
Saras, benar-banar gak terimah kalau calon devan adalah alin, sekarang senyum licik keluar dari bibirnya entah apa yang direncanakan tapi dari tadi Dimas yang berdiri tak jauh dari situ memperhatikan gerak-gerik saras, apa lagi acara masih berlanjut jadi dimas takut kalau saras gak bisa mengendalikan diri dan mengacaukan semuanya.
Namun berbedah lagi dengan leo orang kepercayaan pak donal yang melihat kebahagiaan alin leo memunculkan senyum kebahagiaan terpancar di wajahnya
" Nona biarpun aku menyaksikan dari kejauhan, tapi aku turut bahagia melihat nona bahagia malam ini, aku pikir mungkin selamanya aku gak melihat nona lagi tapi ternyata, malam ini aku menyaksikan kebahagiaan mu nona, aku selalu berdoa kepada Allah agar nona salalu di lindungi". Ujar leo
Kali ini baik saras, bu ratna dan keluarga jhovan mereka gak berkedip memandang alin, yang sekarang berdiri angun dengan devan dan kedua orang tua devan, di tambah lagi bu Neska juga maju kedepan dan memberikan sedikit sambutan.
Bu Neska berdiri di podium, dan menyampai sedikit kata sambutan.
Selamat malam para tamu undangan yang terhormat, perkenalkan nama saya Aneska Amanda Bratma, pemilik perusahaan Bratma, yang sekarang sudah di ambil alih oleh anak gadis saya Alina Anastasya Bratma.
malam ini saya selaku ibu dari alin, sangat mengucap syukur karena anak saya sudah menemukan laki-laki yang sangat mencintainya, dan disini saya tekankan kalau alin ini adalah anak angkat saya.
Yang dimana orang tuan kandungnya sudah mengusir dan membuangnya dari rumahnya sendiri atas fitna dan keji yang bukan anak saya lakukan.
Dan saya tidak akan segan meleyapkan orang itu, jika dia masih berani mengusik anak saya, jadi sekarang saya tekankan alin sudah gak punya orang tua kandung lagi mereka semua sudah mati, jadi sekarang saya ibu nya alin yang akan menyanyangi nya.
Saya gak mau kedepanya saya mendengar kalau ada yang mengakui kalau alin anaknya, kalau nanti ada manusia seperti itu, patut perlu di pertanyaan.
Setelah ibu Neska selesai bicara ia melangkah maju dan memeluk alin dengan penuh sayang bengitu juga dengan bu Asta mereka bertiga berpelukan di depan, tak kuasa mereka menahan tangis bahagia mereka itu juga yang membuat tamu undangan menitikan air mata.
"Mulia sekali ya hati seorang Jeng Neska, ia sangat menyayangi anak angkat, dan juga tuh jeng Asta bengitu sayang sama calon mantunya."
"Ya ampun terharu bangat aku lihat kasih sayang mereka, kok bisa ya orang tua macam apa itu ya mengusir anaknya".
"Siapa orang tua kandung alin ya, kok bisa orang tua macam apa itu ya."
__ADS_1
"Alin kamu anak yang kuat aku salut sama kamu, untuk kamu sudah punya tunangan kalau gak aku juga mau kamu jadi mantuku."
Seperti ini lah bisik-bisik yang ada didalan ruangan. Sedangkan wajah pak donal sudah pucat pasih apa lagi mendegar umpetan demin umpetan dari tamu-tamu yang hadir.
Seandainya para tamu undangan tahu kalau pak Donal lah yang mengusir alin dari rumahnya karena fitnah istri dan anaknya. mungkin pak Donal sekeluarga gak bakal lepas dari amukan.
Apa lagi bu ratna dengan saras jantung mereka sudah gak nyaman dengan ancaman dari bu Neska. Begitu juga dengan keluarga jhovan, mereka gak kalah terkejut.
"Pa kenapa mama jadi nyesal ya waktu itu menolak perjodohan dengan alin, cobak waktu itu mama dengarin papa mungkin, sekarang alin sudah jadi mantu kita". Ujar bu anita. Namun seperti biasa sang suami cuek bebek.
