
Indri yang mendengar paksaan dari Oliv malas berdebat, bukan betarti Indri tidak bisa melawan Oliv tapi Indri masih waras jadi Indri tidak mau merusak moodnya gara-gara berantam dengan Oliv, lagian Indri juga tahu kalau Oliv sekarang lagi hamil sehingga moodnya berubah-ubah sehingga Indri lebih memilih mengalah saja, ingat mengalah! Bukan berarti kalah.
Indri melanjutkan make upnya setelah selesai Indri ganti pakiannya, karena suasana hati Indri tidak bagus sehingga Indri tidak punya selerah untuk sarapan pagi, biar sampai di kantor baru sarapan saja disana pikir Indri.
"In....lo ingat bukan untuk boking gua tiket? soalnya gua mau peacking barang-barang gua, gua tunggu lo. Kenapa nggak pesan sekarang aja sih memangnya harus banget ya musti pesan dari kantor In? gua butuh sekarang" ujar Oliv.
Karena Indri sudah tidak tahan dengan ocehan Oliv membuat Indri emosi, menurut Indri Oliv memang nggak tahu diri sama sekali.
"Liv...terserah gua deh mau pesan dimana, lagian lo PD banget bilang gua mau pesan tiket buat lo, jangan mimpi deh...tadi itu gua mau pesan tiket buat lo karena pikir gua lo mau balik ke kota A, lo memang anak nggak tahu diri banget ya, orang tua lo lagi sakit di sana karena memikirkan sikap dan tingkah laku lo yang egois itu , tapi justru apa yang lo lakuin? justru lo lakukan hal yang merugikan diri lo, ingat Liv suatu saat lo akan menyesal, lo nggak tahu cara balas budih orang tua lo sudah berikan yang terbaik buat lo sampai sekarang tapi justru apa yang lo buat mami lo sakit tapi tidak ada hati nurani untuk sekedar menghubungi mami lo menanyakan kabar, lo kayak santai banget begitu.
Ngejar pria yang sudah punya istri lo waras nggak? Seharusnya lo sebagai anak sati-satunya lo membuat sesuatu yang menyenangkan buat orang tua lo bukan bikin susa dan buat malu mereka, ingat Liv jika terjadi sesuati dengan mami lo jangankan gua mau tetap mau jadi sahabat lo hanya sekedar memaafkan lo aja gua nggak mau, karena mami dan papi lo itu sangat baik sama gua, jika lo mau pergi kedubay silahkan lo pergi tapi pakek uang lo sendiri jangan minta tolong sama gua, karena nggak ada uang lebih buat lo paham" ujar Indri
"In....Memang kita sahabat baim dari dulu tapi bukan berarti lo ikut campur urusan pribadi gua In, lebih baik lo urus hidup lo dan nggak perlu sok bijak untuk menasihati gua. Kalau lo nggak mau belikan tiket oky.....nggak masalah tapilo nggak usa ajaein gua soal menghargai orang tua gua, atau balas budi karena mereka sudah membesarkan gua dan menyekolahkan gua, karena gua rasa itu wajah mereka melakukan itu lantaran gua anaknya jadi itu sudah kewajiban mereka untuk memberikan yang terbaik untuk gua, gua mohon sama lo ya In jangan ikut campur urusan gua lagi.
__ADS_1
Gua masih punya teman baik, jadi gua bisa minta tolong untuk boking tiket buat gua, tidak perlu ngemis ama lo, mulai sekarang gua nggak mau tinggal satu hotel ama lo berdua lagi teman nggak guna, seharusnya jika jadi teman baik itu saling membatu satu sama lain bukan saling memojohkan" ujar Oliv.
