
Oliv bicara baik-baik dengan Bara dan Indri tapi mereka berdua justru masih bergeming, Indri masih diam belum membalas perkataan Oliv sehingga Oliv kembali menambah perkataannya. Ternyata Oliv paling takut kalau orang tuanya mengetahui perbuatannya di kota B, Oliv takut kalau sampai Indri dan Bara ngaduh perbuatannya ke orang tua nya bisa-bisa uang bulannya di hentikam dan semua fasilitas di ambil kembali.
"In tolong maafin gua ya, memang gua salah karena waktu gua nginap di hotel gua banyak minum jadi gua ketiduran, begitu juga hp gua ternyata nggak ada batrei sehingga pada saat lo berdua hubungi gua hp nggak aktif maafin gua ya. Gua janji ama lo berdua gua nggak bakalan lakuin hal ini lagi tapi gua mohon jangan beritahu mami gua ya In, Bar. Lo berdua pasti tahu kan sifat mami papi gua mami gua emang lebut tapi sekali marah hancur semua bisa-bisa semua fasilitas gua di tarik semua."
Oliv sampai memohon kepada Bara dan Indry agar tidak melaporkan perbuatannya kepada orang tuanya, apalagi sekarang Oliv belum tahu benaran hamil atau tidak, tapi Oliv yakin sekarang Oliv lagi mengandung anak Devan.
"Lo tahu takut juga? gua pikir lo nggak perna takut sama siapa pun Liv, asal lo tahu aja gua nggak perna ngelarang lo untuk pergi itu hak lo lagian lo udah dewasa Liv bukan anak kecil lagi jadi harus di kontrol terus dan di jaga, lo uda nggak butuh itu lagi lo udah bisa bedain mana yang baik dan mana yang buruk, lo juga bisa menjaga diri lo Liv ingat harga diri seorang anak gadis itu penting dan sangat berharga.
Lo mau pergi kemana nggak masalah asal lo kabaran kita berdua agar kita tahu lo masih hidup atau nggak, kalau terjadi apa-apa sama lo di luaran sana terus gua sama Bara nggak tahu bagaimana? sedangkan orang tua lo sudah menitipkan lo ke kita berdua mikir Liv, kalau ada apa-apa ama diri lo papi mami lo pasti kecewa ama gua dan Bara yang nggak bisa menjagain lo padahal lo aja yang nggak bisa di bilang, gua nggak butuh janji Liv tapi gua butuh bukti karena ini bukan pertama kalinya lo lakuin hal ini udah sering setiap kali lo kesini"
"Iya gua janji In, gua nggak ulangi lagi maafin gua ya Bar gua uda buat lo berdua kecewa. Gua akan buktikan ke lo berdua kalau gua benar-benar berubah" Ujar Oliv namun tiba-tiba pandangan mereka teralihkan saat seorang kurir datang mengantarkan pesanan atas nama Olivia.
"Pesanan atas nama nona Olivia" ujar seorang kurir.
Satpam yang di bawah menyuruh kurir naik ke atas untuk mengantarkan pesanan Oliv tapi kali ini jantung Oliv berdengup kencang dan Oliv semakin gelagapan, tadi Oliv tidak takut hamil tapi justru sekarang ketakutan menghantuainya setelah mendengar semua perkataan Indri dan Bara, Oliv jadi takut memberitahu Indri kalau dia lagi hamil takutnya Indri marah dan melaporkan ke mami nya.
__ADS_1
"Lo pesan apa Liv? Kok kurir datang kesini, lo pesan makanan? untuk apa lo pesan makanan lagi kan gua udah bawah banyak makanan tuh untuk lo. Lagian makanan kok pakek kantong kresek bengitu Liv lo udah turun level ya" sindir Indri.
"Aduh bagaimana ini, kenapa kurir lelet banget sih pakek acara datang telat lagi, keburu Indri dan Bara balik, bagaimana caranya ya biar nggak ketahuan kenapa apes banget sih hidup gua, pokoknya gua harus cari cara untuk tidak ketahuan, nanti kalau Indri sudah tenang baru gus beritahu dia yang penting aku harus pastikan kalau aku benaran hamil" gumam Oliv dalam hati.
"Nona Oliv ini pesanannya" ujar kurir sambil menyerahkan sebuah kantong kresek ke tangan Oliv sehingga mengundang kecurigaan Indri, karena belum ada sejarah Oliv belanja pakek kantong kresek, style Oliv kan tinggi jadi selama ini Oliv tidak suka belanja sesuatu pakek kantong kresek berwarna hitam lagi, Oliv langsung mengambil dari tangan kurir takutnya Indri yang menerimannya.
