
Indri mendesak Barra untuk cepat bersiap takutnya nanti mereka terlambat ke bandara dan bisa ke tinggalan pesawat kalau lama-lama. Lagian Bara juga hanya ngurus dirinya saja lama banget membuat Indri jadi emosi melihat Bara.
"Bar....buruan deh kamu lama benar nanti kita berdua terlambat loh bisa-bisa kita di tinggal pesawat nanti. Kamu masih dandan lagi ya tidak perlu make up tebal tidsk ada yang melihat jamu disana, kayak cewek aja lama benar" Ujar Indri.
" Astaga sabar bawel kami ini ya tidak bisa diam bawel banget kamu, siapa yang mau dandan cobak emang kamu suka dandang berjam-jam, Sudah bawal yuk kita berangkat lagian setengah tujuh juga dari sini kebandara tidak memakan waktu lama, tadi kamu udah cek in online belum"? Tanya Barra.
"Udah sih tapi kita harus cepat soalnya James nungguin kita di bandara kita bertiga akan ke kota A tadi aku wa dia aku pikir dia tidak ikut ternyata dia juga mau ikut" ujar Indri.
"James? James yang mantan pacar Oliv itu? dia ikut juga kesana mau ngapain kok kamu tidak bilang aku sih In, kalau si James itu ikut cobak dia kan bukan siapa-siapa Oliv lagi ."? Ujar Bara agak sedikit tidak suka.
"Hey....Bar kamu jangan kayak Oliv deh....suka-suka James lah mau pulang apa tidak urusan dia orang disitu tempat tinggalnya jadi kalau James pulang kenapa rupanya toh dia pulang ke tempat kelahirannya." ujar Indri membuat Bara langsung diam karena baru menyadari kalau James memang dari kota A. Padahal tadi uda mulai gegas Bara kayak ada sedikit cemburu.
"Iya juga ya kenapa aku bisa lupa ya kalau James dari kota A ya sudah baguslah biar ada teman kita disana nanti, tapi aku yakin Oliv akan menyesal meninggalkan James aku sebagai seorang pria aku tahu James itu tipe pria yang setia dan baik sama wanita yang dia cinta tapi sekarang sepertinya James sudah tidak peduli lagi dengan Oliv karena Oliv juga egois sunggu keterlaluan terhadap James, aku kaysk James aku sudah tinggalkan perempuan egois seperti Oliv.
Lihat saja nanti suati saat James sudah mendapatkan wanita lain yang mau menerima James apa adanya, disitu Oliv akan menyesal biasanya penyesalan itu selalu datang terlambat" ujar Bara.
"Bar kalau seandainya aku punya pacar gimana kamu mendunkung aku tidak, soalnya aku sudah lama memberi harapan kepada seseorang tapi entah dia tidak pekah atau memang dia tidak mencintai aku, aku ingin mencari pasangan yang mau menerimahku dan mengerti ku" ujar Indri membuat Bara terkejut dengan pertanyaan Indri.
"Ya tidak masalah jika kamu pacaran asala jangan pacaran seperti gaya pacaran Oliv hancur duluan kalau itu kamu, aku berani menampar kamu karena aku sudah mengangap kamu sebagai adikku." ujar Bara.
Ternyata selama ini cinta Indri bertepuk sebelah tangan Bara hanya mengangap dirinya sebatas adik, tapi Indri tidak kecewa karena sekarang cinta Indri sudah Indri berikan untuk James seorang.
"Makasih ya Bar kamu sudah mau menjadi abangku selama ini, terus kenapa kamu tidak mau pacaran apa kamu tidak menyukai perempuan? Jangan bilang kamu menyukai laki-laki. Eh....jijik masa jeruk makan jeruk sih hehehe." ujar Indri gledek.
"Astaga In jauh sekali pikiran kamu, aku tidak mau pacaran bukan karena aku tidak menyukai perempuan, aku ini pria normal pria tulen tahu, sekarang aku fokus cari uang dulu In biar aku menikahi anak perempuan orang aku sudah bisa memberikan kebahagiaan kepadanya aku tidal mau dia menderita" ujar Bara.
Salut juga sama daya pikir Bara dia memikirkan masa depan terlebih dahulu, lagian Bara juga masih mudah jadi tidak perlu buruh-buruh menikah tunggu sudah mapan baru cari pasangan.
"Aku salut dengan pikiran kamu Bar....kamu pria yang baik semoga kamu mendapatkan wanita yang baik juga, saya sudah punya pacar Bar nanti juga kamu tahu, kalau sekarang jangan dulu belum saatnya kamu tahu, kita fokus perjalanan kita saja dulu ke kota A" ujar Indri
Mereka langsung berangkat ke bandara. Sepanjang perjalanan menuju ke bandara Indri selalu memikirkan bagaimana reaksi Oliv kalau tahu maminya sudah meninggal.
