
Yora dan leo memang sangat cocok, apa lagi devan dengan alin mendekatkan mereka berdua, alin rencana mau jadikan yora sebagai kak ipar nya.
"Yor bagaimana mau gak" ujar leo
Karena pikir alin, yora gadis yang baik apa lagi teman baik alin, walaupun agak sedikit cerewet, jadi cocok dengan kak angkat nya yang dingin kayak es batu itu bicara alakadar nya aja.
" E eh benaran mas mau ngajak aku makan malam". Tanya yora gak percaya dengan perkataan leo, karena selama mereka berteman, baru kali ini leo berkata begitu apa lagi sampai berani mengajak yora dinner.
Karena setelah yora gagal nikah dengan pacar nya dulu, mulai dari situ ia gak mau lagi dekat dengan laki-laki. Dan baru kali ini yora kembali dekat dengan seorang laki-laki yang bernama leo, kak angkat dari sahabat nya sendiri.
"Iya benar yor, saya gak bercanda, saya sangat serius ngajak kamu makan, itu pun kalau kamu ada waktu, tapi kalau kamu gak bisa juga gapapa," padahal dalam hati leo semoga yora mau, karena leo sudah menyediakan sebuah kejutan untuk yora.
Ya ampun siapa cobak yang sanggup menolak ajakan cowok setanpan leo "Hmmm aku mau mas, yang penting mas gak bohong". Yora langsung membuang muka karena sangking malu nya tapi senang juga.
"Be benaran yor, kamu mau ? " tanya leo memastikan, takut nya ia salah dengar.
"I iya benar mas, aku mau" ujar yora pipi bersemu merah kayak tomat.
Sangking senang nya leo hampir saja mau peluk yora tapi yora dengan singap menjauh. "Yupsss gak boleh peluk-peluk bukan muhrim, hahaha senang juga sih boleh tapi jangan sampai peluk juga mas," ujar yora buat leo terkekeh.
"Aduh gimana aku gak jatuh cinta cobak sama kamu yor, kamu gadis yang sangat lucu, usah gitu cantik dan baik lagi. ujar leo dalam hati dengan senyum mengembang.
__ADS_1
Akhirnya mereka diam, dan leo melajukan mobil nya sekitar satu jam akhirnya sampai juga di apartement alin, begitu juga dengan ya lain alin, devan dan kedua bujang lapuk boby dan dimas.
Mereka berenam keluar dari mobil setelah mobil di parkir. "Sayang mau mampir lagi gak kalau masih yuk masuk, tapi kalau mau langsung pulang gapapa, soalnya ini juga sudah malam " ujar alin
"Sayang maaf nanti besok aja aku kesini ya datang jemput, soal nya ini sudah malam, sedangkan besok kita semua kerja, kalau kami masuk lagi nanti bisa besok pagi baru kami pulang, jadi gapapa kan sayang kalau kami pulang aja". Ujar devan sambil mentoel hidung alin.
"Yaudah kalau begitu hati-hati ya sayang, dimas boby hati-hati kalian, jangan bawa mobil ngebut" ujar alin
"Siap bos" ujar boby dan dimas kompak
"Oh ya bos tadi pas di jalan HP sih adam berbunyi dan pas saya lihat ada telpon dari nyonya ratna, tapi saya gak berani angkat bos karena, saya belum nanya bos, mungkin nyonya ratna mau bicara yang penting dengan adam," ujar dimas.
"biarin aja disitu nanti besok kita kembali ke tempat adam sekalian ia menelpon nenek lampir itu, karena saya yakin, nenek lampir itu ada rencana lagi untuk adam, dan ia mantan adam kenapa gak datang untuk melakukan tugas nya." ujar devan.
"Kalian berdua dari tadi kompak terus kalau ngomong nya, untung kalian berdua sama-sama memiliki tongkat sakti, kalau gak sudah saya jodoin kalian berdua karena kalian berdua kelihatan cocok." ujar devan di sambut gelak tawa oleh yang lain.
"Ah bos bisa aja deh, siapa juga yang mau sama dia idiih ogah, saya hanya nanya soal nenek lampir itu aja bos" jawab dimas
"Ishhhhh bos ogah ah gak kalau seandainya saya perempuan pun saya mah ogah jadi pasangannya". balas boby
"Ya nenek lampir siapa lagi kalau bukan yang telpon adam tadi, cantik sih tapi kelakuan gak terpuji." ujar devan menjelaskan
__ADS_1
"Iya bos saya baru ngerti, tapi setahu saya nama istrinya tuan donal bukan nya nyonya ratna ya bos, kenapa sekarang bos ganti namanya nenek lampir, kalau benaran jadi nenek lampir gimana bos". Tanya dimas kali ini boby diam.
"Astaga dimas..... Sudah berapa lama kamu kerja sama saya, kenapa kamu jadi begini, atau jangan -jangan ini pengaru, karena kamu belum juga punya pasangan". Ujar devan barengan dengan tawa renyah.
Seketikan wajah dimas cemberut "ah bos gak usa buka kartu as saya aja, yaitu lah bos cobak kalau ada bos bisa bantuin cariin bos, tapi harus seperti nona alin kalau gak nona yora." ujar dimas
Mereka keasikan bercanda sampai lupa waktu, "sayang kami masuk dulu ya badan sudah capek bangat pengen mandi dan istirahat ". Pamit alin
"Ok sayang tidur yang nyenyak dan mimpikan aku calon suami kamu, jangan main HP lagi awas nanti saya cek. Ujar devan membuat alin senyum
"Kak ipar titip calon istri saya, kalau terjadi sesuatu dengan nya orang yang saya tuntut adalah kak ipar, karena saya sudah berikan kepercayaan kepada kak ipar untuk menjaga calon istri saya sementara waktu ." ujar devan
"Tenang aja ipar saya, jaga adik saya dengan jiwa dan raga saya, jadi jangan kuatir akan hal itu, sekarang pulang lah kalian sudah malam ini." jawab leo
Setelah sebab melihat alin sudah gak terlihat, ia masuk ke dalam mobil dan keluar dari parkir apartement, di ikuti mobil dinas dan Boby, mereka melajukan mobil nya memecahkan kesunyian jalan raya, yang sekarang sudah sepih karena sudah jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam.
jadi jalan sudah agak renggang makanya mereka melajukan mobil dengan agak sedikit tinggi, tak lama setelah itu mereka sampai di apartemen milik devan, "Bob kamu tidur di sini aja besok baru pulang" ujar devan
"Iya bos" ujar boby mereka bertiga masuk kedalaman apartement dan masuk kedalaman kamar masing-masing.
Sedangkan setelah Yora dan alin, sampai di kamar alin langsung mandi karena sudah gerah banget, biar mereka bergantian setelah alin baru Yora. Biasa nya alin mandi kadang satu jam kadang tiga puluh menit tergantung bad mood nya.
__ADS_1
Tapi kali ini ia hanya lima belas menit karena sudah malam jadi malas rendam lama-lama pikir nya. setelah alin keluar sekarang giliran yora yang mandi sedangkan alin duduk di meja Rias dan mengolesi muka nya dengan sedikit pelembab agar muka terlihat segar.