
Setelah Oliv selesai telpon maminya dia meletakan hpnya di atas nakas dan tidur karena Oliv sendirian di kamar jadi cepat sekali ngantuknya. Entah kenapa akhir-akhir ini Oliv sering ngantuk.
"Perasaan baru bangun tidur tadi langsung kesini deh kenapa ngantuk terus bawaanku ya, dan kenapa tiba-tiba aku merindukan sih pria brangset itu sih dia yang sudah menghancurkan hidupku, untung Devan tidak menyadari kalau aku sudah tidak virgin lagi kalau tidak aku bisa di tinggalkan sama Devan, tapi kenapa sekarang bukan Devan yang aku rindukan melainkan dia. Lebih baik aku tidur deh biar aku tidak bosan di kamar terus nanti kalau sore Bara dengan Indry pulang aku ajak mereka jalan suapaya mereka tidak marah sama aku." gumam Oliv dalam hati
Akhirnya Oliv tidur dan sekitar jam lima sore Oliv bangun, karena sebentar lagi Bara dan Indry pulang pikir Oliv, Oliv langsung bangun dan mandi agar saat Indry dan bara pulang Oliv sudah mandi berdih dan menunggu mereka berdua selesai bersihkan diri mereka langsung pergi jalan-jalan.
"Hummm lebih baik aku mandi saja sambil menunggu mereka berdus pulang nanti kalau mereka pulang aku belum mandi justru mereka malam jalan lagi. Apalagi mereka masoh marah sama aku jadi harus bujuk mereka"
Oliv langsung menganbil kimono yang bertenger di centolan dan langsung masuk kedalam kamar mandi dan merendamkan tubuhnya kedalam bathtub, untuk menyergarkan badannya dengan membiarkan air menusuk kedalam pori-pori aroma sabun menyegarkan jiwa sehingga Oliv kembali menutup matanya bukan karena tidur tapi hanya menyegarkan pikirannya.
"Segar banget rasanya tubuh ini, dari tadi pagi aku bangun pengal sekali rasanya ingin aku merendam sampai besok disini kalau aku tidak takut masuk angin
Hampir satu jam Oliv keluar dari kamar mandi dan duduk di depan meja rias, tapi Bara dan Indry tidak kunjung pulang padahal sudah jam enam, tidak bisanya kedua sahabatnya itu pulang jam segini pikir Oliv, Oliv kembali menelpon mereka berdua tapi masih sama tidak ada yang aktif. Hal itu membuat Oliv mulai resah kenapa mereka belum pulang.
"Tumben jam segini In dan Bara belum pulang ya biasanya jam lima sudah pulang kira-kira mereka kemana ya, aku jadi kepikiran dengan mereka berdua, tapi tunggu saja dulu mungkin macet jadi masih di jalan." gumam Oliv dalam hati.
Oliv kembali menyimpan hpnya dan mengolesi wajahnya dengan cream untuk melembutkan kulitnya, dan mengolesi sedikit make up di wajahnya. Setelah selesai Oliv bangkit dari duduknya dan membuat minum lebih baik menunggu mereka sambil minum biar tidak bosan.
__ADS_1
Setelah selesai buat minum Oliv keluar dari kamar sambil membawah minum yang Oliv buat sambil duduk di balkon untuk menunggu kedua sahabatnya pulang, karena kalau Oliv menunggu di balkon Oliv bisa tahu kalau mereka pulang.
"Duduk disini aja deh sambil nungguin mereka lebih baik minun agar tidak membosankan tapi kok aku heran tumben jam segini mereka belum pulang, padahal biasanya jam lima paling lewat sedikit saja mereka sampai di hotel kemana mereka ya? bagaimana aku bisa tahu mereka dimana kalau nomor hp mereka saja tidak aktif.
Oliv kembali menunggu sampai jam delapan tapi tidak ada satupun yang pulang akhirnya Oliv masuk kembali kedalam kamar dan langsung tidur karena kembali ngantuk.
"Lebih baik aku tidur aja deh mungkin mereka ada keperluan makanya belum pulang, In kan punya kartu jadi bisa masuk lagian kalau tidak punya kartu tinggal minta di petugas hotel aja."
Akhirnya Oliv membaringkan tubuhbya di atas ranjang dan tidak lama kemudian kembali tertidur.
*****
"Ayah Jhovan ke dapur ya untuk melihat chef yang lagi masak, karena nanti Jhovan mau belajar masak juga yah, biar kalau di rumah makan bukan hanya chef yang masak tapi Jbovan juga bisa kalau orang yang punya rumah makan itu memsng harus pintar masak juga ayah hehehe" ujar Jhovan antusias, sekarang Jhovan justru tidak ingin menganggu Alin lagi Jhovan mau fokus mencari uang saja biar kalau sudah sukses bisnisnya Jhovan rencana membangun kembali perusahaan ayahnya yang shdah bangkrut.
"Ya sudah nak kalau memang kamu mau ke dapur ya tidak masalah, ayah justru sangat sensng melihat kamu semangat begini nak sana cek semua yang ada di dapur apa yang masih kurang tanya sama kepala chef biar bisa belanja nanti." ujar pak Roi menyuruh Jhovan ke dapur.
"Siap laksanakan ayah, semoga Jhovan cepat pintar bisa masak makanan yang enak" ujar Jhovan semangat sedangkan pak Roi yang melihat putranya semangat tersenyum.
__ADS_1
Jhovan langsung masuk kedapur dan melihat-lihat apa yang dimasak saat ini.
"Selamat siang pak Jhovan ada yang bisa saya bantu."? Tanya seorang pelayan.
"Eh..tidak ada mas saya hanya lihat-lihat saja chef lagi masak. Saya mau belajar siapa tahu saya bisa pintar kayak chef juga hehehe" Ujar Jhovan sopan.
"Pak Jhovan pasti bisa kalau mau belajar segala sesuati itu harus dengan belajar pak" ujar karyawan yang sudah mengenal Jhovan.
Semua karyawan wanita terpanah dengan ketampanan Jhovan, namun Jhovan terlihat biasa saja.
"Tanpan sekali ya putranya pak Roi pernah lihat di tv waktu kejadian pertunangannya dengan pacarnya tapi pada akhirnya mereka tidak jadi menikah , baru kali ini aku lihat ternyata aslinya sangat tanpan sekali" ujar seorang karyawan restoran.
"Iya memang tanpan dan tapi aku perna ketemu dengannya, ini kedua kalinya tapi sekarang kelihatan sekali banyak perubahan dalam diri pak Jhovan sekarang pak Jhovan mau masuk ke dapur untuk memeriksa keperluan dapur, kalau dulu pas datang jangankan kedapur hanya sekedar periksa yang lain saja tidak mau."
"Oh ya? Sudah lama datangnya kesini kok aku baru lihat ya, atau waktu pak Jhovan datang aku belum masuk kerja"?
"Iya kamu belum mesuk kerja, kamu baru disini kan sudah lama pak Jhovan tidak kesini"
__ADS_1
Banyak karyawan ingin mendekati Jhovan karena selain tanpan Jhovan juga katanya banyak perubahan, itu yang membuat karyawan sangat senang dan ingin mendekatinya.
"Humm coba saja aku jadi istrinya pak Jhovan mungkin kami berdua bisa sama-sama saling membantu untuk buka rumah makan, karena impianku untuk menjadi orang sukses dan mempunyai rumah makan sendiri, semoga terkabul ya Tuhan" ujar seorang gadis cantik yang berdiri tidak jauh dari tempat Jhovsn berdiri namun Jhovan tidak tahu kalau ada yang memperhatikannya.