Indri menyayangkan sikap Oliv yang menjadi anak durhaka tidak berbakti kepada kedua orang tuanya sehingga sekarang hidupnya tidak terarah.
"Bar....bagaimana ya reaksi Oliv saat tahu tante Kim sudah meninggal, aku rasa pasti dia juga tidak bakal sedih karena dia aja tidak sayang sama mami nya kalau dia sayang tidak mungkin dia lebih memilih pergi ngejar suami orang ketimbang pulang untuk melihat ibunya bukan?, padahal aku sampai bertengkar dengan dia loh, hanya karena dia mgotot pergi ke dubay ketimbang pulang ke kota A melihat ibunya" Ujar Indri.
"Ngapain dibahas manusia tidak punya otak itu, dia saja sebagai anak tidak peduli memang benar-benar egois bangwt deh, kita lihat aja nanti setelah dia pulang apa yang akan dia katakan. Apakan dia menyalakan kita karena kita tidak beritahu dia bahwa ibunya sudah meninggal atau dia sadar dan menyesal atas semua perbuatannya, In ingat kamu tidak perlu hubungi manusia purba itu aku kok jadi tidak suka dengzn sikapnya, biarkan saja dia begitu lagian jika dia pulang belum tentu dia mau kesini lagi, kamu kan udah usir dia katanya kamu tidak mau bersahabat lagi sama dia "ujar Bara tapi Indri tidak peduli.
"Basi bahas dia aku aja sudah malas, cobak hari itu dia mendengar perkataanku mungkin tidak jadi begini, sekarang nasi sudah jadi bubur jadi tidak mungkin kembali menjadi beras bukan, kita tunggu saja Drama nangis-nangis darinya munafik sedih tapi egois." ujar Indri.
Mereka asyik bahas soal Oliv sampai mereka tidak sadar jika sudah sampai di bandara, untuk di beritahu oleh pak sopir jika mereka sudsh di loby bandara.
__ADS_1
"Nona, Tuan kita sudah sampai" ujar pak sopir
"Oh sudah sampai ya pak? Makasih ya pak" Indri dan Bara masuk kedalam bandara ternyata James sudah menunggu di sana.
"Mas sudah lama sampai disini? Aku dengan Bara buru-buru sampai pakek baju yang ada di badan saja untung tadi pas om Kim telpon aku sudah mandi jadi tidak lama kalau tidak bisa-bisa kita di tinggal pesawat hehehe" tanya Indri.
"Baru saja turun dari mobil pas aku lihat kalian datang, Hay bro aku pikir hanya Indri yang ikut kesana ternyata sahabat setia Oliv ikut juga kesana" ujar James Bara tersenyum dan salaman dengan James.
"Mau gimana pun om Kim dan istrinya sangat baik bro, aku dan Indri datang bukan melihat Oliv tapi melihat orang tuanya, bagaimana kabar Oliv bro, apakah masih ada kabar" tanya Bara.
"Maaf bro aku tidak punya hubungan apa-apa lagi sama Oliv jadi aku tidak tahu dia dimana, sekarang aku hanya fokus dengan wanita yang aku cintai saat ini, aku tidak msu mengecewakan dia karena memikirkan manta yang tidak jelas.
"Ayuk kita cepat masuk kedalam jangan sampai kita ketinggalan pesawat" ujar Indri.
Mereka bertiga gegas masuk ke bandara dan kembali cek in, setelah cek ini mereka langsung buru-buru masuk ke pesawat karena pesat sudah mau lepas landas. Untung mereka cepat sampai kalau tidak mereka sudah ketinggalan pesawat.
Mereka bertingga ternyata satu deretan tempat duduk biasa didalam pesawat satu deretan itu ada enam kursi kiri tiga dan kanan tiga jadi merek bertiga satu deretan itu. Karena Indri cewek sehingga Indri di suruh di tengah-tengah di apit oleh kedua cowok ganteng itu.
"In kamu kan cewek jadi kamu di tengah-tengah aja, aku di sebelah kiri james di kanan" ujar Bara.
"Iya sayang kamu di tengah-tengah saya kami berdua di samping kamu" karena James keceplosan manggil sayang sama Indri membuat Indri dan Bara terkejut terutama Bara, padahal Indri belum pengen memberitahu Bara kalau dia pacaran sama James, jadi ketahuan deh.
