
Masih di taman, Ovil, Indri dan Bara. Sudah selesi makan karena sudah tengah malam juga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke hotel untuk istirahat namun saat mereka melangkah pergi tanpa mereka sadari ada seseorang menatap kepergian mereka dan menelpon seseorang.
"Hallo bos...saya lagi di taman, saya melihat dia bersama dengan dua orang satu cowok satu cewek mereka ini yang tinggal bersama di hotel. Sepertinya temannya deh"
"Baiklah kamu ikuti saja dia kemana dia pergi jangan sampai dia melakukan hal yang merugikan orang lain, aku sangat tahu wataknya jadi apa yang dia inginkan harus tercapai."
"Baik bos"
Setelah selesai pria itu telpon dia langsung pergi meninggalkan taman dan mengikut kemana Oliv dan kedua sahabatnya pergi. Dia orang yang sama saat mengintai Oliv di hotel.
Sedangkan Oliv dan kedua sahabatnya Bara dan Indry dalam perjalanan pulang ke hotel.
"Puas gak lo berdua malam ini? kalau nanti lo berdua jalan-jalan lagi boleh kok nanti gua ajak kalian ke suatu tempat yang paling bagus penting kalian mau saja, jangan hanya kerja dan kerja sampai tidak memikirkan punya pasangan. Gua heran deh sama lo berdua sudah bertahu-tahu tinggal disini tapu tidak tahu dimana tempat bagus."
"Gua gak Liv, karena gua sudah punya pasangan, seharus lo yang nyari pasangan karena sampai sekarang lo masih ngejar yang gak pasti, Gua saranin lebih baik lo berhenti berharap sama Devan takutnya lo akan menyesal. Seharusnya lo tahu kenapa Devan mau menikahi perempuan itu selain baik dia juga gak bar-bar kayak lo. Bisa jadi Devan ilfil sama lo karena lo cewek bar-bar"
"Gua gak bakal nyesal Bar, gua relah lakuin apapun sampai gua bisa mendapatkan Devan kembali, gua gak mau kehilangan dia karena Devan cinta pertama gua Bar, memang sih salah gua pacaran sama James pria brengset itu gua jadi nyesal, seandainya dulu gua tidak pacaran sama James mungkin gua sudah bahagia dengan Devan."
"Masalahnya sekarang ceritanya uda bedah Liv Devan sudah mau menikah, terus apa yang mau lo harapin dari Devan gak ada yang ada nanti lo sakit hati"
"Husss briksik lo berdua gua mau tidur, ngantuk banget padahal tadi disana gua gak rasa ngantuk tapi giliran didalam mobil justru gua gantuk"
"Tuh Bar, ngajak ngobrol gih pacar lo biar gak ngantuk kasian dia gak ada yang hiraukan dia dari tadi makannya ngantuk lo sih Bar ,gak pekah banget deh."
__ADS_1
"Tahu ah....pusing gua."
Akhirnya Oliv dan kedua temannya sampai di hotel mereka bertiga masuk kedalam kamar masing-masing kalau Indry dengan Oliv satu kamar sedangkan Bara bedah kamar.
Selamat tidur ya Bar, semoga lo mimpi indah bersama Indry di pelaminan haahah" dasar Oliv suka ledek temannya padahal dia sendiri tidak punya pasangan masib ngincar calon suami orang.
"Lo aja kali Liv, mimpi cepat ketemu pangeran agar lo bisa cepat bersanding di pelaminan jangan halu saja".
"sue lo Bar, tega lo ya ngatain gua gitu, teman gak ada ahklak deh".
Bara hanya tertawa dan berlalu pergi sedangkan Oliv yang di tinggalkan sendiri di luar makin kesal melihat kedua sahabatnya.
Oliv ikut masuk kedalam kamar ternyata Oliv sudah mendapati Indry tergeletak di atas ranjang, membuat Oliv hanya geleng kepala melihat tingka kedua temannya itu. Satu suka sekali ledek satunya lagi suka tidur.
Setelah selesai dari kamar mandi Oliv langsung ganti pakian nya dan naik ke atas tempat tidur. Dan membaringkan tubuhnya di samping Indri yang sudah terlelap.
