga ikut menyuarahkan agar bibik mau menerima uang pemberian Alin.
"Makasih banyak ya non, Den. Nona baik sekali pantasan Tian sakit karena mikirin non karena Tuan menyesal melalaikan putry cantik sebaik non. Hati-hati kalau pulang makasih Den Leo dan Den Devan sudah datang kesini"
"Sama-sama bik kalau begitu kami pulang ya bik titip papa Donal ya bik, jika nanti ada apa-apa bibik tinggal hubungi saja"
Setelah selesai bicara Alin dan Leo terus Devan gegas keluar dari rumah sakit melalui koridor rumah sakit sepanjang jalan menuju ke parkiran Alin tidak mengeluarkan sepata katapun dia hanya diam membisu entah apa yang dipikirkan tapi yang jelas sangat berat beban yang Alin pikul
"Dek..apa yang kamu pikirkan percayalah sama dokter, dan berdoa kepada Tuhan semoga Tuhan memberikan kesembuhan kepada papa Donal jangan kamu sedih, ingat kalian mau menikah dan kamu pengenkan papa Donal yang jadi wali nikah kamu ya sudah kamu tenang pasti ada mujiza Tuhan."
"Iya kakak, Alin percaya kok kalau papa Donal pasti sembuh. Doakan ya kakak biar papa Donal cepat sembuh"
Akhirnya mereka sampai di parkiran dan mereka bertiga masuk kedalam mobil lalu mereka keluar dari area rumah sakit.
Selama didalam mobil mereka bertiga tidak ada seorangpun yang membuka percakapan mungkin mereka memikirkan pekerjaan masing-masing..atau memikirkan apa itu urusan mereka .Karena Devan yang mengemudikan mobil lagi serius jadi mereka bertiga tidak menyadari ada seorang perempuan menyeberang jalan dengan tiba-tiba membuat Devan terkejut dan langsung rem mendadak membuat Leo dan Alin terkejut.
__ADS_1
"Astag....hussss....husss....hampir sedikit aku menabrak orang."
"Mas kenapa rem mendadak sih Alin masih mau hidup mas kita belum menikah. Dan mana orangnya tidak ada siapa-siapa disitu ."
"Entahlah dik apa yang ada dalam pikiran calon suami kamu sampai rem mendadak begitu tapi tadi kakak sempat lihat sih ada seorang perempuan lewat tapi untung mobil gak sampai menabraknya tapi kemana ya orang itu kok hilang ."
"Ah masa sih kakak cobak kita turun untuk cek kemana perempuan itu kok gak kelihatan atau sudah mati di sana"
"Gak mungkin dik dia mati tabrak saja gak ada masa mati bagaimana sih, tapi ane gak sih malam-malam begini ada seorang perempuan sendirian di jalan yang sepih jangan-jangan bukan manusia lagi tapi hantu ya gak sih"
"Ah kakak jangan nakut-nakutin begitu deh...tapi benar juga sih apalagi ini di jalan sepih loh..oh ya disini ada cctv gak sih di jalan ini."
"Ada pasti karena tempat ini katanya rawan kecelakaan makanya ada pasang cctv di segala arah."
"Terus kita disini saja kalian tidak mau mengecek perempuan itu kemana entah dia tergeletak di bawah sana",
" Gak dik kita lanjut saja sepertinya itu bukan manusia deh...tapi itu hantu buktinya dia sudah tidak terlihay."
"Benar kata kakak ipar sayang itu bukan manuska tapi sepertinya hantu apalagi tadi dia pakel gaun putih tapi wajahnya tidak kelihatan."
"Ya sudah ayuk kita pulang jangan lama-lama disini seram banget sih jalan ini lagian ini belum jam sepuluh juga masa sih sudah ada hantu gentayangan ."
__ADS_1