Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
99:99


__ADS_3

Bu Ratna dan Saras benar-benar syok dengan keputusan fonis hakim, yang mengatakan kalau bu Ratna divonis hukuman lima belas tahu dan Saras sepuluh tahu. Sedangkan Adam dua puluh tahu penjarah


Karena saras melihat bahwa, usahanya meminta pertolongan dari pak Donal hanyalah sia-sia, Saras langsung punya ide untuk sekali minta maaf dan minta tolong sama Alin. Untuk meringankan keputusan hukum itu karena hanya Alin yang bisa melakukannya.


Dasar kau ya Saras, sudah dalam kondisi terhimpit aja kamu masih berpikir untuk mendapatkan kata maaf dan meminta Alin untuk membebaskanmu. Memang tidak punya otak seperti Saras ini, harus kasih dia sedikit pelajaran agar otaknya bisa terbuka.


Dulu bersifat congkak, tapi sekarang mala memohon ampun dihadapan Alin, mampus aja disitu silahkan menjalani masa penjaramu.


Saras berlari mendekati Alin yang saat ini lagi duduk santai di samping Devan, karena Alin malas melihat sandiwara yang di lakukan oleh ibu dan anak ibu. Namun justru Alin dikejutkan dengan bunyi yang kuat tepat dihadapannya.


Brukkkk.....


Alin menoleh dan melihat Saras tersungkur dikakinya tapi Alin biasa aja melihatnya, tidak ada rasa terkejut sama sekali bahkan Alin justru muak melihat tingkah Saras rasanya Alin pengen hajar ruh manusia.


Alin ingin melangkah pergi tapi kalah cepat, jadi tangan Saras sudah memeluk erat kedua kaki Alin, membuat Alin emosi namun di tenangkan oleh Devan.


"Sayang kamu tenang jangan marah ini di ruang sidang bukan diluar, biarkan saja dulu mungkin ada yang mau dia sampaikan sebelum masuk penjara, karena selama ini mereka sudah jahat sama kamu sayang"


"Iya mas tapi aku paling benci lihat kayak gini, mau apa sih dia ah, kenapa dengan kondisi seperti ini baru dia datang memohon? Kenapa tidak dari dulu, semuanya sudah terlambat"


" Sabar sayang tolong tenangkan dirimu sayang" Devan dengan tenang dan sabar menenangkan Alin karena terlihat sekali Alina emos.

__ADS_1


"He..bagun mau apa kamu? lepaskan kakiku, aku tidak sudih disentu oleh kamu. Awas jangan menghalangi jalanku, aku mau keluar" ujar Alin namun bukannya bergeser justru Saras makin mengeratkan pegangannya di kaki Alin.


Mbak tolong maafkan aku mbak aku mohon, jangan penjarakan aku mbak aku takut, aku gak mau, mbak tahu sendiri sebentar lagi aku akan menikah mbak, apa mbak tega melihat aku batal nikah karena di penjara. Ampuni semua kesalahanku mbak." ujar Saras memohon pada Alin, tapi Alin bergeming ia sama sekali tidak menanggapi setiap perkataan Saras, menurut Alin semua sudah cukup ia memberikan kebebasan kepada mereka selama enam tahu lamanya. Jadi sekarang saatnya mereka yang akan merasakan penderitaan.


Alin sampai heran dengan pikiran kedua anak dan ibunya ini, mereka tidak merasa bersalah sama sekali. Mereka itu minta maaf bukan karena semata menyesal atas perbuatan mereka melainkan, karena mereka takut dan tidak mau dipenjara memang biadab anak sama ibunya ini. Dulu waktu mereka menghilangkan nyawah ibu dan enyangnya Alina mereka berdua sama sekali tidak merasa bersalah dan takut.


Namun kenapa justru sekarang mereka mala memohon untuk dibebaskan itu tidak mungkin. Karena semua sudah terlambat.


