Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
107


__ADS_3

Setelah kepergian Bara, Oliv langsung masuk kembali ke dalam kamar dan kembali bersiap. Sedangkan Indry masih menikmati tidur dengan pulas diatas tempat tidur. Setelah Jam enam baru Oliv membangunkan Indry untuk mandi, akhirnya Indry bangun dari tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi sedangkan Bara, sudah bersiap untuk sebentar lagi mau berangkat.


Setelah selesai Oliv bersiap, tidak lama kemudian Indry keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di meja rias dan mengolesi wajahnya dengan make up tipis, setelah selesai Indri ganti pakian dan akhirnya mereka siap bersiap berangkat.


"Mana Bara, Liv. Dia sudah pulang belom"? Tanya Indry


"Udah tuh pulang dari tadi dia sudah selesai bersiap sepertinya deh. Coba panggil dia dulu siapa tahu anak itu tidur lagi" ujar Oliv


"Iya benar juga tunggu aku panggil dulu dia"


Indry gegas menuju ke kamar Bara dan mengetuk pintu kamar Bara untuk mengajak pergi, karena sudah setegah tujuh.


tok tok tok!


Bar...sudah selesai belum biar kita berangkat, jangan sampai lo sudah tidur lagi deh."


Krekkkkk!


"Apa'an sih siapa yang mau tidur markona bukannya elu yang tidur tadi"


Akhirnya Bara keluar dari kamarnya dengan penampilan yang waow.. Kaos putih, celana jeans ditambah lagi topi dan jaket kulit menambah karismas Bara, penampilan Bara malam ini sangat keren.


Indry yang berdiri di depan pintu melongo melihat penampilan bara, matanya tidak berkedip membuat Bara senyum simpul.


"Woy...awas masuk lalat tuh kemulutmu, lihat apa sih sampai melongo begitu, gua tahu kalau gua emang sangat tanpan makanya lo tidak bisa berkedipkan."

__ADS_1


"Prettt gak usa kege'eran deh lo, sok ganteng yuks kita berangkat"


Akhirnya mereka bertiga turun kebawah dan masuk kedalam mobil, Bara yang bawah mobil dan mereka bertiga keluar dari hotel dan masuk ke jalan besar.


Karena Bara dan Indry penasaran akhirnya mereka berdua bertanya sebenarnya mereka mau jalan-jalan kemana. Karena dari tadi Oliv tidak kasih tahu tujuan kemana mereka pergi.


"Liv mau kemana kita sebenarnya, jangan bilang kalau lo ngajakin kita ke tempat tidak bagus ya, gua mendingan tidur di kamar dari pada keluyuran kemana-mana yang tidak jelas"


"Bar yang benar aja kalau ngomong, gua tahu hidup lo dan Indry seperti apa, biarpun gua jahat, tapi gua gak mau teman gua ikut pergaulan gua yang jahat ini. Gua tahu lo dan Indry teman yang baik jadi kalian tenang aja gua gak ngajakin kalian ke tempat yang ane-ane"


Memang Bara dan Indry adalah teman Oliv dari dulu jadi Oliv kenal betul sifat Indry dan Bara, biarpun Bara itu seorang laki-laki tapi dia tidak suka ketempat-tempat yang menurutnya tidak pantas untuk di datangi, seperti bar atau diskotik. Makanya Bara takut kalau Oliv ngajakin mereka kesana karena Bara sangat tahu sifat Oliv.


"Maaf Liv gua gak bermaksud begitu, hanya saja lo gak bilang tadi kita mau kemana gitu, jadi gua penasaran."


Bara meminta maaf sama Oliv karena sudah tidak enak menuduh Oliv tidak-tidak padahal mereka adalah teman baik. Ya justru karena teman baik makanya lebih baik jujur dari pada bohong.