"What....!...sayang?!....In...ada apa ini ada yang ingin kamu jelaskan kepada ku In"?
"Sejak kapan In? Kenapa kamu harus sama dia sih kamu tahu bukan dia ini calon suaminya Oliv, kamu mau Oliv mencap kamu pelakor"
"Bro maaf tolong di ralat perkataan barusan bahwa aku bukan calon suaminya tapi mantan tunangan yang sudah di buang, Indri pacaran sama aku setelah Oliv membuang ku dan pergi ke dubay untuk menyusul pria yang dia cintai, jadi atas dasar apa dia mencap calon istri ku sebagai pelakor, secepatnya aku anak melamar Indri secara resmi dan menikahinya, jadi tolong jangan bilang pacar ku seorang pelakor" tegas James.
"Iya kamu benar juga, tapi ingat, jamgan perna mrmperlakukan Indri sama seperti Oliv kakau kamu berani aku yang akan menghajar kamu." ujar Bara.
"Kamu tenang aja bro...aku bukan pria yang bodoh aku memperlakukan Oliv seperti itu karena dia berani menghina aku dan membatalkan pernikahan kami padahal kami sudah menyebarkan semua undangan siapa yang tidak malu, itu yang membuat aku nekat merusaknya padahal sudah lama sekali kami pacaran tapi aku tidak perna menyentuhnya karena aku mencintainya aku tidak sebejat itu bro" jelas James
Indri terharu mendengar perkataan James dalam hati Bara sangat prihatin dengan nasib yang di alami oleh James, tapi Bara harus pastikan cinta James ke Indri kalau seandainya Oliv tiba-tiba pulang dan minta balikan sama James apakah James kembali menerima Oliv.
"Baiklah tapi ada satu hal yang perlu aku tahu dari kamu, tolong kamu jawab jujur jangan bohong. Kalau seandainya tiba-tiba Oliv pulang dari dubay tapi dia gagal mendapatkan Devan dan mau kembali sama kamu dengan dalil dia mengandung anak kamu, jadi kalian berdua menikah biar merawat anak sama-sama karena kasian jika ayah dan ibunya pisah apa yang akan kamu lakukan? Akankah kamu meninggalkan Indri dan kembali memilih Oliv untuk sama-sama merawat anak kalian atau kamu tetap memilih Indri dan jika Indri mau kalian berdua sama-sama membesarkan anak itu."? Wah pertanyaan Bara ngenah banget di hati.
"Bro aku tahu maksud kamu, kamu pikir aku ini laki-laki bodoh hanya karena cinta aku di rendahkan, bro aku ini bukan pria yang bodoh...jadi aku masih mau menerima wanita yang tidak mau menerima aku dan tidak menghargai aku, dulu aku memang sangat mencintainya bahkan aku rela datang ke kota dimana dia ada hanya untuk mencarinya, tapi aku sebagai laki-laki punya harga diri bro...aku tidak mau memungut sampah yang sudah aku buang dan menyia-nyiakan berlian yang berkilau dan mau menerima kekuranganku.
Jadi kalau bro tanya soal itu aku jawab dengan tegas bawah aku tidak mau menjadi seorang laki-laki pecundang yang mau di peralat, aku mencintai wanita ku yang saat ini bersama ku jadi tidak ada kata lain kembali sama mantan demi anak. Kalau dia mau biar aku dan wanita ku yang merawatnya." jawab James dengan tegas.
Seperti inilah kalau seseorang sudah di hianati, susah untuk memaafkan pasti si Oliv menyesal sudah meninggalkan James demi mengejar suami orang.
__ADS_1
"Itu yang aku akui dari kamu bro aku titip Indri ya dia adik ku. Jadi jangan perna membuat dia menangis kalau tidak kamu berhadapan denganku." ujar Bara.
"Ya Tuhan makasih sudah memberikan seoran pasangan yang sangat baik dan sangat menyayangiku, semoga mas James benar-benar pengang janjinya bahwa dia tidak akan meninggalkan aku, walaupun Oliv datang dan meminta balikan sama dia tapi jika itu terjadi aku juga akan Iklas demi anak mereka." gumam Indri dalam hati.
******
Sedangkan di kota A Cinta yang baru pulang dari rumah pak Kim, merebahkan dirinya di atas ranjang setelah selesai mandi kedua orang tua Cinta sudah sampai di rumah, jadi banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan dari mereka kepada Cinta tapi Cinta belum menjawab kedua orang tuan Cinta karena Cinta sangat cape.
Sudah dari tadi Cinta pergi dan baru pulang langsung di hujani banyak pertanyaan dan orang tua. Namun Cinta sudah terbiasa begitu karena itu adalah satu cara perhatian dari kedua orang tuanya terhadap Cinta.
