
Betapa terkejut nya alin dan devan bahkan semua tamu yang hadir dengan mata terbelalak, melihat seorang gadis dengan tak tahu malu nya memeluk devan dari belakang, reflek devan murka.
"Hey lepaskan atau Anda nona daras tahu akibatnya" tanya degan dengan emosi
"Saya gak bakal lepasin kalau kamu gak mau jadi suamiku". ujar saras semakin kuat pelukan nya
Devan berusaha melepaskan pelukan dari gadis itu, namun sayang kuat banget peluk nya ,sampai devan gak bisa bernapas.
"Devan jangan tinggalkan aku please aku cinta sama kamu devan, mendingan kamu tinggal mbak alin dan nikah aja sama aku, dia bukan gadis baik-baik devan." ujar saras dengan berani nya ia meminta degan tinggalkan alin.
Devan membuang muka muak mendengar suara dari saras, memang baik apa dirinya sampai menilai alin buruk
Devan berikan kode ke leo dan dimas, untuk bantu melepaskan perlukan perempuan itu, mereka sekuat kenaga melepaskan pelukan saras dari tubuh devan, sontak devan mendorong saras sampai tersungkur.
"Nona saras, tolong berlaku sopan santun ya, saya ini calon suami orang jadi jangan sembarangan menyentuh saya, paham jangan sampai tangan anda yang mulus itu saya patahkan."
Semua orang yang Menyaksikan hal itu memandang saras dengan merendahkan.
"Ciuhhhh perempuan menjijikkan" ucap sih A
Sedangkan alin hanya diam, tapi ia mendekati devan dan membersihkan bekas pelukan saras, dari tubuh devan mengunagakan air.
"Sayang maaf aku harus bersihkan jas kamu dari hama yang menempel tadi, karena aku gak mau hama itu merusak kebahagiaan kita. yuk kita jalan, mereka berbalik badan dan segera pergi, tapi saras bangkit dan mengejar lagi.
__ADS_1
Alin yang melihat itu, ia kali ini alin gak tinggal diam sekarang alin yang maju melawan saras. Alin langsung berdiri dan menghadang saras, dengan sorot mata yang tajam,
"Kamu belum puas dengan semua yang sudah kamu rampas dari saya ha, dari kebahagiaan aku, dari semua milik aku kamu ambil, tapi itu juga belum cukup bagi kamu? jadi sekarang kamu mau rampas milik ku lagi jangan harap, dulu saya selalu mengalah untuk manusia serahkan seperti kamu tapi gak untuk sekarang." ujar alin.
"Hahaha, mbak bukan kah dari dulu mbak selalu mengalah sama aku, jadi sekarang mengalah aja biar aku sama devan, karena mbak gak pantas bersanding dengan devan, hanya aku yang pantas". ujar saras bangga
Mendengar itu darah alin mendidih dan emosinya mengebuh. Ia maju mendekat dan sekarang berhadapan dengan saras tepat di depan.
"Pakkkkkkkk......tampar itu untuk dendam ku..... pakkkkkkk.......ini untuk fitnah keji yang sudah kamu dan mama kamu ciptakan, sampai aku harus terusir dari rumah terkutuk itu dan ini untuk kamu berani menyentuh milik ku....pakkkkkkkkkk".
"Saya Alin Anastasya Bratma, jangan main-main sama saya, jika anda nona saras masih sayang dengan nyawa anda. Jangan anda pikir saya gak tahu apa yang anda dan ibu anda rencanakan terhadap saya. Saya tahu anda ingin menjebak calon suami saya tapi sayangnya itu gak terjadi kalau gak saya pastikan hari ini tamat riwayat kalian berdua"
Setelah berkata demikian alin dengan kuat mendorong tubuh saras dan kembali kersungkur ke lantai , sontak jhovan yang baru saja menghampiri mereka mendekati saras dan berusaha menenangkan.
"He apa-apaan kamu berani sekali mendorong calon saya, sayang kamu gak apa-apa." teriak jhovan menbuat alin tersenyum kecut.
Seketika membuat wajah jhovan pucat pasti.
Alin berpaling dan melihat ke arah pak roy bersama istri nya, dan juga pak donal bersama istrinya yang lagi berdiri tak jauh dari mereka, seperti menyaksikan pertunjukan yang seru.
"Maafkan sikap saya tuan roy dan nyonya Anita, kalau saya lancang, sebenarnya ini bukan rasa saya tapi saya tidak suka di ganggu, tolong tuan dan nyonya jagain baik-baik calon mantu kalian, saya takut anak anda hanya di jadikan tempat pelarian oleh nona saras, karena saya rasa nona daras adalah gadis yang sangat liar sekali hahaha."
Setelah itu alin berganti menatap pak donal dan bu ratna dengan sorot mata yang tajam tapi ngejek.
__ADS_1
"Tuan donal yang terhormat saya pikir anda adalah seorang ayah yang luar biasa, jadi bisa mendidik dan membimbing anak gadis anda dengan baik, tapi sayang nya gak sesuai ekspetasi. Oh ya saya harap tuan donal cobak cari tahu apakah nona saras ini adalah anak kandung anda atau bukan, takutnya anda hanya merawat anak orang, kan kasian."
Karena bu ratna sudah takut dan tak sanggup lagi dengan perkataan alin akhirnya ia berteriak
"Diam kau anak kurang ajar berani-berani nya kamu bicara begitu, siapa yang kamu bilang anak orang lain ha." ujar bu ratna
Lantas bu ratna hendak melayangkan tamparan ke pipi alin namun dengan sigap alin menangkap tangannya dan membalikan ke belakang, dan alin mendorong bu ratna sama seperti yang di lakukan oleh saras bukkkkkk..bu ratna tersungkur di lantai di samping saras.
"Saya sudah memperingati anda nyonya ratna, jangan cobak-cobak tangan kotor anda itu menyetuh kulit saya yang bersih dan mulus ini. Karena ini mahal dan saya takut kuman." ujar alin
Dari tadi devan hanya diam, karena devan mau biarkan alin membalas kan apa yang selama ini ia pendam.
"Tuan donal maafkan calon istri saya tapi, apa yang calon saya lakukan adalah bagian dari perbuatan mereka, terhadap calon saya enam tahun lalu, tolong tuan donal ajari putry anda sopan santun" ujar degan masih sopan walaupun dalam hati nya emosi
Alin membalikan badan dan memberikan kode untuk yang lain sedangkan alin dan degan bergandengan tangan dan keluar dari gedung.
Akhirnya mereka benar-benar pergi dari gedung acara, tanpa hambatan apa pun, sedangkan para tamu undangan yang hadir tercengang dengan semua kenyataan tentang kehidupan keluarga pak donal.
"Astaga, saya gak yangka loh jeng kalau jeng ratna dengan anak nya sama aja" ujar sih A
"Iya saya juga gak nyangka" jawab sih B
Sedangkan acara malam ini disiarkan langsung di acara tv jadi semua orang sudah menontonnya, tahu kan mulut netizen lebih tajam dari silet. Hujatan demi hujatan sudah terlontar.
__ADS_1
Itu yang membuat baik pak donal dan pak roy gak punya muka dan bahkan perusahaan mereka terancam colaps.
setelah kepergian devan dan rombongan nya, pak Donal menatap istri dan putra nya dengan tajam, padahal mereka masih terduduk di lantai, tapi gak ada inisiatif untuk menolong mereka, mala pak Donal bergegas pergi.