
Kali ini Oliv tidak mengejar Alin dengan Devan lagi, Oliv justru makan sambil menangis, Oliv kecewa dengan sikap Devan terhadapnya, memang Oliv juga keterlaluan makanya Devan sangat benci dengannya, kalau Oliv tidak keterlaluan mungkin Devan juga tidak akan sekasar itu sama Oliv. Siapa yang tidak merasa terngganggu cobak kalau selalu di ikuti oleh orang yang tidak kita suka.
Alin dan Devan pengen menghabiskan waktu mereka berdua selama di dubay, namanya juga orang pergi bulan madu jadi pengen selalu berdua dan menciptakan momen romantis, namun jika kebersamaan itu selalu di ganggu jelas marah, jadi tidak salah jika Devan dan Alin sangat marah dengan cara Oliv.
"Pergilah kalian berdua sesuka hati, terserah mau kemana kalian pergi aku tidak akan mengganggu kalian lagi, hari ini juga aku akan kembali ke kota B, aku akan menunggu kepulangan kalian berdua disana baru aku akan berikan hadia untuk kalian berdua, apa salahnya aku juga di ajak tadi aku hanya mau makan bersama kalian saja kamu langsung marah Dev sama aku sanmpai menampar pipiku dimana hati nurani kamu. Sekarang sikap kamu kasar sekali semenjak kamu dekat dengan perempuan sialan itu.
Dulu kamu sangat menjagaku Devan, tapi sekarang justru kamu juga yang menyakiti perasaanku, padahal kamu tahu aku begitu sangat mencintaimu. Sekarang pergilah bersenanglah kalian aku tunggu kepulangan kalian berdua di kota B nanti, biar kalian juga ikut merasakan betapa rasanya hati ini disakiti, aku relah melepaskan James dan sengaja menghinanya untuk dia tidak mengganggu aku lagi, agar aku selalu bersama kamu Dav tapi justru kamu yang meninggalkan aku" gumam Oliv dalam hati
Setelah Oliv selesai makan dia la langsung membayar semua makanan itu dan pergi meninggalkan restoran. Oliv pulang ke hotel dan langsung menujuh ke bandara untuk pulang ke kota B. Ya pulang saja Oliv jangan di dubay soalnya kalau kamu di dubay kamu menjadi penghalang kebahagiaan Alin dan Devan.
Seharusnya dari awal Oliv memdengar perkataan Cinta dan Indri kedua sahabat Oliv, tapi Oliv sama sekali tidak mau mendengar nasihat kedua sahabatnya itu jadi sekarang menyesal karena Devan menyakiti perasaannya.
Sesampainya di hotel Oliv tidak istirahat lagi tapi Oliv langsung berkemas pakiannya dan masukkan kedalam koper, saat Oliv melangkah keluar dari pintu kamar sebenarnya sangat berat bagi Oliv untuk meninggalkan dubay, masih ada Devan disana tapi Oliv sudah benar-benar sakit hati sehingga Oliv tidak hiraukan lagi.
"Apakah keputusan yang aku ambil ini keputusan yang tepat, kalau aku pulang sekarang perempuan sinting itu berpikir jika aku ini sudah kalah darinya makanya aku pulang, tapi ya sudah tidak masalah jika dia berpikir seperti itu karena aku pulang bikan berarti aku kalah melainkan aku akan menyiapkan kado terindah untuk kalian berdua.
Aku memberikan kesempatan untuk kalian senang-senang dulu nanti setelah itu baru kilan merasakan apa yang aku rasakan. Selamat tingal Dubay..aku pulang membawah luka di hati ini, aku janji aku akan mengembalikan sakit hati ku dan mendapatkan kebahagiaan. Aku sampai di kata B aja aku hubungi ibu karena pasti ibu sangat marah sama aku karena aku tidak pulang."
Dengsn berat Oliv menyeret kakinya keluar dari hotel dan meminta untuk antar kebandara karena Oliv langsung pulang hari itu juga. Oliv masih lama berdiri di delan hotel menatap hotel yang sudah menampungnya berapa hari di dubay, sesekali Oliv juga melempar pandangannya ke hotel dimana Devan nginap tapi tidak ada tanda-tanda Devam pulang dan mengejarnya
"Pak...tolong antar ke bandara ya" ujar Oliv.