"Bangun aku bukan Tuan atau nyonya jadi kamu memohon sama aku, seharusnya kamu itu bersyukur hukuman kamu hanya sepuluh tahun padahal kamu yang sudah membunuh eyang dan menfitna aku, cepat bangun aku muak, aku paling menci orang memohon sama aku, ingat Saraa setiap perbuatan jahat yang kita lakukan, kita harua bertanggung jawab atas hal itu jadi sekarang kamu harus bertanggung jawab atas semua yang sudah kamu lakukan."


"Tidak mbak aku tidak akan melepaskan, dan aku tidak akan membiarkan mbak pergi kalau mbak tidak mau membebaskan Saras, bukankah dulu mbak sangat menyayangi Saras mbak, apapun yang Saras minta mbak tidak perna menolak tapi kenapa sekarang mbak begitu beruba. Yang egois dan tidak punya hati untuk mengasihi."


"Diam kamu Devan, aku tidak bicara denganmu, kamu itu masih calon belum juga sah jadi suami mbak Alin jadi tidak usa ikut campur." bentak Saras membuat Alin yang emosi.


Prak...bumkkkk.!


"Argah.....sakit..."


"Dasar kurang ajar kamu ya berani sekali membentak calon suamiku, seharusnya kamu tahu diri siapa kamu rupanya sehingga kamu ngakatain calonku. Ingat kamu bukan siapa-siapa jadi sampai kapanpun aku tidak akan memaafkanmu, sekarang kamu menikmati aja hukuman karma kamu dan jangan samakan dulu dengan sekarang dulu memang aku lemah dan bodoh tapi sekarang aku bukan tipe seperti itu lagi."


"Eh aku lupa kenapa kamu tidak minta tolong sama calon suami kamu, yang sama-sama bejat itu biar dia keluarkan kamu dari sini. Tapi ya minimal banyak uang tebusan itu tidak sedikit, kalau tunangan kamu memiliki uang bayak dan mencintaimu pasti dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengeluarkan kamu dari sini, tidak mungkin dia membiarkan kekasih atau pujaan hatinya terkurung disinikan."

__ADS_1


Semua orang yang ada dalam ruang sidang menatap Saras penuh kejijikan, bu Ratna yang melihat anaknya tidak dapat maaf dari Alin datang menghampiri Alina dengan penuh emosi.


"He anak kurang ajar, tak punya etika dan sopan santun berani sekali ya kamu memperlakukan anak saya begitu, masih untuk anak sayang datang meminta maaf sama kamu dari pada tidak ada sama sekali."


"Hahaha....apa tadi anda bilang minta maaf? Memang anda tidak dengar apa yang dikatakan putry kesayangan anda ini, yang datang memohon sama saya untuk mencabut tuntutannya."


"Ya memang itu yang pantas kamu lakukan untuk membebaskan adik kamu sendiri, sebagai kak ya seharusnya kamu menolongnya, untuk bebaskan dia dari penjara bukannya justru kamu tega membiarkan adik kamu menanggung beban itu."


"Heheh lucu juga ya mungkin anda tadi salah makan kali ya, jadi kalau ngomong ngelantur aja, memang siapa adikku? Maaf aku dilahirkan oleh ibuku seorang diri jadi tidak ada adikku yang ada hanya kakqu itu kak Leo."


Alin menatap kebelakang ternyata Leo baru datanv jadi masih berdiri di belakang. Membuat Leo terharu karena di depan banyak orang Alin akuinya sebagai seorang kak.


"Kalian berdua nikmati aja tahanan kalian jangan banyak drama disini lama-lama muak lihat kalian, yang seperti sudah tidak punya urat malu sama sekali, kasian juga ya sama kalian berdua dengan saat seperti ini baik calon suami maupun suami tidak ada yang mau membantu, itu cocok untuk perempuan muraha seperti kalian"


Alin sangat emosi jadi mengeluarkan semua isi hatinya.


******


Selamat hari kasih sayang ya buat para pembaca setia. Jangan lupa mampir.


( Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda)

__ADS_1


__ADS_2