Setelah Oliv menerimah langsung menyuruh kurir itu pergi, takutnya Indri bertanya macam-macam sama mas kurir.
"Mas makasih ya, pergilah barangnya sudah saya terimah masih tunggu apa lagi" ujar Oliv dan mas kurir langsung pergi.
"Liv nggak perlu gitu juga kali sama kurir, sebenarnya apa yang lo sembunyiin dari gua Liv sampai lo kayak ketakutan lihat gua ada disini deh" tanya Indri.
Indri malas menangapi perkataan Oliv langsung gegas masuk kedalam kamar, tapi Indri semakin curiga saat Oliv masuk kedalam kamar dan justru menyembunyikan kantong kresek yang di bawah oleh kurir. Diam-diam Indri perhatikan dimana Oliv menyembunyikan barang yang barusan di beli oleh Oliv.
"Kira-kira Oliv beli apaan ya kok kayak orang ketakutan gitu karena ketahuan, aku harus cari tahu katanya dia beli obat karena sakit baiklah sebentar aku pura-pura sakit dan minta obatnya kalau dia alasan ini itu berarti fiks dia bohong." gimam Indri.
__ADS_1
Indri langsung membersihkan wajahnya dari make up dan pura-pura tidur untuk mengelabui Oliv, karena sebelum balik ke hotel Indri sudah mandi jadi masih bersih, setelah selesai bersihkan wajah Indri langsung keluar dari kamar mandi dengan wajah yang di tekut.
"Liv, tadi lo beli obat apa ya? Boleh minta"? Ujar Indri.
"Uh....uhmmm....I, iya In...gua beli obat sakit kepala tadi memangnya lo minta buat apa" tanya Oliv gugup kelihatan sekali Oliv bohong.
"Nah kebetulan banget gua juga sakit kepala minta satu dong boleh nggak? Satu aja kok nggak perlu banyak takut over dosis nanti kalau gua kebayakan minum obat." ujar Indri sengaja terbahak biar Oliv menanggapinya dengan bercanda jangan tengang.
"Maaf In tadi gua beli secukupnya saja jadi nggak bisa buat lo, gua beli lagi bahaimana tadi gua uda minum saat lo ke kamar mandi jadi udah habis."
Fiks Oliv sudah berbohong, Indri tidak ingin memperpanjang masalah sehingga langsung tidur, setelah Oliv melihat Indri sudah tidur diam-dism Oliv masuk kedalam kamar mandi dan langsung tespek, Oliv tidak ingin menunggu lama lagi karena Oliv juga penasaran dengan hasilnya.
Tanpa Oliv sadari Diam-diam Indri berusaha untuk intip dan mencuri kedengaran dari luar, betapa terkejutnya Indri saat mendengar teriakan dari dalam kamar mandi, Oliv yang baru selesai tespek terkejut hingga berteriak karena hasilnya mengatakan bahwa Oliv positif hamil.
"Argh.....! Positif...! Berarti benaran aku hamil anak Devan yes....aku berhasil masuk ke dalam keluarga Davin tanpa harus bersusa payah menyingkirkan perempuan itu, baiklah aku akan membuat kejutan untuk Devan nanti malam tunggu kedatanganku Devan istri dan bayi kamu datang. Dan selamat atas penderitaan mu perempuan Sinting jangan harap aku membiarkan kamu bersanding dengan suami yang sudah berulang kali bercinta denganku sampai aku mengandung, ya ampun bahagianya."
__ADS_1
Berbedah dengan Oliv yang sangat bahagia karena yakin akan di terimah di keluarga Devan. Sedangkan Indri yang mendengar semua perkataan Oliv tubuhnya sampai gemetaran dan tangannya mengepal hendak mencekik Oliv, tapi Indri kembali menetralkan pikirannya dan tidak mau Oliv tahu kalau Indri sudah mendengar semuanya sehingga Indri dengan secara perlahan naik ke atas ranjang dan tidur kembali.
"Hamil.....astaga jadi Oliv hamil anak siapa? Apa benar seperti yang dia katakan kalau anak yang di kandung Olib adalah anak Devan, tapi kok aku sama sekali tidak yakin karena Tuan muda Devan hari ini melangsungkan pernikahan dengan wanija pujaan hatinya jadi mana mungkin itu anal Tuan muda, sunggu di luar nalar" Gumam Indri.