"Baik non" ujar sopir.
Oliv sudah masuk kedalam mobil tapi Oliv masih berharap, Devan tiba-tiba datang dan menghentikannya agar Oliv tidak pulang.
"Dev...kamu dimana seandainya kamu datang dan meminta aku untuk tidak pulang, mungkin aku sangat bahagia dan tidak jadi pulang. Datang lah Dev dan katakan jika kamu mencintai ku dan kamu meminta maaf sama aku bahwa kamu salah dan kamu tidak mau kehilangan aku, aku tahu Devan kamu juga mencintai aku tapi kamu tidak berani mengungkapkannya.
__ADS_1
Aku tahu kamu lakukan itu karena terpaksa, jamu di paksa dan di kekang sama perwmpuan itu, jika kamu mrmbiarkan aku pergi dari dubay dan pulang ke kota B, kamu benar-benar keterlaluan Devan ." Harapan Oliv tinggal harapan saja sampai Oliv menjauh dari hotel tidak ada tanda-tanda Devan muncul dan mencengahnya pergi.
Bagaimana Devan mau peduli sama kamu Liv, Devan tidak mencintai kamu, Devan hanya mencintai Alin jadi tidak mungkin Devan datang mengejar kamu yang menurut Devan kamu hanya pengacau saja.
Tanpa terasa air mata Oliv meluncur dengan sendirinya, harapan Oliv seketika sirna dia datang dari kota B jauh-jauh dari sana hanya datang menyusul Devan. Berharap Devan menghargai pengorbanannya tapi nyatanya hanya air mata dan sakit hati yang dia dapatkan itu yang membuat Oliv makin sakit hati dengan cara Devan memperlakukannya.
Itu kesalahan terbesar kamu Oliv, kamu sudah tahu bahwa Devan itu sudah menikah dan mereka berangkat ke dubay itu untuk bulan madu tapi kamu masih nekat untuk menyusul kesana lagi. Berarti yang salah memang kamu bukan Devan atau Alin jadi lebih baik memang kamu harus pulang, karena setelah kamu sampai di kota B kamu pasti makin sakit saat tahu ibu kamu sudah meninggal dan Indri sudah tunangan dengan James.
Oliv sudah mendapatkan pria sebaik James, James sangat mencintai Oliv bahkan James sama seperti Oliv juga menyusul Oliv ke kota B. Tapi Oliv tidak menghiraukan James, bahkan Oliv tidak menghargai James sama sekali kalau James menyusul ke kota B karena Oliv belum menikah, sedangkan Devan sudah menikah aja masih nyusul kesana, sekarang rasain bagaimana di abaikan dan tidak di hargai sama sekali.
Karma itu nyata Oliv..apa yang Oliv rasakan itu juga yang di rasakan oleh James, tapi sekarang James sudah bahagia sedangkan Oliv, makin merana karena tidak di hargai sama sekali oleh Devan, Oliv terpaksa harus pulang karena parcuma Oliv di dubay tidak ada hasilnya yang ada hanya kekecewaan dan sakit hati.
Sepanjang Oliv dalam perjalanan menuju ke bandara, air mata Oliv tidak berhenti, Oliv agak menyesali karena sudah menyusul Devan ke dubay sampai kehilangan sahabatnya. Apakah benaran Oliv sudah menyesali perbuatannya belum tentu air mata Oliv itu hanya melampiaskan kekesalah dan sakit hatinya kepada Devan dan Alin. Tapi kalau soal penyesalan dan kesadaran Oliv sama sekali belum menyesal sama sekali.
"Aku jauh-jauh datang sampai aku berdebat dengan Cinta dan Indri, mereka melarang aku untuk datang kesini, tapi betapa bodohnya aku bukannya nurut saja biar nungguin Devan pulang dulu, aku justru nyusul kesini sekarang aku sudah begini semoga aku pulang Indri dengan Bara masih menerimah ku di hotel, kalau aku nginap terus di luar tanpa dapat uang bulanan dari papi, bisa-bisa uang simpanan ku bisa habis dan aku tidak punya uang lagi, sedangkan restoran dan lain-lain sudah kembali ke tangan papi dan mami, belum tentu mami mau mengirim aku uang kalau tanpa perintah dari papi.
