
James, kembali kembali ke hotel setelah menyediakan semua keperluan Oliv. Walaupun james yakin Oliv tidak akan bangun secepat itu apalagi mabuk berat, makanya James pesan ke pihak hotel untuk mereka berikan barang Oliv setelah Oliv bangun.
"Kenapa aku tidak tunggu saja disitu ya, atau tidur dengannya nanti sekitar jam empat baru aku pulang, lagian dia sudah mabuk parah begitu mana sadar lagi kalau seandainya sadar terus dia menginginkan lagi, karena aku yakin pasti dia masih mengiginkan tadi dia mabuk berat aku jadi dia juga tidak tahu siapa yang melakukan itu terhadapnya."
Karena james sangat mengkuatirkan Oliv james kembali lagi ke hotel tersebut, bahkan James tidak sengan langsung boking tambah satu kamar untuk dirinya lagian hotel yang james nginap dekat juga ke hotel yang Oliv nginap sekarang. Sangking cintanya james kepada Oliv.
Ternyata benar dugaan James, saat James kembali ke kamar hotel Oliv tidur dalam kegelisaan James kembali melu**t bi**r manis Oliv membuat James kembali menahan hasratnya, Oliv masih di alam bawah sadar dan Alkohol masih bekerja sehingga mereka berdua kembali bercinta malam panas di atas ranjang.
Entah sudah berapa kali mereka melakukam tapi setiap Oliv merasakan kenikmatan Oliv selalu memanggil nama Devan, James sudah tidak peduli lagi dengan semua itu yang penting dia bersama Oliv malam itu mereka tidur sambil berpelukan.
James segaja matikan lampu kamar hotel sehingga tinggal lampu tidur menambah suasana romantis saat bercinta.
"Makasih ya sayang, kamu sudah melayani aku dengan baik semoga cepat tumbuh benih disini ya" akhirnya James tidur...tepat jam empat James sadar dari tidurnya dan langsung keluar dari kamar Oliv dan masuk kekamar yang James pesan terus kembali tidur karena James masih ngantuk.
"Cup....sampai ketemu lagi ya sayang kita pasti ketemu kok dan kita berdua selalu bercinta saat ketemu"
__ADS_1
Matahari sudah mulai menyinari bumi, semua makluk dibumi mulai kembali beraktifitas...Oliv sadar dari tidurnya, Awalnya Oliv masih malas bangun karena Oliv berpikir dia tidur di kamar hotelnya bersama dengan Indry, namun setelah kesadarnya terkumpul penuh betapa terkejutnya saat Oliv tahu dirinya tidak berbusana.
Tidak ada sehelai benangpun tertinggal di tubuhnya...Oliv menjerit didalam ruangan itu sambil memeluk badannya masih polos, dan Oliv yakin kalau tadi malam dia baru selesai bercinta dengan seseorang, Oliv yang hendak ke kamar mandi urun tiba-tiba pintu di ketuk dari luar...
Oliv menutup badannya dengan kimono yang disiapkan oleh pihak hotel. Oliv gegas membuka pintu ternyata pelayan dari pihak hotel mengantarkan makanan dan juga pakian ganti.
"Maaf nona ini sarapan dan juga ini pakian ganti yang sudah di siapkan oleh Tuan yang mengantarkan nona kesini, katanya dia sangat kuatir dengan kondisi nona...beruntung ya nona punya pasangan seperti itu sangat perhatian dan juga penyayang." Ujar Pengawai hotel itu dan langsung berlalu pergi.
Oliv hanya melongo saja dan langsung masuk kedalam kamar mandi dan menyiram tubuhnya dengan air hangat.
Setelah selesai mandi Oliv keluar dari kamar mandi dan membuka hp, ternyata sudah puluhan panggilan dari Bara dan Indry, memenuhi hpnya. Tapi yang membuat Oliv penasaran ada pesan masuk dari nomor yang Oliv tulis My Love. Oliv membulatkan matanya dengan sempurna saat membaca pesan itu awalnya Oliv menangis tapi seketika Oliv loncat-loncat di atas tenpat tidur kegirangan.
("Sayang makasih ya pelayanan kamu semalam sangat luar biasa...semoga tidak sia-sia kita berdua semalam bersama di hotel, aku harap kamu cepat hamil dan kita menikah...saat ini aku belum bisa ketemu kamu nanti kalau kamu ingin lagi wa aku ya sayang kamu sangat hebat....tapi aku pengen saat kita bercinta kamu pas mabuk biar lebih seru hahah. I..love you sayang")
(" Aku sudah siapkan pakian untuk kamu, jangan pake pakian itu lagi soalnya bauh alkohol. Jadi ganti saja pakian kamu itu setelah selesai sarapan kamu pulang ya ke hotel kamu jangan lama-lama disitu")
__ADS_1
Oliv membuka lebar mulutnya sambil menutupnya dengan kedua tangannya, tidak percaya dengan pesan yang di kirim oleh james yang di kira itu Devan hahhaa....Oliv tertipu, setelah Oliv membaca pesan itu dengan cepat Oliv langsung membalas pesan dari James.
(" Tidak perlu minta makasih...aku iklas kok melakukan apapun selagi tetap bersama kamu, dan semoga apa yang kamu bilang tadi terkabul ya tapi Oliv kangen loh sama kamu, pengen ketemu")
Karena Oliv menunggu balasan namun tidak kunjung dibalas oleh James, karena masih tidur akhirnya Oliv ganti pakiannya dan langsung sarapan...Oliv anggap percintaan dia semalam itu dengan James tidak masalah apalagi sudah perna bercinta juga jadi tidak begitu takut, apalagi Oliv berpikir kalau itu Devan.
Setelah Oliv selesai makan dan hendak menelpon Indry ternyata umur panjang ,orangnya yang telpon. Oliv dengan sumbringan mengangkat telpon dari Indry.
"Liv kamu kemana aja sih dari kemarin sampai sekarang tidak ada kabar, masih hidupkan loh Liv? jangan lo bikin panik deh Liv kalau memang lo nginap di tempat lain lo kabarin ke jangan lo diam begitu saja. Lo tahu betapa kuatirnya gua dengan Bara mencarimu, kalau lo kenapa-kenapa bagaimana? lo kebiasaan deh"
"Astaga bawel banget nih anak....tapi maaf, gua benar-benar lupa ngabarin lo berdua maaf ya, gua baik-baik aja kok sekarang gua lagi di hotel sebentar juga sudah balik kok...lo sudah pergi kerja bukankah jam segini lo sudah kebutik lo"?
"Bagaimana mau kebutik lo bikin orang stres saja gua mau kebutik juga pikiran lo tidak ada kabar....Bara saja jadi emosi dengan kelakuan lo katanya kalau lo pulang dia menjual lo ke pria hidung belang saking emosinya"
"Astaga sampai segitunya lo berdua mengkuatirkan gua ya, makasih ya tapi gua baik-baik saja jadi tidak perlu kuatir ok pergilah kebutik sebentar lagi gua pulang ke hotel kok...atau lo berdua mau gua ajak jalan kalau kalian mau gua tunggu di hotel ya."
__ADS_1
"Tidak perlu bikin kesal saja" karena Indry kesal dengan kelakuan Oliv sehingga Indry langsung matikan telponnya, membuat Oliv terkekeh melihat tingkah Indry yang ngambek...tapi Oliv tidak ambil pusing karena Oliv tahu kemarahan Indry adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap dirinya, Oliv bersyukur memilik teman yang tingkat kepedulian terhadapnya sangat tinggi.