Aku kok tiba-tiba kangen sama Cinta ya biasanya dia hubungi aku padahal tadi siang masih hubungi dia, apa dia sudah tidur belum ya aku wa ah sama dia untuk mengisi kekosonganku karena belum ngantuk.
Saat Oliv membuka hp ternyata ada pesan masuk dari nomor tidak kenal...membuat Oliv menaikan kedua Alisnya.
"Siapa sih orang ini malam-malam begini wa..nomor baru lagi" karena Oliv penasaran akhirnya membuka pesan itu dan membaca isi pesannya membuat Oliv hanya melogo"
("Malam sayang kamu apa kabar, aku sangat merinduhkanmu semoga kamu juga merinduhkanku ya, tolong balas pesanku jangan diam saja biar aku tahu kalau kamu sehat-sehat saja jangan buat aku kuatir")
__ADS_1
Oliv, memutar kedua bola matanya, karena di pesan itu tidak di beritahu siapa yang mengirim pesan itu mungkin pengemar setia Oliv.
("Kabarku baik, kamu siapa ya? Maaf aku tidak mengenal kamu jadi tolong jangan panggil sayang sama aku kalau calon suamiku tahu pasti dia marah besar")
("Kamu tidak perlu risau tentang namaku, yang jelas aku adalah calon suamimu, yang akan memberikan kebahagiaan sepenuhnya kepada kamu. Jadi maksud kamu calon suami mana lagi yang memarahi kamu, aku tidak perna marah terhadap calon istriku, jaga kesehatan kamu ya jangan sampai sakit")
Karena Oliv sudah malas dan orang tersebut juga tidak mau memberitahu siapa namannya, akhinya Oliv gak jadi balas dan juga gak jadi hubungi Cinta moodnya sudah rusak hanya karena pesan dari nomor asing itu.
Atau ini jangan-jangan Devan, menghubungi aku diam-diam karena dia tidak mau aku tahu kalau ternyata selama ini dia juga menyukaiku, makanya dia sengaja hubungi aku pakek nomor baru, bisa jadi Devan.
Oliv berpikir kalau yang hubunginya adalah Devan padahal bukan, sih James mantan pacarnya yang menghubunginya pakek nomor lain bodohnya Oliv tidak cek kode nomor dari kota mana.
Ah aku balas bilang saja aku juga kangen dengannya kalau benaran dia Devan berarti dia akan balas lagi tapi kalau bukan Devan dia gak akan balas.
(" Iya aku juga kangen sama kamu kapan kita ketemu, aku sangat merinduhkanmu selama ini kamu sangat cuek sama aku. Kamu tahu gak betapa aku mencintaimu melebihi wanita itu")
Oliv yang lagi Asyik balas pesan dengan pria tersebut tiba-tiba ngantuk menyeruat akhirnya Oliv tertidur tanpa membalas pesan dari James tapi sih James Justru sangat bahagia dapat balasan romantis dari Oliv.
"Kamu tidak akan jauh dariku Liv, aku jamin suatu saat kamu akan kembali karena aku yakin kamu pasti hamil anakku tunggu saja belum dua minggu juga dan aku tahu waktu malam itu aku jebak kamu, pas masa subur kamu, sekarang silahkan kamu boleh pergi meninggalkan aku disini tapi nanti kamu akan kembali untuk meminta pertanggung jawab"
James sangat yakin kalau Oliv akan kembali karena James yang sudah merengut kesucian Oliv hal itu lantaran karena terpaksa James tidak mau kehilangan Oliv dan James juga tidak rela melihat Oliv dengan pria lain sehingga James melakukan hal jahat itu.
Tapi justru perbuatan James itu bukan membuat Oliv takut kehilangan James mala Oliv makin membenci James, dan lari ke kota B meninggalkan James bahkan Oliv gak segan memblokir nomor James tapi karena James pintar jadi dia ganti nomor baru untuk menghubungi Oliv.
__ADS_1
James juga sudah berapa kali pergi mencari Oliv di tempat Cinta dan kediaman orang tua Oliv tapi mereka tidak kasih tahu Oliv ada dimana namun setelah james cari tahu, James dengar dari temennya kalau Oliv ada di kota B mengejar Devan.