
Kali ini Alin benar-benar murka terhadap Oliv padahal awalnya mereka bicara baik-baik, tapi dasar Oliv sudah tahu Alin lagi marah bukannya diam saja terus pergi justru bikin suasana makin ruyem dan kacau itu akibatnya keras kepala, di hajar habis-habisan oleh Alin biar tahu rasa perempuan kok murah banget.
"Kakak panggilkan satpam untuk menyeret perempuan gila ini keluar dari ruangan aku kak kalau tidak aku habisi dia disini, kamu pikir aku tidak berani menghabisi kamu, hahaha....aku berani kalau kamu yang memulainya, aku baru tahu ternyata kamu memeliki harga diri serendah ini ya.
Kamu tahu tidak kalau kamu sudah merendahkan harkat martabat perempuan, hanya karena seorang laki-laki kamu mempermalukan diri kamu sendiri. Kalau aku sih tidak masalah kalau kamu mau ambil silahkan kalau kamu sanggup mengambilnya dariku, tapi jangan coba-coba injakan kaki kamu di tempat aku karena aku satu orang kalau ada orang jahat masuk kedalam wilaya aku apalagi masuk kedalam ruang kerja pribadi aku, itu antara dua dia keluar secara baik-baik atau dia keluar tinggal nama.
Aku sangat menghargai seorang tamu yang datang berkunjung ke perusaha-an ini dan pastinya aku menyambutnya dengan sangat baik dan rasa hormat aku menjamunya akan aku perlakukan dia sebaik dan senyaman mungkin. Tapi itu khusus orang yang datang dengan secara baik dan sudah buat janji dengan aku dan sopan. Tapi kalau ada orang datang secara tidak baik dan tidak sopan begitu juga aku menyambutnya jadi sekarang kamu pilih pergi sendiri dari sini atau aku yang menyeret kamu keluar dari sini. Kamu mengacaukan waktu kerja ku saja"
"Tidak.....jangan kau harap aku pergi dari sini perempuan sinting berani sekali kamu menyiksa aku disini aku akan bilang sama Devan dan pergi meninggalkan mu, lihat saja nanti pada akhirnya Devan akan memilih aku dan meninggalkan kamu" teriak Oliv sambil menatap nyalang ke arah Alin sangking emosinya pipi Oliv sampai merah, bukan karena itu juga tapi karena sudah berulang kali di hajar sama Alin sampak bibirnya juga mengeluarkan cairan kental merah. Tapi Oliv belum kapok juga padahal Alin sudah berikan kesempatan untuk keluar justru tidak mau.
Karena teriakan Oliv itu membuat Alin marah dan mendekati Oliv dan kembali mencengkram rahang Oliv dengan sangat kuat membuat Oliv meringis kesakitan.
"Aku sudah berbaik hati ingin membiarkan kamu keluar dari sini dengan secara baik-baik karena bagaimanapun juga aku ini masih punya hati, tapi kamu justru menyia-nyiakan kesempatan itu dan kamu makin menunjukan seperti apa serendahnya dirimu. Kalau kamu mau tunggu setelah aku membuat kamu babak belur dan muka cantik kamu ini hancur dulu baru kamu keluar tidak masalah aku akan meladeni kamu, sekarang apa mau mu"
"Memangnya kalau aku bilang kamu kabulkan? Bukankah aku sudah bilang dari tadi aku memintamu untuk menjauhi Devan ******"? Teriak Oliv tersenyum sinis ke Alin
Plakkkkk.....!
__ADS_1
"Argah....bajingan...."
Plakkkkkk....!
"Bicara terus biar mulut kamu saya tanpar terus sampai gigi kamu patah semua. Mulut kamu itu harus di ajar biar tahu mengeluarkan kata-kata yang baik dan sopan bukan kata-kata kotor seperti itu, sepertinya aku sudah bosan bermain dengan mu jadi biar aku yang akan menyeret kamu keluar dari ruangku,...aku memiliki banyak uang dan calon suamiku juga punya banyak uang jadi hari ini aku masih memiliki hati nurani untuk meloloskan kamu pergi setelah kamu mengacaukan ruangan aku dan vas bunga aku. Kakak tolong buka pintu aku mau mengusir ular berbisah ini dari ruangan aku takutnya dia mengigit kita semua."