"Wah...seru dong Liv kalau di tepi danau itu mantap, gua paling suka loh karena disana ada taman juga, lo tahu aja gua suka tempat-tempat seperti itu." ujar Indry bersemangat


Indry yang mendengar kalau Oliv mengajak mereka pergi cari suasana malam di tepi danau buatan merasa senang, karena jarang sekali ia keluar jalan-jalan. Begitu juga Bara".


"Mantap dong Liv gua juga suka siapa tahu aja setelah kita sampai disana gua ketemu dengan seorang gadis cantik yang suka ama gua, dari pada gua jomblo terus kagak ada yang mau sama gua mendingan gua cari dari luar aja" ujar Bara tapi ia melirik Indry dari kaca depan.


"Deg....."


Indry yang mendengar perkataan Bara langsung melototinya entah kenapa Indry tidak suka jika Bara dekat dengan perempuan lain, padahal mereka berdua hanya sebatas teman tidak lebih dari itu, memang sih Bara pernah bilang kalau dia cinta sama Indry, tapi Indry menangapinya dengan biasa saja, Indry pikir Bara hanya bercanda gak serius dalam omongannya.

__ADS_1


Indry yang mendengar perkataan Bara spontan aja mengeluarkan suaranya dan melarang Bara untuk dekat dengan perempuan lain membuat Oliv senyum.


"Enak aja gak boleh lo hanya milik gua Bar"


Bara yang sementara mengemudikan mobil terkejut dengan perkataan spontan dari Indry. Dan langsung melirik Indry sedangkan Oliv tidak bisa menahan tawanya dan akhirnya Oliv tertawa lepas. Bara gak nyangka jika Indru bisa berkata begitu


"Haahah....Bara.....ada yang cemburu lo, jangan coba-coba Bar gua takut terjadi perang dunia ketiga di antaran kita, makanya kalau cinta ya bilang cinta jangan sok cuek padahal takut juga kalau di ambet sama yang lain"


Indry jadi terkejut dengan perkataannya tadi dan menuduk kepala karena malu, mukanya merah merona karena menahan malu, sedangkan Bara kegirangan dalam hatinya.


"Yesss....gua berhasil memancingnya ternyata dia juga cinta mah gua, buktinya dia gak mau gua deket dengan cewek lain."


"A, apa'an sih gua gak sengaja sorry, tapikan gua teman lo Bar jadi kalau lo cari teman lain takutnya lo lebih peduli ama dia dibanding peduli ama gua gitu tapi kalau lo mau cari pacar juga gapapa kok"


"Lo serius In biarkan Bara dengan Cewek lain? kalau begitu gimana kalau gua nyariin cewek buat lo Bar mau gak"


"Ah gak usa Liv gua sebenarnya udah punya pacar yang cantik dan baik hati tapi cerewet, nanti aja gua kenalin ke kalian berdua ya"


Akhirnya mereka meneruskan perjalanan ke danau, tak lama kemudia mereka sampai disana dan mencari parkir karena ternyata full juga kalau malam-malam begini banyak sekali pengunjung. Mereka bertiga keluar dari mobil dan berjalan bersama mencari tempat yang aman untuk mereka bertiga.


Setelah mendapatkan tempat yang bagus mereka duduk melingkar di atas tikar yang sudah disediakan, sekalian mereka pesan minum, kalau makan mereka baru datang jadi nanti sebentar lagi.


"Wah....rame banget disini. Gua gak nyangka loh tenyata disini banyak anak-anak muda dengan pasangan, mendingan kalau pas suntuk lebih enak kesini dari pada ketempat yang tidak baik, justru mala membuat kehidupan kita hancur."


"Deg..."

__ADS_1


Perkataan Indry berhasil menusuk di hati Oliv, karena yang dikatakan Indry ada benarnya karena Oliv kehilangan kesuciannya waktu minum di diskotik, itu yang membuat Oliv menyadari kesalahannya jadi mungkin kedepannya dia harus beruba.


Lebih baik dia mengikuti gaya hidup Bara dan Indry yang menurutnya lurus-lurus aja, tapi mereka sangat nyaman dan tenang dari pada masuk ke dunia gelap.


__ADS_2