"Nak makan dulu baru istirahat kamu sudah sangat cape, memangnya kamu baru dari mana nak, katanya kamu juga tidak ke restoran tadi?" ujar ibu nya Cinta.
"Iya bu bentar" Cinta bagun dari tidurnya dan gegas ke meja makan, kedua orang tua dan adiknya Cinta sudah duduk di meja makan.
"Nak kamu kenapa ibu lihat kamu dari tadi seperti sedih sekali, kata pak Dadang kamu tidak datang jemput ibu karena pergi melayat, memang siapa yang meninggal nak, ibu kenal tidak"? Tanya ibunya Cinta.
Cinta memang belum cerita kepada kedua orang tuanya jika maminya Oliv meninggal. Cinta tunggu setelah selesai makan barulan Cinta menceritakan semuanya karena kedua orang tua Cinta juga sangat kenal dengan kedua orang tua Oliv. Jadi pasti mereka kaget saat tahu ibu nya Oliv meninggal
"Bu...tunggu dulu ya, Cinta cape sekali di tambah lapar bisa tidak kita selesai makan dulu baru Cinta cerita tapi sekarang makan saja dulu." Ujar Cinta.
"Tahu nih bu....kita ini mau makan bukan mau cerita, kalau mau ceritah itu di ruang tengah nanti makanan keburu dingin tidak enak" sambung ayah nya Cinta membuat Cinta dan adiknya tersenyum.
Malam ini Cinta senang karena bisa makan malam bersama orang tua dan adiknya, karena selama ini kedua orang tua dan adik Cinta diluar negeri bisnis keluarga Cinta di luar negeri sehingga adiknya ikut kulia disana, tinggal Cinta seorang diri di rumah besar itu hanya dengan dua pembantu dan satpam terus sopir.
Hampi tiga puluh menit akhirnya selesai makan juga, mereka pindah ke ruang tengah dan mulai ngobrol disana.
"Apa yang mau ibu tanyakan silahkan biar Cinta menjawab ibu. Ibu mau bahas mulai dari mana"? Tanya Cinta.
"Ibu hanya penasaran saja nak tadi kamu dari mana? Bukan dari restoran bukan?" Tanya ibunya Cinta.
"Cinta tidak pergi ke restoran bu, tadi Cinta pergi ke rumah om Kim ibu sama ayah kenal bukan om Kim orang tua nya Oliv yang sering ginap disini sama Cinta." Tanya Cinta.
"Iya dong Cin, jelas ibu dan ayah kenal lah, memangnya kenapa dengan mami nya Oliv bukannya Oliv sekarang ada di kota B ya video nya sampai viral begitu jadi anak kok tidak punya harga diri sekali"
"Nah itu bu, semenjak kejadian viralnya video Oliv tante Kim masuk rumah sakit jadi tadi sore dia meninggal, makanya Cinta kasian sama ok Kim jadi Cinta kesana untuk bantu-bantu merapikan rumah besar itu ternyata datang juga keluarga dari James manta tunangan Oliv juga datang untuk membantu, walaupun sikap Oliv jahat terhadap James dan keluarganya tapi mereka dengan tulus hati saat mendengar tante Kim meninggal mereka langsung datang.
Sedangkan Oliv tidak tahu dimana rimbahnya heran aku sama anak itu. Padahal dia sudah tahu tante Kim sakit tapi tidak ada impati sama sekali untuk pulang kesini" ujar Cinta membuat kedua orang tua Cinta terkrjut.
"Innalillahiwainnailaihirojiun ya ampun Cinta kasian sekali, terus sudah di makamkan belum"?
"Belum bu, besok katanya jam sepuluh karena harus di sholatkan dulu, Cinta benar-benar sedih bu lihat om Kim sangat terluka atas kepergian istrinya, bahkan om Kin sudah bersumpah bahwa mereka tidak perna melahirkan seorang anak yang bernama Olivia. Kata-kata om Kim menyayat hati bu jauh-jauh lah itu dari Cinta dan adik bu, senakal-nakalnya Cinta...Cinta tidak mau menjadi anak durhaka bagi ibu dan ayah, Cinta yakin tante Kim meninggal membawah luka yang di torehkan oleh Oliv" ujar Cinta membuat sang ibu dan ayahnya tersenyum sambil mengelus kepala Cinta.
__ADS_1
"Ayah percaya kalian berdua anak-anak yang baik dan berbakti kepada orang tua, jangan perna membuat kedua orang tua kalian kecewa nak itu sangat berbahaya." ujar ayahnya Cinta.