Alin dengan kasar menarik tangan Oliv yang masih terduduk dilantai dan menyeretnya keluar dari ruangannya Oliv sampai merontah-rontah tapi tarikan dan kekuatan Alin juga bisa di ajukan jempol sangat kuat.
"Perempuan Sinting lepaskan aku, kamu menyesal nanti sudah memperlakukan aku begini lihat saja nanti aku akan membalas kamu dan merebut Devan dari kamu, aku tidak akan biarkan hidup kamu tenang bersama Devan" parcuma teriakan Oliv tidak di gubris sama sekali oleh Alin justru dengan gercap Alin makin kuat menarik Oliv akhirnya sampai di pintu dan satu kali Alin mendorong Oliv keluar dari pintu membuat Oliv berteriak.
"Silahkan saja kalau kamu bisa tapi ingat satu kali aku jentikan jari hidup kamu hancur termasuk bisnis keluarga kamu, ingat pesanku baik-baik jangan sampai kamu menyesal, lebih baik sebelum semua itu terjadi kamu berhenti menganggu hidupku "
"Sabar dik bentar lagi satpam datang, atau kakak dengan Boby saja yang menyeret dia keluar dari sini" tanya Leo.
"Maaf bu, pak Leo. imIni salah saya karena tadi perempuan ini mengaku dia temannya ibu makanya saya juga percaya dan membiarkan dia masuk, ternyata dia pelakor maaf bu." Ujar pak satpam yang tadi ditemui oleh Oliv.
"Tidak masalah pak...memang dia mau ketemu dengan saya dan saya juga mau ketemu dengannya tapi sekarang sudah selesai jadi tolong seret dia kebawah dan jangan perna membiarkan dia masuk lagi kesini" akhirnya Oliv diseret oleh kedua satpam itu sambil merontah-rontah mengumpeti Alin.
__ADS_1
"Lepaskan aku pak tua aku akan membalas kalian semua jangan pengang aku"teriak Oliv.
Oliv di bawah keluar dari perusaha-an Alin dan menyeretnya dia sampai di loby membuat semua karyawan menatapnya nyalang.
"Wah....ada drama nih masih ada pelakor berkeliaran disini, berani pelakor ini mendatangi ibu bos mau mati dia,....belum tahu dia kebegisan ibu bos kalau marah jangankan orang lain adik tirinya sendiri saja di seret dari sini tanpa ampun. Sama babak belurnya lihat wajah perempuan sinting itu rambut acak-acakan bibir berdarah mampus jadi perempuan murah banget sih" ujar seorang karyawan membuat teman yang di samping melongok.
"Ha...sejak kapan bu bos menghajar adik tirinya kok aku gak tahu sih...wah pasti sangat seru deh."
"Ya jelas kamu tidak tahu lah markona...secarakan kamu baru masuk masalahnya sudah lama yang lalu kok dan dengar-dengar bu bos juga masukan ibu tiri dan adik tirinya ke penjara." jelas temannya. Membuat temannya satu terkejut
"Astaga sadis juga ya bu bos, tapi kelihatan sangat baik deh tidak seperti orang jahat atau galak."
"Memang bu bos baik kok orangnya ramah pada semua karyawan semua orang, hanya saja jika ada orang yang mau main-main dengannya bu bos tidak sengan menghajarnya, lihat lah seperti nasib sih pelakor itu babak belur tuh."
"Lagian jadi perempuan kok rendahan banget sih Tuan Devan kan calon suaminya bu bos kok bisa pula dia datang ngaku-ngaku dia calon istrinya ya jelas bu bos marahlah. Tadi aku antar berkas dan tidak sengaja mendengar teriakan perempuan itu minta bu bos untuk jauhi Tuan Devan."
"Masa sih....serius kamu" teman itu hanya mengangguk saja tanda bahwa itu benar dia tidak bohong.
__ADS_1
Kasian kamu Oliv jadi tontonan semua orang kan jadinya, seorang Alin mau di lawan akhirnya di hajarkan kamu makanya jangan macam-macam dengan Alin.