
Sekitar jam sepuluh baru kedua pasangan pengantin itu mengeliat, Alin bangun dari tidurnya dan hendak masuk kedalam kamar mandi, tapi sayangnya saat Alin turun dari tempat tidur dan melangkah ke kamar mandi justru terasa sakit di bagian area sensitif di bawahnya. Alin merasakan sakit nyerih.
"Auw.....kenapa sakit banget sih di bagian bawah apakah sesakit ini ya yang baru pertama kali bercinta, ngeri banget bagaimana aku bisa jalan kalau kayak gini sakit banget. Ternyata menikah dan malam pertama itu tidak seindah yang ku banyangkan dasar teman-teman yang bilang malam pertama sangat indah dan nikmat, humm nikmat dari mana yang ada penderita,an untung Devan sangat lembut kalau tidak bisa luka para. Aduh sakit banget lagu mau ke kamar mandi aja susa deh."
Karena Devan sadar Alin tidak ada di pelukannya lagi akhirnya Devan membuka mata namun ternyata Devan melihat Alin yang masih duduk di pinggir tempat tidur. Membelakanginya membuat Devan langsung bertanya.
"Sayang kamu sudah bangun? Kenapa tidak membangunkan mas sayang oh,Ylya, kamu mau kemana sayang mau kemar mandi?" tanya Devan tapi Alin hanya Diam Alin tidak mau beritahu Devan kalau bagian sensitiv nya lagi sakit karena ula Devan semalam, Alin tidak menyadari kalau ada sesuatu yang menempel di sprey ternyata karena Alin fokus dengan sakitnya sehingga Alin tidak perhatikan sprey. Devan yang hendak bangun untuk membawah Alin kedalam kamar mandi terkejut kalau ada bercak darah di sprei. Namun Devan tidak memberitahu Alin talut Alin merasa malu namun didalam hati Devan kegirangan karena sudah mendapatkan vitamin semalam.
"Tidak ada apa-apa mas, Alin mau kemar mandi mas, Alin pengen membersihkan diri dulu, kora-kira sudah jam berapa ya mas sepertinya sudah siang deh mas, hummm jadi terlambat bagun kita kan ini semua gara-gara mas " Alin berusaha melangkah ke kamar mandi tapi justru kesusahan.
"Auw......sakit" ujar Alin
"Sayang kamu kenapa sakit ya dimana, mana yang salit sayang " tanya Devan baru Devan sadar sakitnya dimana, tanpa banyak bicara Devan langsung mengangkat tubuh mungil Alin dan membawahnya ke dalam kamar mandi, setelah di turunkan Devan kembali ke kamar dan menyuruh petugas hotel untuk segerah menganti sprei sebelum Alin keluar kerena Devan takut nanti Alin malu saat melihat sprei kotor.
"Sayang kamu bersihkan diri aja dulu nanti mas kembali kalau kamu tidak bisa tunggu mas ya, mas keluar sebentar jangan bergerak tetap disini saja." ujar Devan.
"Tidak apa-apa mas Alin bisa kok, memangnya mas mau kemana mas tidak mandi" tanya Alin.
"Mas mandi tapi tunggu mas pesan makanan dulu pasti kamu sudah laparkan biar setelah selesai mandi langsung makan dan tidak perlu keluar dari kamar" unar Devan langsung keluar meninggalkan Alin.
__ADS_1
Devan langsung telpon bagian petugas hotel dan tidak lama kemudian dua orang petugas hotel datang.
"Maaf Tuan muda ada yang bisa kami bantu" tanya salah satu.
"Tolong ganti sprei dan semuanya terus tolong antar makanan kesini ya karena istri saya mau makan, cepat lakukan dan jangan sampai istri saya melihat semua ini" ujar Devan sedangkan kedua pelayan perempuan itu yang melihat sprei langsung membulatkan matanya dan senyum.
Reaksi mereka itu di tangkap oleh Devan sehingga Devan marah.