"Hahaha.....makasih untuk semuanya, maaf jika gua dan Bara selalu ikut campur urusan lo pribadi lo, boleh lo pergi dari sini dan jangan perna datang kesini lagi kita bukan sahabat ataupun teman lagi, satu hal yang perlu lo ingat jangan sampai suatu saat lo menyesal karena perbuatan egois lo" ujar Indri langsung keluar dari kamar hotel dan masuk kedalam lift dan turun kebawah menujuh ke parkiran.
Bara yang melihat Indri langsung mengejar Indri namun Indri sudah terlanjur masuk kedalam mobil dan keluar dari hotel. Indri benar-benar sakit hati dengan perkataan Oliv...bikannya Indri nggak menyayangi Oliv makanya Indri berkata begitu, justru Indri menyayangi sahabatnya sehinggal Indri mau menyadarkan Oliv tapi sepertinya parcuma, Oliv justru salah paham.
Indri setelah jauh dari hotel tidak langsung ke kantor melainkan Indri menepihkan mobilnya di sebuah taman, dan menangis disitu Indri menangis karena sudah lama berhabat dengan Oliv tapi kenapa jadi begini.
Namun saat Indri yang sedang menanggis sesunguhkan ada sebuah tangan menyodorkan sebuah sapu tangan ke arah Indri, namun Indri tidak langsung menerimah sapu tangan itu, Indri mengangkat wajahnya dan terkejut melihat seorang pria yang sangat Indri kenal di hadapannya.
"Ka...kamu...kenapa ada disini"? tanya Indri
" Memang itu sangat oenting ya harua aku jawab? Ambillah dan hapis air mata kamu, untuk apa kamu membuang-buang energi kamu hanya menagisi hal tidak penting. Orang yang tidak tahu bersyukur adalah orang yang egois hanya mau mementingkan dirinya sendiri, hanya orang bodoh saja yang mau menangisi orang yang tidak tahu diri, jadi berhentilah menangis karena sebenarnya yang di bilang paling sakit itu aku, tapi aku saja bisa mengiklaskan semuanya." ujar Pria itu.
__ADS_1
Indri langsung menerimah sapu tangan itu dan menghapus air matanya, sedangkan pria itu duduk di samping Indri, tanpa ekspresi pria itu masih diam belum lanjut pembicaraannya, Indri menatap wajah pria itu sambil tersenyum.
"Ternyata ganteng juga ya, bkdohlan si Oliv sia-siain pria sebaik dan setanpan dia, padahal sudah baik sekali. Tapi dia ngapain disini ya kenapa tiba-tiba dia ada disini apa dia ada janjian sama seseorang masih pagi-pagi begini" gumam Indri dalam hati.
Karena Indri penasaran sehingga Indri mulai bertanya kenapa cowok tanpan ini ada di taman juga.
"Ngapain kamu disini masih lagi-pagi begini, ada janjian ya sama cewek" Tanya Indri Sedangkan pris itu hanya tetsenyum sarkas.
"Nggak kok aku kesini karena olaragah aja, apa kamu lupa kalau hotel aku tinggal disini setiap hari aku ruting lari disini, lihat banyak orang-orang olaraga disini. Tapi aku duduk disana tidak sengaja aku melihat seorang gadis cantik duduk sendirian disini aku pikir putus cinta ternyata hanya putus dengan sahabat egois, karena aku lihat kamu makanya aku nyamperin kesini, apa aku salah datang mendekati mu selagi kamu belum punya suami berarti masih punya semua orang.
Tapi jangan jual murah kayak sahabat kamu, aku juga bukan tipe cowok gampangan sehingga secepat itu aku ganti pasangan, walaupun aku sudah iklas tapi sekarang aku tidak percaya lagi yang namanya cinta, apalagi percaya mulut manis seorang perempuan, sekarang aku sudah malas dekati cewek karena cewek itu rata-rata munafik walaupun tidak semua cewek begitu, semoga kamu bukal tipe cewek seperti yang aku sebutkan tadi." ujar pria itu
Indri memandangi wajah pria itu dengan saksama sambil tersenyum.
__ADS_1