"Mama sih waktu itu bersih keras mau jodohin jhovan dengan saras, sekarang nyesal kan. Ujar jhovan.
"Loh kok kamu mala salahin mama, bukannya kamu juga waktu itu mau, kenapa sekarang kamu mala nyalahin mama sih. "ujar Anita tak terima di salaihin.
Sekarang devan dengan alin beserta kedua orang tua nya dan juga bu Neska sekarang mereka melangkah menuju ke para tamu undangan untuk sekedar menyapa.
Setiap orang yang sudah di salamin sama alin tapi alin gak sedikit pun melirik ke keluarganya dan juga keluarga jhovan, hal itu yang membuat pal donal sakit hati karena pikirnya anaknya sendiri gak mau menyalaminya.
He pak donal harus tahu diri kamu yang mengusir alin dari rumah, kenapa sekarang mala sakit hati sih.
" Jeng Asta selamat ya atas pertunangan putra jeng, calonnya cantik bangat".
"Makasih loh jeng sudah hadir".
Ucapan selamat membanjiri ruangan, yora devan dan alin dari tadi sudah minum minum yang tersedia karena dari tadi mereka sudah haus tiba-tiba pak Donal, saras dan bu ratna menghampiri mereka,
Daras yang bar bar langsung mendekati devan, "Selamat malam tuan devan, salam kenal saya saras putri dari tuan Donal Adibrata", Saras antu sias menyodorkan tangannya namun tak di tangapi oleh devan.
__ADS_1
"Iya makasih sudah datang, tapi maaf aku gak bisa menyetu tangan kotor". jawaban devan membuat saras kecewa karena uluran tangannya gak disambut.".
sedangkan pak Donal yang berdiri di samping istrinya selalu memperhatikan alin. Selamat ya nak devan atas tunangan kamu, calon istri kamu sangat cantik".pujian dari pak Donal.
"Makasih banyak tuan Donal, atas pujian untuk calon istriku, tapi saya heran orang tua macam apa ya, yang berani membuang berlian semahal ini hanya untuk membela ular berbisa". ucapan devan membuat baik pak donal maupun bu ratna terkejut.
"Apa maksud mi nak devan berkata seperti itu." tanya pak donal
"Gak ada maksud apa-apa tuan Donal,".
pak Donal mengalihkan pandangan ke alin dan berkata: " selamat ya nak alin atas pertunangan kalian." sebenarnya pak Donal harap alin mau berbicara dengan nya namun alin hanya acuh tapi tetap menjawab ucapan pak Donal.
"Makasih tuan Donal".
"Mbak alin kita kan keluarga kenapa Mbak alin gak memperkenalkan kami sih ke keluarga besar calon suami Mbak." tiba -tiba daras nimbrung.
"Oh ya, sejak kapan kalian jadi keluarga calon istri saya, kok saya baru tahu ya, bukannya orang tua calon istri saya sudah meninggal." tanya devan
"Eh nak devan, maaf bukannya tante mau ikut campur tapi yang di katakan anak saya saras itu benar kalau saya, ibu tirinya alin dan suami saya papa kandung alin." penuturan bu ratna membuat alin mau munta.
Cuih keluarga gak punya malu. muka tembok semua. namun pak Donal dari tadi hanya diam aja.
"Kalau memang seperti itu, kenapa alin gak sama kalian terus selama ini kalian Dimana ya." karena alin melihat devan sudah mulai emosi akhirnya alin angkat bicara.
" Maaf tante dan kamu siapa namanya? aku hanya mau bilang kalau keluargaku baik mama baik papa sudah meninggal enam tahun yang lalu jadi aku gak punya keluarga sama sekali." ayo sayang kita pergi temua mama sama papa dan bunda. mereka pasti nungguin kita.
Baru juga melangkah saras mencegah alin dan dengan sengaja ia menyentuh tangan davin tapi dengan cepat alin menepis tangan saras, "Kamu itu sebagai perempuan punya harga diri sedikit jangan mau jadi ketempuhan mura**an.
__ADS_1