"Kenapa kalian senyum-senyum mau kalian di pecat? Sudah bosan kalian bekerja kasih tahu saja" ujar Devan.
"Maaf Tuan"
"Coba deh lihat ini ternyata nona Alin masih gadis ya belum hubungan dengan siapa-siapa selain Tuan muda, sangat hebat nona Alin bisa menjaga kehormatannya, aku aja sudah hilang kehormatan aku sama mantan waktu SMA beruntung ya Tuan muda mendapatkan nona Alin yang masih virgin" ujar salah satu pelayan.
"Nah kamu masih mendingan sama SMA sama mantan, aku masih SMP kelas dua sidah kehilangan kehormatan ula paman aku sendiri miris bukan tapi ujung-ujungnya aku ketagihan jadi terus-terusan aku lakuin sama paman ku gila nggak tuh, bahkan sampai sekarang aku masih sering berhubungan sama pamanku memang sih bukan paman kandung, setiap kali aku pengen aku selalu bersama dia lagian paman ku juga masih muda dan dia juga belum menikah sama kayak aku juga" ujar temannya itu.
"Ha....serius lo! Kok bisa bagaimana ceritanya" tanya temannya penasaran.
"Panjang ceritanya, yuk cepat selesaikan pekerjaan nanti kita di marahin Tuan muda nanti setelah selesai kerja aku cerita deh ke kamu."
__ADS_1
Sedangkan didalam kamar mandi Devan dan Alin mulai rutinitas mereka Devan dengan lembut memandikan Alin walaupun Alin masih agak sedikit malu dan cangung dengan Devan.
Saat Alin menyiram air ke area sensitivnya Alin meringis kesakitan karena merasa perih.
"Mas sakit banget lo" ujar Alin.
"Sayang kamu tahu tidak biasanya sakit itu hanya sementara saja, setelah itu pasti kamu merasakan kenikmatan yang luar biasa atau bagaimana kalau sekali lagi sayang, dengar ya sayang, kenapa sekarang ini di bagian itu sangat sakit karena masih sangat sempit belum perna masuk belut kesitu makanya sakit, tapi kalau nanti sudah dua atau tiga kali belut ini masuk keluar dam sudah agak longar kamu pasti merasakan surga dunia dan selalu minta tambah percaya deh sama mas" ujar Devan sangat serius.
"Ah masa sih mas lagian jujur ya mas belut mas gede banget Alin lihat aja seram, segede ini masukan ke sini yang sangat kecil memang tidak robek tapi ya mau gimana lagi Alin sudah jadi istri mas jadi harus lakukan, terus apa yang harus Alin lakukan mas biar tidak sakit.
"Bagaimana kalau kita satu kali lagi tapi didalam bathtub aja biar tidak terasa sakit percaya deh sama mas"
Alin berpikir sejenak, sepertinya sang suami pengen bercinta dengannya, karena belum apa-apa belut Devan udah tengang dan Devan langsung melu**t bi**r Alin, membuat Alin mengeluarkan erengan-erengan halus dari bi**r Alin sehingga membuat Devan tidak kuat menahan hasratnya lahi.
"Sayang sekali ya mas mohon, mas sudah tidak kuat lagi sayang percaya deh mas lakukan dengan lembut tidak akan berbuat kasar" ujar Devan. Sedangkan Alin tidak sanggup mengeluarkan suara lagi jadi hanya mengangguk aja.
Devan tidak menunggu lama lagi. Devan langsung memasukan belutnya kedalam daerah sensitiv Alin membuat Alin kembali meringin, dengan lembut Devan mengoyangkan pinggungnya kesana kemari, semakin dalam Alin mulai merasakan kenikmatan sehingga Alin mulai merem dan mengeluarkan suara erengan, hal itu membuat Devan senyum kerena walaupun Alin merasakan sakit tapi masih mau mencoba.
Devan sangat puas karena dari semalam dapat vitamin dari Alin, di tambah pagi ini dapat lagi jadi ya pasti Devan sangat bahagia.
__ADS_1