Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
55:55 Rencana Ratna Di ketahui Devan


__ADS_3

Bu ratna di seret keluar oleh boby.


"Lepasin saya bisa keluar sendiri, gak perlu di seret begini, ingat ya kamu, saya akan buat perhitungan dengan mu dan bos kamu yang sombong itu." ujar bu ratna emosi


Bu ratna bergegas pergi dengan emosi yang mengebu-gebu ia gak menyangka alin bisa berubah drastis seperti itu, pada hal dulu alim gadis yang baik dan penurut itu lah yang membuat bu ratna dan saras dengan gampang mengelabui alin.


Tunggu aja pembalasan saya nanti dasar anak tak tahu diri. Mentang-mentang sekarang dia sudah kaya raya jadi lupa sama orang yang sudah berjasa dalam hidup nya,


Sepanjang perjalanan bu ratna gak berhenti mencaci maki alin bahkan sumpah sarapah ia keluarkan untuk alin. Bu ratna pulang ke rumh dan ia akan menyusul rencana menjebak devan atau alin di acara pertunangan saras dan jhovan karena devan juga turut di undang.


Setelah sampai di rumah bu ratna langsung masuk ke dalam dan melempar tasnya di sembarang tempat.


Akrrrrrrrrr...kurang ajar kau alin berani-berani nya kamu mempermalukan saya di depan bawahan kamu. Lihat aja nanti.


Dan mulai dari hari itu bu ratna gak perna ketemu dengan alin sampai hari ini, namun bu ratna diam-diam memiliki rencana. Dan sebentar lagi tinggal hitung hari saras akan tunangan.


Semua undangan sudah di sebarkan karena tiga hari lagi acara akan berlangsung jadi sekarang bu ratna dengan saras lagi mempersiapkan diri apa lagi saras.


"Ma, apa rencana mama untuk mengagalkan pernikahan aku ma, aku gak mau nikah sama jhovan, aku mau sama devan aja, enak aja mbak alin buang jhovan dapat devan yang kaya raya." ujar saras


"Kamu tenang aja sayang mama ada rencana, nanti mama minta tolong sama om kamu kamu lupa ya yang melenyapkan laras siapa? kalau bukan om kamu,"ujar bu ratna


"Mama yakin bisa berhasil rencana mama kali ini, kenapa sih ma waktu itu mama gak berhasil bujuk mbak alin, seharusnya waktu itu mama ngajak saras ma, tapi tunggu ma, kalau nanti mbak alin kenapa-napa saraa yakin bunda nya itu gak akan tinggal diam apa lagi devan"


"Kamu tenang aja tinggal nikmati biar mama yang melakukan".


Saras dan sang mama mulai kembali sifat jahat mereka memang dasar manusia jahat dan serahka gak perna puas dengan apa yang mereka miliki. Apa mereka berdua gak takut karma .


Sedangkan di salah satu ruang bawa tanah ada seorang pria yang umur nya agak lebih muda dari bu ratna sedang di kurung, seperti di tahanan.

__ADS_1


Sedangkan tiga orang pria yang masih terlihat gagah berdiri di luar sedangan kantung plastik di tangan salah satu nya , ya itu adalah leo, devan dan dimas mereka sekarang ada di ruang bawa tanah milik keluarga devan.


Sedangkan laki-laki itu adalah adam sepupu bu ratna, sebenarnya mereka bertiga rencana interogasi adam hari ini aja setelah mereka pikir-pikir agar nanti mereka bisa bebas meneror ratna buat dia ketakutan sebelum masuk penjara.


Namun belum juga mereka buka suara HP milik adam yang mereka sita bunyi, adam langsung berdiri meminta HP tapi gak di dengar oleh ketiga orang tersebut "Mas cek siapa yang telpon" ujar devan menyuruh dimas.


Tak lama dimas menyodorkan HP nya ke devan "Mbak ratna. Mendengar itu devan mendekati adam." kamu mau selamat gak". Tanya devan dengan datar.


"Baik lah kalau kamu masih sayang nyawa kamu, cepat kamu angkat telpon nya dan kamu ikuti apa yang saya perintahkan."


"Ba baik pak". segera dimas mengangkat telpon itu.


"Ha hallo mbak".


"Hallo adam kamu dimana sih dari tadi di telpon bukannya angkat".


"Oalah dam, kali ini kamu harus bantu mbak sekali lagi mbak mohon bantu mbak ya, kalau soal pembayaran itu gampang mbak bayar kamu lebih dari waktu kecelakaan laras itu."


Bu ratna bicara berapi-api ia gak tahu kalau setelah ini hidup nya hancur.


"Maaf mbak saya gak bisa bantu mbak kali ini saya gak mau lagi mbak."


"Dam... Dam di bayar besar mala gak mau, kali ini aja ya."


"Ok baik mbak apa ".


Akhirnya mengalir begitu aja bu ratna ceritakan ide nya sama adam sedangkan ketiga laki-laki itu mendengar dengan emosi.


Apa lagi devan dengan leo rahang mereka berdua mengeras, dengan semua rencana jahat bu ratna dan saras. Setelah adam selesai bicara ia kembalikn HP ke tangan devan.

__ADS_1


Dan memperingati adam.


"Jangan cobak-cobak menyentuh calon istri saya seujung rambut pun kalau kamu gak mau mati kering disini."


"Mas kamu sudah rekam kan semua nya, simpan semua bukti ini untuk nanti".


Setelah itu mereka keluar dari ruang bawa tada karena adam juga sudah di kasih makan.


Sedangkan bu ratna gak tahu hal ia mengira bawa adam benaran masih mau membantu nya ia gak tahu kalau sekarang adam sudah di kurung.


"Sayang kamu dengar sendiri kan, om kamu masih mau membantu kamu siap-siap aja jadi mantu orang kaya sedangkan sih anak sialan itu akan segera menyusul mama nya ke neraka."


Ternyata dari tadi mereka berdua gak tahu kalau ada dua pasang mata memandang mereka dengan emosi mengebu, iya pak donal baru sampai dan ingin menuju ke kamar ternyata ia gak sengaja mendengar sedikit aja perkataan bu ratna.


"Siapa yang menyusul mama nya." tanya pak donal tiba-tiba membuat baik bu ratna mau pun saras menelan selive nya. Karena begitu terkejut


"Loh papa kok sudah pulang". Ujar mereka kompak namun terlihat gugup.


Itu yang membuat pak donal semakin curiga." siapa yang kalian maksud akan menyusul mama nya, apa kalian tuli. Pak donal kembali mengulagi kata-kata nya.


" Ehh ga gak pa, maksud mama tadi nanti mama mau duluan ke mall karena da yang mau mama beli, sedangkan saras mau pergi dengan jhovan jadi tadi mama bilang kalau saras sudah selesai urusan baru nyusul mama ke mall pa.


Astaga kenapa keceplosan gini sih mala gak tahu lagi papa sudah pulang, semoga papa percaya dengan omongan ku dan gak bertanya macam-macam.


"Apa benar seperti itu saras yang di katakan oleh mama kamu". Saras yang di tanya terkejut.


Aduh kenapa papa pake tanya aku segala lagi, mau jawab apa hmmm jawab iya aja deh. "I iya pa, benar".


"Ok baik lah tapi kalian berdua harus ingat ya, kalau berani kalian berdua macam-macam lagi saya gak akan segan menyeret kalian berdua ke sel tahanan."

__ADS_1


__ADS_2