Aku harus pulang dan minta maaf langsung dengan Indri dan Bara, tapi kenapa sekarang justru kangen banget ya sama James laki-laki sialan itu, dia yang bikin aku gagal mendapatkan Devan, cobak malam itu dia tidak hadir dan ngaku-ngaku anak ini adalah anak kandungnya dan aku adalah calon istrinya, bisa jadi aku berhasil menyakinkan Devan dan orang tuanya, sekarang semua hancur berantakan semakin aku berkata aku membencinya hatiku menolak dan membuat aku makin merinduhkannya aku pengen dia selalu di sampingku kenapa ya, apa aku hubungi dia saja gimana ya aku taro muka ku kemana masa aku hubungi dia sedangkan aku sudah mengusirnya." Gumam Oliv.
Keluarga dari James mendesak Indri dengan James segerah menikah nanti jika sudah menikah, James bisa ikut Indri ke kota B untuk mengembangkan bisnis Indri dan James rencana buka usaha juga biar mereka tinggal di kota B.
Kebahagiaan datang menghampiri James dan Indri sedangkan, Oliv penderitaan yang datang menghampirinya. Karma lagi di jalani oleh Oliv karena sudah meninggalkan ibunya lagi kritis sekarang sudah meninggal, dan karma juga karena Oliv menyakiri hati James bahkan merendahkan James. Belum sampai disitu Oliv juga tidak mau mendengar perkataan ketiga sahabatnya.
Oliv yang sudah mengeluarkan hp dan hendak menghubungi James urung karena ego Oliv lebih tinggi dari pada kerendahan hatinya, jadi Oliv tidak mau hubungi duluan karena Oliv yakin James pasti akan menghubunginya lantaran James sangat mencintainya. James tidak bisa pergi meninggalkan Oliv karena Oliv tahu James datang ke kota A karena mencarinya, begitu besar cinta James terhadap Oliv sampai menyusul.
Tapi Oliv tidak tahu bersyukur sudah di berikan seorang pria baik dan sangat mencintainya tapi justru, memganaikannya sekarang rasakan pembalasannya tidak perlu James membalas karma sudah langsung datang menghampiri Oliv.
"Ah untuk apa aku hubungi dia, biarkan saja nanti juga dia pasti hubungi aku dia kan sangat bucin sama aku mungkin dia tahu kalau aku lagi ke dubay makanya dia tidak hubungi, tapi kalau aku sudah pulang pasti dia akan datang mencariku, jadi wanita itu harus jual mahal"
__ADS_1
Makan tuh mahal Oliv terus lantaran apa kamu pergi mengejar suami orang berarti itu murah, jangan harap James hubungi kamu lagi Oliv, James sudah bahagia jadi dia sudah melupakan kamu. James tidak mau mengingat wanita tidak berperasaan seperti kamu yang sama sekali tidak menghargai seorang pria yang sangat mencintaimu.
Sekarang Oliv kehilangan Devan dan juga James yang sangat mencintainya, selamat gigit jari Oliv James tidak akan lagi berpaling dari mu, Oliv selalu berpikir bodoh, Oliv berpikir jika James sangat mencintainya jadi tidak mungkin James meninggalkannya, namun Oliv tidak tahu jika seseorang yang sudah terlanjur kecewa dan sakit hati, secinta apa pun orang itu terhadapnya orang itu akan pergi meninggalkan dia, disitu baru Oliv sadar ternyata semua sudah terlambat.
Sesampainya Oliv di bandara, Oliv langsung cek in dan langsung menuju ke ruang tunggu karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas, untung Oliv dapat tiket jam setengah empat jadi Oliv masih santai, selama Oliv duduk di ruang tunggu Oliv tidak memikirkan Devan lagi tapi sekarang justru yang ada di pikiran Oliv adalah James...James...dan James. Tapi sayang sekarang cinta James sudah pindah ke wanita lain jadi Oliv tidak di hati james lagi, Oliv sudah di luar jangkawan.
