
Alin mengambil kembali semua harta yang di tinggalkan oleh sang ibu dari emas, berlian dan semua sertifikat sehingga Alin rencana mengambil semua dan menyimpannya ke brangkasnya.
Setelah Alin selesai memeriksa kamarnya pak Donal Alin gegas ke kamar Saras karena Alin yakin Saras juga pasti punya berlian yang di belikan oleh bu Ratna.
"Bik, ada kunci kamar yang disana tidak bik, Alin mau masuk kedalam bik." Tanya Alin.
"Ada non, ini kuncinya" bibi berikan kunci kamar Saras kepada Alin sehinga Alin gegas menuju kekamar Saras, ternyata kamar Saras sangat rapih karena selain tidak di tempati bibik juga setiap hari bersihkan biar tidak berdebuh.
Crekkkk.!
"Bersih bangat ya bik kamarnya, setiap hari bibi bersihkan ya kamar ini"?
"Iya non, biar tidak berdebuh tapi bibi tidak perna buka lemari non Saras bibi tidak berani non" ujar bibi.
"Alin dan Yora masuk kedalam dan juga bibi sedangkan Leo dan Devan di luar saja menunggu kedua calon mereka yang lagi mengeledah kamar Saras.
Alin membuka laci meja dan menemukan hp Saras dan beberapa foto yang sudah di cetak oleh Saras, lagi berpelukan mesra dengan jhovan di sebuah hotel.
Alin kembali membuka laci yang lain dan mendapati obat kalau Alin perhatikan seperti obat berguna untuk mengugurkan kandungan dengan beberapa tespek.
"Loh..inikan obat resep dokter untuk mengugurkan kandungan? atas nama nyonya Saras dan ini tespek hasilnya positif jadi sih Saras hamil? astaga jangan-jangan sampai sekarang dia masih hamil didalam penjara, dan melahirkan juga nanti di penjara berarti ini anak sih pria brangset itu yang tidak mau bertanggung jawab"
__ADS_1
Alin hanya gelengkan kepala tidak menyangkah kalau ternyata Saras hamil, yang paling parahnya lagi sudah hamil di penjara dan melahirkan di penjara ayah dari anak itu justru tidak mau bertanggung jawab. Apes banget hidup Saras, Alin hanya tersenyum miring itulah karma akibat dari perbuatan mereka sendiri.
Alin mengeledah semua isi kamar Saras jadi Alin dapat banyak berlian harga fantastis, ternyata bu Ratna tidak tanggung-tanggung beli berlian untuk Saras dengan harga ratusan juga, Alin juga menemukan atm Saras tapi Alin yakin semua atm itu tidak ada isinya lagi karena sudah di blokir semua oleh pihak bank, hanya saja saat Alin membongkar pakian Saras, Alin menemuka sebuah amplop coklat, saat Alin buka ternyata di dalam ada uang jumlah yang lumayan banyak.
"Ini apa ya isinya mbak tolong buka amplop itu deh apa isinya kok tebal banget biar Alin periksa semua ini"
"Lin ini isinya uang loh dalam jumlah banyak, tapi uang dari mana ini Lin?" tanya Yora karena tadi Alin menyuruh Yora untuk periksa amplop itu.
"Entahlah mbak biarkan saja uang itu disitu biar Alin pake untuk banyar tukang kebun dan keperluan di rumah ini banyak yang harus di kerjakan disini. Bik ini untuk bibi karena selama ini bibi sudah menjaga papa Donal."
Bibi sangat terkejut melihat kalung yang harga lumayan mahal di berikan dengan cuma-cuma oleh Alin, membut bibi menutup mulutnya dengam kedua tangannya.
"Ini serius buat bibi non"? Bibi kembali bertanya takut salah.
"Baik non makasih banyak kalungnya cantik sekali non. Memang boleh ya non bibi ambil baju yang ada bibi takut Tuan marah " tanya Bibi.
"Ambil saja bik nanti Alin yang akan bicara sama papa" Sekarang Alin sudah membongkar semua jadi banyak sekali barang yang dimiliki oleh Saras.
Semua barang berharga Saras dibawah semua oleh Alin, leptop dan berlian semua, setelah sudah puas Alin membongkar akhirnya selesai juga. Alin bersiap mau pulang ke apertemen karena Alin merasa sangat lelah.
"Mbak yok, kita pulang sudah selesai biar aku bawah pulang ini semua tidak perlu simpan disini, memang disini juga aman hanya saja aku takut nanti kedua manusia itu keluar mereka kembali kesini, sebenarnya masih lama juga sih tapi ya sudah papa Donal sudah menyuruh kesi i jadi aku pikir sekalian saja."
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu yuk, kita turun kebawah"
Akhirnya Alin dan Yora terus bibi keluar dari kamar, setelah kembali di bereskan oleh Alin mereka turun kebawah karena sudah malam juga jadi mereka mua pulang.
"Bik ini uang untuk ongkos bibi ke rumah sakit ya dan bibi masak yang enak untuk papa Donal kami pulang dulu ya bik, nanti Alin akan kesini lagi untuk mengecek rumah, karena mulai sekarang semua aset ini milik Alin termasuk rumah in ibibi"
"Makasih banyak ya non Den sudah kesini jangan lupa sering-sering kesini ya non "
Setelah bicara panjang lebar akhirnya Alin, Devan dan yang lain pamit pulang, Alin langsung nasuk kedalam mobil dan disusul oleh Devan.
Karena Devan tahu Alin sangat lelah jadi Devan tidak banyak tanya, Devan hanya menunggu Alin sendiri yang duluan bicara baru Devan sambung.
"Maaf, ya mas. Tadi Alin lama sekali di kamar Saras sampai menunggu lama dibawah, Alin hanya penasaran saja barang apa saja yang Saras miliki ternyata banyak sekali barangnya, bahkan ada uang segepok didalam amplop entahlah uang itu dari mana yang penting semua barang berharganya Alin sudah mengambil semua. Lagian rumah itu juga sudah jadi milik Alin hanya saja selagi papa Donal masih ada biar papa Donal yang menempati rumah itu."
"Kenapa harus minta maaf sayang, mas berkewajiban untuk menemani kamu sayang dimanapun kamu berada, lagian tadi mas sama kakak Leo, Boby terus Dimas lagi asyik mgobrol jadi tidak terasa juga, memangnya sayang dapat apa saja di kamar Saras"
"Alin tadi dapat obat untuk mengugurkan kandungan dan tespek hasilnya positif, filingku sekarang Saras masih mengandung anaknya, itu berarti bisa jadi anak itu juga lahir di penjara."
"Anaknya siapa ya sayang" tanya Devan.
"Siapa lagi sayang kalau bukan Jhovan kan dulu sebelum tunangan saja mereka berdua main di hotel, terus sampai videonya yang Alin berikan kejutan untuk mereka berdua pas hari tunangan mereka, tapi sayangnya pria brengset itu tidak mau tanggung jawab"
__ADS_1
Alin dan Devan membahas mengenai kehidupan Saras didalam penjara kalau lagi hamil dan bahkan kalau sudah punya anak kasian