Tak selang lama Oliv masuk kesalam pesawat dan pesawat langsung lepas landas meninggalkan dubay, membawah pulang seorang gadis yang menahan kekecewaan dam hatinya gunda gulana.
Sedangkan di dubay setelah Alin Dan Devan pergi meninggalkan Oliv mereka tidak jadi belanja tapi mereka keluar dari mall dan pergi cari makanan di luar.
Karena baik Devan maupun Alin mereka berdua sudah bad mood, jadi kalau mereka tetap di mall p mood mereka rusak, makanya Devan meminta Alin untuk makan diluar saja itu lebih baik.
"Sayang kita makan diluar saja mas malas makan disini bikin tidak selerah aja gara-gara perempuan itu, biarkan saja dia bayar sendiri semua makanan itu" ujar Devan.
"Ya sudah mas kalau begitu kita tidak usa belanja lagi cukup tas itu saja, jika nanti masih ada waktu baru kita kembali kesini untuk belanja masih ada waktu beberapa hari lagi kok mas" ujar Alin.
Alin dan Devan keluar dari mall dan menuju ke parkiran, saat ini tujuan mereka untuk pergi mencari makan dulu kebetulan ada restoran tidak jauh dari mall juga sehingga Alin dan Devan inisiatif makan di situ bersama pengawal, karena pengawal juga belum makan untung pesanan pengawal belum di antar jadi pengawal tidak jadi makan setelah kedua Tuan dan nona nya pergi.
"Sekretaris Dimas cari restoran untuk kita makan dulu, kalian pasti sudah lapar juga kan, gara-gara perempuan itu kita jadi lapar begini heran sama perempuan itu punya mental berapa sampai sudah berulang kali di tolak pun dia masih tetap santai seolah tidak terjadi apa-apa" ujar Devan.
"Baik Tuan, kebetulan jika kita keluar dari mall di depan sana ada sebuah restoran sepertinya agak mewah kita makan disana aja, oh, ya Tuan. Sepertinya nona Oliv sudah pulang duluan kita karena tadi saat saya membayar tagihan di kasir saya melihat nona Oliv keluar dari mall buru-buru dan sepertinya nona Oliv menangis dia sempat melihat kesini Tuan dan nona Oliv melihat kita." ujar Sekretaris Dimas.
"O..ya. Bagus dong kalau begitu kita bebas mau jalan-jalan kemana saja tidak ada gangguan sama sekali itu yang aku suka" ujar Devan.
"Mas jangan bahagia dulu, seorang perempuan itu bisa nekat melakukan apa saja jika keinginannya tidak terpenuhi, jangan pikir Oliv pulang jadi kita aman Alin rasa tidak karena pasti ada sesuatu yang diam-diam Oliv rencanakan apalagi kata sekretaris Dimas dia sempat melihat kita, Alin yakin dia pasti datang menghampiri kita dan meminta mas untuk menemaninya jadi mas jangan senang dulu" ujar Alin.
"Benar Tuan saya sejutuh dengan nona muda, karena saya lihat nona Olin adalah wanita yang bar-bar dan egois jadi dia tidak akan berhenti jika keinginannya belum tercapai, justru saya lihat tadi bukan tangisan kesedihan melainkan tangisan kebencian. Jadi lebih baik kita waspada karena pasti ada sesuatu yang di rencanakan oleh nona Oliv"
__ADS_1
Pendapat sekretaris Dimas dan Alin sama memang Oliv lagi merencanakan sesuatu untuk menghancurkan Devan. Tapi yang pasti Devan belum tahu rencana apa yang sudah di rencanakan oleh Oliv.
Oliv adalah wanita yang licik dan bar-bar jadi tidak heran jika banyak orang menilainya buruk, Devan tidak menjawab perkataan Alin dan Sekretaris Dimas hanya Devan menyimak, dan mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut sekretaris Dimas dan Alin.